RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Duel akbar dalam matchday ke-empat UEFA Champions League (UCL) antara Liverpool dan Real Madrid bakal jadi laga yang penuh dengan kenangan masa lalu. Namun, pelatih dari kedua pihak mencoba berpaling dari kenangan masing-masing untuk sementara waktu.
Hampir semua publik sepak bola ingat bahwa semasa muda, pelatih Real Madrid Xabi Alonso pernah membela panji Liverpool dan Real Madrid. Ditambah lagi, Xabi juga mengangkat trofi kuping besar khas UCL bersama kedua kubu, dan termasuk dalam skuad Liverpool yang meraih ‘keajaiban di Istanbul’ dengan menjungkalkan AC Milan di babak penalti pada final musim 2004/2005.
“Tentu masa saya bermain di Liverpool sangat berpengaruh dan penting, selama lima tahun bersama saya belajar bersama Rafael Benitez (pelatih saat itu) tentang sepak bola tingkat tinggi. Dari situ saya mulai paham bahwa sepak bola tidak hanya sekedar main bola, namun juga berencana dan bersiap sebelum masuk lapangan,” papar Xabi dalam konferensi pers pra-pertandingan (3/11) sebagaimana dikutip dari laman resmi Real Madrid.
Pun demikian, Xabi juga tidak mau berendam dalam hangatnya kejayaan masa lalu. “Saya tidak ingin terpengaruh emosi diri sendiri, karena saya ingin bersiap dan menghadapi laga ini seperti biasa, tanpa perubahan khusus. Yang terjadi maka terjadilah, tapi saya mencoba menjauhkan diri dari perasaan saya dalam laga-laga seperti ini,” ungkapnya.
Sementara itu, kenangan Arne Slot jauh lebih segar ketimbang Xabi. Musim lalu dalam partai yang sama, yang juga digelar di Anfield, pelatih asal Norwegia tersebut sukses memimpin The Reds menjegal Los Blancos lewat gol Alexis Mac Allister dan Cody Gakpo.
“Musim lalu kemenangan kami sangat berarti, karena kami berhasil bermain baik dan berjuang keras di hadapan suporter yang penuh semangat. Tapi saya bilang begini bukan karena saya suka bernostalgia, namun karena kami wajib menunjukkan performa serupa musim ini,” ujar Arne sebagaimana dikutip dari laman resmi Liverpool.
Selain itu, Arne juga menggarisbawahi keadaan El Real yang punya catatan sebersih seragam mereka jelang duel di Anfield. “Saat ini di La Liga mereka menang 10 kali dari 11 laga terakhir, plus belum pernah kalah di UCL. Catatan ini bukan berarti kami takut, tapi kami jadi punya gambaran atas kewajiban bermain maksimal,” tambahnya.
Selain Xabi, ada satu pemain yang bakal kembali pulang ke Anfield, yakni Trent Alexander-Arnold yang hijrah ke Santiago Bernabeu musim ini. Baik Xabi maupun Arne memperkirakan Trent sudah bisa diturunkan kembali, setelah sebelumnya mengalami cedera.
“Trent sudah bisa main lagi dan kami butuh kualitasnya. Laga kali ini bakal jadi pengalaman baru baginya, sehingga dia juga butuh bimbingan kami untuk dapat bermain lepas. Tentu baik saya dan dia sama-sama senang bisa kembali pulang,” ujar Xavi.
“Sebagai anak didik asli Liverpool, kami tentu paham kualitas Trent, dan saya secara pribadi masih bersyukur atas kontribusinya memenangkan liga musim lalu. Sehingga saya senang bertemu dengannya lagi, meskipun bakal agak canggung juga karena dia sekarang jadi lawan,” tambah Arne. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana