Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

IESPA Bojonegoro: Esports Lebih dari Sekedar Bermain Game Saja, Bisa Jadi Ladang Karir dan Cuan

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 13 Desember 2025 | 23:43 WIB
Ketua IESPA Bojonegoro, Iwan Syarozi saat berkunjung ke studio Podcast Radar Bojonegoro (7/12).
Ketua IESPA Bojonegoro, Iwan Syarozi saat berkunjung ke studio Podcast Radar Bojonegoro (7/12).

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dulu, masyarakat Indonesia bermain video game untuk sekedar bersantai dan menghibur diri, meskipun terkadang dengan resiko dijewer orang tua atau diseret keluar warnet akibat lupa waktu. Namun sekarang, bermain game menjadi salah satu kegiatan olahraga modern yang digemari generasi muda, dan lebih akrab dengan istilah esports.

Seiring dengan berkembangnya fitur multiplayer online di berbagai jenis atau genre video game, berbagai turnamen antar pemain sering diselenggarakan sejak era 2010an, mulai dari tingkat lokal hingga international.

Hadiahnya pun sangat menggiurkan, misal The International dari video game DoTA 2 yang memiliki total hadiah 3 juta Dolar AS (sekitar Rp 50 miliar) pada 2025 dan bahkan hingga 40 juta Dolar AS (Rp 665 miliar) sebelum era pandemi. Atau LoL Worlds dari game League of Legends, yang menawarkan total hadiah hingga 5 juta dolar AS (Rp 83 miliar) untuk para pemenang edisi tahun ini.

Menurut Ketua Indonesia Esports Association (IESPA) Bojonegoro, Iwan Syarozi, meskipun berupa turnamen game, dunia esports lebih dari sekedar bermain video game semata. Tentu, sebuah turnamen tidak dapat terlaksana tanpa berbagai unsur inti dan pelengkap.

“Berbicara tentang Esports itu bukan tentang game saja, banyak poin-poin atau ornamen yang di dalam Esports-nya sendiri. Contohnya seperti  live streaming, broadcast, terus ada biasanya bimbingan atau akademi, itu juga ada. Esports itu luas,” jelas Iwan saat berkunjung ke studio Podcast Radar Bojonegoro pada awal Desember (7/12).

Tentu, terlibat di dunia esports juga berarti berusaha meluruskan atau bahkan mematahkan pandangan masyarakat awam tentang video game. “Apalagi kena emak-emak, pasti kalau anaknya main game kalau enggak waktunya belajar, enggak pulang, main game, itu langsung kena setrap, pasti seperti itu. Makanya kita di sini itu hadir di tengah-tengah mereka yang bisa bersosialisasi dan mengedukasi Esports itu seperti apa, terus cara bermain game yang baik itu seperti apa,” tambah pria yang juga memiliki sertifikasi wasit Esports nasional IESPA tersebut.

Sebaliknya, terlibat di Esports tidak berarti wajib menjadi seorang gamer, atau memiliki pemahaman mendalam mengenai video game layaknya caster. “Misal cosplayer. Cosplayer itu kan bukan dari game, tapi dia kan fashion-nya fashion dari animasinya, nah kita tampung juga di dalam IESPA,” ujar Iwan. IESPA Bojonegoro sendiri memilki kelompok cosplayer lokal yang menjadi anggota, yakni Cocobo (Cosplayer Community Bojonegoro).

Sehingga menurut Iwan, Esports memiliki banyak pintu untuk menghasilkancuan pribadi dan bersama selain menjadi peserta turnamen. “Kita sebagai sekarang kan banyak orang yang melakukan live stream, yang kedua ada yang jadi caster. Yang ketiga kita bisa jadi content creator. Terus yang keempat kita bisa jadi clipper dari setiap content creator yang di luar,” paparnya.

Selain itu, sama seperti kebanyakan ajang-ajang olahraga lain, Iwan mengaku turnamen Esports juga dapat memberikan dampak ekonomi yang baik di setiap gelaran turnamen. IESPA Bojonegoro sendiri bakal menggelar turnamen Esports Mobile Legends dan eFootball akhir tahun (26/12) di KDS Bojonegoro.

“Banyak UMKM yang tertarik bekerja sama dengan kita. Contoh misalkan di lokasi food court, itu kan UMKM banyak. Dia pengin bekerja sama dengan kita dengan cara kita menghadirkan event-nya di situ. Jadi banyak benefit yang kita berikan untuk mereka UMKM, sembari kita gimana caranya Esports ini bukan hanya untuk Esports sendiri, tapi bisa berdampak ke lainnya, di luar Esports,” jelas Iwan. (edo)

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Kahf Present (@kahfcommunities)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#live streaming #Esport #iespa #pemuda #umkm #Generasi Muda #esports #Ekonomi #video game #cosplayer #bojonegoro #bermain game #game #League of Legends #kds bojonegoro #Dota 2