RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, menunjukkan kedewasaan luar biasa dalam menanggapi tekanan dari suporter lawan.
Usai pertandingan Liga Champions kontra Club Brugge yang berakhir imbang 3-3, Kamis (6/11/2025) dini hari WIB, pemain berusia 17 tahun itu menegaskan bahwa sorakan negatif tidak akan menggoyahkan fokusnya di lapangan.
“Kalau fans lawan menyoraki saya, itu karena mereka tahu saya pemain yang penting di lapangan. Kalau saya pemain biasa, mereka nggak bakal menyoraki saya,” ujar Yamal usai laga.
Tidak Terpengaruh Cemoohan
Dalam laga di Jan Breydelstadion tersebut, setiap kali Yamal menyentuh bola, terdengar siulan dan sorakan keras dari suporter tuan rumah. Namun bukannya terganggu, pemain bernomor punggung 10 itu justru merespons dengan performa impresif.
Yamal mencetak satu gol indah di babak kedua, setelah melakukan penetrasi cepat melewati dua pemain Brugge dan menuntaskan kerja sama apik dengan Fermín López. Gol itu menjadi penanda kebangkitan Barcelona yang sempat tertinggal dua kali.
“Saya tahu, di usia saya yang masih muda, banyak yang mencoba menguji mental saya di lapangan. Tapi saya tidak akan berhenti bermain dengan cara saya,” ungkapnya lagi dalam sesi wawancara pascalaga.
Fokus ke Hasil Tim
Meski mencetak gol dan menjadi salah satu pemain terbaik di laga tersebut, Yamal mengaku belum puas. Hasil imbang dianggapnya masih jauh dari harapan Barcelona yang tengah berjuang memperbaiki posisi di fase grup.
“Saya tetap kecewa karena kami tidak bisa menang. Semoga kami bisa mendapat hasil penuh di laga berikutnya,” pungkas Yamal.
Pernyataan Yamal mencerminkan karakter pemain muda yang mulai terbiasa dengan tekanan besar. Sorotan publik, ekspektasi tinggi, hingga atmosfer tandang yang keras kini menjadi bagian dari proses pendewasaannya di Barcelona.
Media Catalan menilai, Yamal tidak hanya menjadi simbol regenerasi, tetapi juga cerminan mentalitas baru di bawah asuhan Hansi Flick, generasi pemain muda yang tidak gentar menghadapi tekanan apa pun di pentas Eropa. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari