Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Melihat Peluang Indonesia dalam Cabor Esports di Asian Games 2026: Ada Banyak Peluang Meraih Emas, Tapi Ada Titel Populer Dihapus

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 20 November 2025 | 00:47 WIB
Timnas Indonesia cabang PUBG tentu ingin membayar utang mereka dari Asian Games 2022, setelah babak belur di babak final. (Dok. ANTARA/PBESI)
Timnas Indonesia cabang PUBG tentu ingin membayar utang mereka dari Asian Games 2022, setelah babak belur di babak final. (Dok. ANTARA/PBESI)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kurang dari setahun lagi Asian Games 2026 akan diselenggarakan di prefektur Aichi dan prefektur Nagoya, Jepang, pada Septemmber 2026 mendatang. Dengan ditambahkannya padel pada Selasa (18/11), total bakal ada 42 cabang olahraga (cabor) yang bakal ditandingkan dalam festival olahraga seluruh Asia tersebut.

Selain padel, beladiri campuran (MMA), kriket dan selancar bakal jadi olahraga baru yang diperkenalkan pada Asian Games mendatang. Sementara dari seluruh olahraga baru yang diperkenalkan pada Asian Games edisi 2023 lalu di Hangzhou, ada beberapa cabor yang dimainkan kembali untuk edisi 2026, diantaranya esports, breakdance, bisbol, dan  berlayar. Sementara catur, go,balap perahu naga dan xiangqi dihapus dari daftar cabor untuk Asian Games 2026.

Asian Games 2026 merupakan tahun ketiga penyelenggaraan cabor esports dalam turnamen tersebut. Setelah diperkenalkan sebagai cabor eksibisi di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang, esports resmi dilombakan sebagai cabor medali pada Asian Games 2023 Hangzhou.

Dibanding edisi 2023 lalu yang melombakan tujuh video game sebagai perlombaan esports, berdasarkan pengumuman pada Februari dan Maret lalu oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Komisi Olimpiade Asia (OCA), Asian Games 2026 melombakan hampir dua kali lipat jumlah game, yakni 13 titel video game. Namun hanya ada 33 medali yang akan diperebutkan, berhubung salah satu cabor menggabungkan tiga titel video game sekaligus.

Untuk titel sepak bola, setelah Asian Games 2022 menggunakan EA Sports FC (EAFC), OCA memutuskan untuk kembali menggunakan layanan eFootball untuk simulasi sepak bola tersebut. eFootball sebelumnya telah dilombakan di Jakarta pada 2018 silam, saat masih bertitel Pro Evolution Soccer (PES).

Untuk titel MOBA smartphone, setelah sebelumnya Arena of Valor (AoV) digunakan sejak edisi 2018, edisi 2026 bakal menggunakan versi internasional dari game MOBA smartphone tersebut, yakni Honor of Kings (HoK). Gim tersebut juga akan menggantikan titel MOBA alternatif sebelumnya, yakni Dream Three Kingdoms 2.

Sebagai gantinya, kategori MOBA smatphone bakal menerima tidak hanya satu, namun dua game ekstra. Yakni Mobile Legends Bang Bang (MLBB) yang sangat populer di Indonesia dan Asia Tenggara, serta Pokemon Unite yang banyak dimainkan di negara tuan tumah.

Sebaliknya untuk titel MOBA komputer/PC, DoTA 2 dihapus dari daftar video game yang akan dilombakan di Aichi Sky Expo tahun depan. Sementara League of Legends (LoL) yang telah dilombakan sejak 2018 masih dicantumkan sebagai video game yang bakal dimainkan.

Kategori battle royale mengalami perluasan platform untuk Asian Games 2026. Pilihan game yang dimainkan untuk platform smartphone masih sama dari edisi 2022, yakni PUBG Mobile. Namun untuk PC, alih-alih versi PC dari PUBG, Asian Games 2026 bakal memainkan salah satu titel pesaing mereka, yakni Naraka: Bladepoint.

