RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tidak ada yang memprediksi ini sebelumnya. Tren positif enam pertandingan tak terkalahkan milik Persela Lamongan di Grup 2 Pegadaian Championship akhirnya harus terhenti secara dramatis.
Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Surajaya, Minggu (16/11/2025), Laskar Joko Tingkir justru dipaksa bertekuk lutut dengan skor tipis 0-1 oleh tamunya, Kendal Tornado FC.
Dari kacamata kami, kekalahan ini adalah "tamparan" yang diperlukan untuk mengingatkan bahwa di kompetisi sekeras ini, satu kesalahan kecil di awal laga bisa berakibat fatal.
Baca Juga: Jadwal Lengkap, Skor, dan Klasemen Liga 2 Pegadaian Championship 2025-2026
Petaka Menit Kesembilan dan Buntunya Lini Depan
Analisis kami menyoroti satu momen krusial: menit ke-9. Gol cepat dari Gufroni Al Ma'ruf benar-benar merusak game plan Persela sejak awal.
Gol ini tidak hanya mengubah skor, tapi juga meruntuhkan mentalitas permainan tuan rumah di babak pertama.
Asisten Pelatih Persela, Ragil Sudirman, secara jantan mengakui kelemahan timnya di paruh pertama. "Kami akui di babak pertama kami kalah, kebobolan lebih dulu," jelas Ragil pasca laga.
Namun, cerita berbeda terjadi di babak kedua. Kami melihat Persela melakukan perubahan taktikal yang signifikan.
Masuknya beberapa pemain pengganti berhasil mengubah arus permainan. Persela mendominasi penguasaan bola dan mengurung pertahanan Tornado.
"Kesempatan untuk cetak gol banyak sekali. Pemain sudah bagus, hanya belum beruntung," tambah Ragil.
Di sinilah letak masalahnya: Efektivitas. Mendominasi permainan tanpa mencetak gol adalah hal yang sia-sia dalam sepak bola modern.
Tornado FC bermain pragmatis dan berhasil mempertahankan keunggulan tipis mereka hingga peluit akhir.
Reaksi Pemain: Faktor "Dewi Fortuna"
Senada dengan sang pelatih, pemain Persela, Wawan Febrianto, juga menyoroti faktor keberuntungan yang seolah menjauh dari Stadion Surajaya malam kemarin.
"Belum rezekinya. Kami akan segera bangkit," tegas Wawan. Pernyataan ini menunjukkan bahwa mentalitas pemain tidak hancur, namun ada frustrasi yang nyata karena gagal mengonversi dominasi menjadi gol.
Evaluasi Cepat Jelang Tandang ke Kudus
Kekalahan ini harus segera dilupakan. Ragil Sudirman menegaskan bahwa staf pelatih akan segera melakukan evaluasi menyeluruh.
Waktu istirahat sangat singkat karena laga tandang berat ke markas Persiku Kudus sudah menanti.."Masih ada waktu untuk melakukan perbaikan," ungkap Ragil optimistis.
Bagi kami, laga melawan Persiku nanti akan menjadi ujian karakter yang sesungguhnya bagi Persela.
Apakah mereka akan bangkit dan kembali ke jalur kemenangan, atau kekalahan dari Tornado ini akan meninggalkan bekas trauma? Kita tunggu reaksi Laskar Joko Tingkir pekan depan. (bgs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko