RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Atmosfer di Stadion Basra dipastikan akan mendidih pada Selasa malam ini. Pada pukul 23.00 WIB, Irak akan menjamu Uni Emirat Arab (UEA) dalam leg kedua yang sangat menentukan untuk memperebutkan tiket Asia menuju playoff antarbenua Piala Dunia 2026.
Melansir dari Sports Mole, bahwa setelah hasil imbang 1-1 yang menegangkan di Abu Dhabi Kamis lalu, di mana gol cepat Ali Al-Hamadi dibalas oleh Luan Pereira, segalanya kini dipertaruhkan di tanah Mesopotamia. Bagi kami, ini adalah momen pembuktian apakah Irak mampu mengembalikan kejayaan mereka sejak partisipasi terakhir di edisi 1986.
Prediksi Skor: Irak 1-0 Uni Emirat Arab
Melihat jalannya leg pertama di mana Irak mampu tampil lebih dominan dan menciptakan lebih banyak peluang meski bermain tandang, kami melihat keunggulan ada pada Singa Mesopotamia.
Faktor tuan rumah di Basra dan struktur pertahanan Irak yang lebih solid dibandingkan UEA akan menjadi pembeda. Kami memprediksi Irak akan mengamankan kemenangan tipis namun krusial untuk melangkah ke tahap selanjutnya.
Kabar Tim: Panggung Zidane Iqbal dan Ayman Hussein
Analisis skuad kami menyoroti beberapa perubahan kunci. Irak harus tampil tanpa gelandang Aimar Sher yang terkena skorsing. Absennya Sher kemungkinan besar membuka pintu bagi lulusan akademi Manchester United, Zidane Iqbal, untuk beroperasi di lini tengah.
Di lini depan, bomber utama Ayman Hussein (8 gol di kualifikasi) diprediksi akan kembali menjadi starter menggantikan pencetak gol leg pertama, Al-Hamadi. Duetnya bersama Mohanad Ali akan menjadi tumpuan utama.
Di sisi UEA, Luan Pereira dan Caio Lucas diprediksi tetap menjadi motor serangan untuk membongkar pertahanan tuan rumah.
Kemungkinan susunan pemain:
Prediksi Lineup Irak: J Hasan; Doski, Tahseen, Hashem, H Ali; Jabbah, Al-Amari, Jasim, Iqbal; M Ali, A Husein
Prediksi Lineup Uni Emirat Arab: Eisa; Meloni, Pimenta, Zouhir, R Canedo; L Pereira, Nader, Ramadhan, S Alamiri; N Gimenez; Lukas
Irak: Konsistensi 'Singa Mesopotamia'
Mari kita bedah kekuatan Irak. Pasukan asuhan Graham Arnold sebenarnya tampil nyaris sempurna di putaran keempat. Mereka hanya gagal lolos otomatis karena kalah selisih gol dari Arab Saudi di Grup B.
Statistik tidak berbohong. Irak datang ke laga ini dengan rekor tak terkalahkan dalam enam pertandingan terakhir (4 kemenangan). Kunci kekuatan mereka ada pada organisasi pertahanan yang disiplin; mereka mencatatkan clean sheet dalam empat dari enam laga tersebut.
Selain itu, sejarah berpihak pada tuan rumah. Irak tidak terkalahkan dalam enam pertemuan terakhir melawan UEA. Kemenangan di kandang sendiri saat kualifikasi Piala Dunia 2022 menjadi bukti bahwa Basra adalah benteng yang sulit diruntuhkan oleh Al Abyad.
UEA: Cari Percikan Magis 1990
Di kubu lawan, UEA sedang dalam misi mengulang sejarah lolos ke Piala Dunia 1990. Namun, performa anak asuh Cosmin Olaroiu sedang sedikit goyah dengan dua laga tanpa kemenangan, termasuk kekalahan fatal 1-2 dari Qatar yang menghapus harapan lolos otomatis mereka.
Meski begitu, kami menyoroti ketajaman lini depan UEA. Mereka selalu mencetak gol dalam tujuh pertandingan terakhir dengan rata-rata 1,7 gol per laga. Ancaman dari pemain seperti Caio Lucas dan Luan Pereira adalah ujian nyata bagi pertahanan solid Irak. Performa heroik kiper Khalid Eisa di leg pertama juga menjadi modal berharga bagi mereka untuk menahan gempuran di Basra. (bgs)