Kejutan paling besar terjadi di kategori fighting game, yang hanya mempertandingkan Street Fighter V pada 2018 silam. Untuk edisi 2026 mendatang ada tiga titel video game yang dipertandingkan, yakni Street Fighter 6, Tekken 8 dan King of Fighters XV. Namun sebagaimana telah disebutkan, hanya ada satu medali emas, perak dan perunggu yang diperebutkan, sehingga negara peserta perlu mendaftarkan masing-masing pemain sebagai satu tim.

Akhirnya, tiga kategori video game baru akan diperkenalkan dalam Asian Games 2026. Kategori puzzle akan dilombakan dengan menggunakan Puyo Puyo Champions, kategori survival akan dilombakan menggunakan Identity V, dan kategori balap mobil akan dilombakan menggunakan Gran Turismo 7.

Dengan lebih banyaknya video game yang dilombakan untuk edisi 2026, Indonesia diyakini punya peluang medali emas lebih besar ketimbang edisi-edisi sebelumnya. Terlebih kini ada lebih banyak video game yang lebih akrab untuk masyarakat Indonesia.

Sebagai catatan samping, saat masih berstatus eksibisi, Indonesia membawa pulang satu medali emas dari kontingen Clash Royale, dan satu medali perak dari kontingen Hearthstone. Sementara pada edisi 2022, kontingen esports Indonesia malah gagal membawa pulang satu pun medali.

Peluang emas terbesar untuk Indonesia berada pada kontingen eFootball, mengingat status Indonesia sebagai juara dunia bertahan pada Piala Dunia Esports FIFA (FIFA eFootball World Cup) 2024 silam. Selain itu, MLBB juga punya peluang besar, mengingat Indonesia punya roster kontingen yang tebal  dari liga MPL ID, plus langganan jadi runner-up di kejuaraan dunia MLBB, yang kini bertitel M6.

Serupa dengan MLBB, HoK juga punya peluang baik untuk membawa pulang medali jika didaftarkan untuk Asian Games. Skena HoK Indonesia juga memiliki banyak tim dan roster yang rajin lolos ke turnamen Championship dan Invitationals, meskipun hanya memiliki catatan dua kali jadi runner-up.

Kontingen PUBG Mobile tentu juga ingin membayar utang medali mereka dari Asian Games 2022 lalu. Lolos ke babak final dengan catatan apik, para pasukan Indonesia malah tertinggal jauh dari Tiongkok, Korea Selatan dan Taiwan dalam perebutan medali.

Jika ada niatan, kontingen Indonesia juga dapat menambah medali dari Gran Turismo 7, berhubung Andika Rama Maulana rajin mewakili Indonesia di Gran Turismo World Series di kategori Piala Toyota. Sama seperti MLBB dan HoK, selain Rama, banyak pula roster pembalap virtual Indonesia yang berkarir di video game satu ini secara kompetitif.

Meskipun punya peluang cukup tipis, kontingen Indonesia dapat memanggil jasa Darian Setyawan jika ingin bertarung dalam kategori Naraka: Baldepoint cabang individu. Pemain dengan username Froztivus tersebut rajin lolos ke kejuaraan dunia, meskipun saat ini paling jauh baru sampai perempat final kejuaraan dunia. Sementara itu, menemukan kontingen untuk cabang beregu bakal menjadi tantangan tersendiri.

Sementara untuk sisanya, kontingen Indonesia belum pernah mengirimkan kontingen untuk LoL, dan langsung tersisih di babak penyisihan Street Fighter pada 2022 silam. ONIC Esports pernah mengibarkan bendera Indonesia dengan finish ketiga di kejuaraan dunia Pokemon Unite pada 2024 lalu. Akhirnya, Identity V dan Puyo Puyo Champions belum memiliki skena esports yang mencuat di tanah air. (edo)

Daftar Video Game dalam Cabor Esports Asian Games 2026

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#cabang olahraga #asian games #cabor #indonesia #Sepak Bola #mma #pubg #olimpiade #Timnas Indonesia #olahraga #padel #MOBA #esports #mlbb #video game #efootball #Asian Games 2026 #kontingen indonesia #game #League of Legends #jepang #pubg mobile #Mobile Legends Bang Bang #mobile legends