Persebaya Krisis Gol, Eduardo Perez Benahi Finishing Jelang Hadapi Persis Solo di BRI Super League
Hakam Alghivari• Minggu, 2 November 2025 | 21:24 WIB
Persebaya latihan.
Green Force kesulitan mencetak gol dalam dua laga terakhir dan belum menang di tiga pertandingan beruntun.
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Produktivitas gol menjadi pekerjaan rumah besar bagi Persebaya Surabaya jelang laga pekan ke-11 BRI Super League 2025/26 menghadapi Persis Solo, Minggu (2/11) malam di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya.
Dari delapan pertandingan yang sudah dijalani, tim berjuluk Bajul Ijo baru mencetak sembilan gol dan kebobolan delapan gol, selisih gol yang tipis untuk klub sekelas Persebaya.
Catatan itu menempatkan Persebaya di posisi ke-10 klasemen sementara, tertinggal dari tim-tim lain di papan tengah yang lebih produktif. Arema FC, misalnya, sudah mencetak 14 gol dari sembilan laga, sementara Persib Bandung mengoleksi 13 gol dan baru kebobolan enam kali.
Lebih mengkhawatirkan lagi, Persebaya belum menang dalam tiga laga terakhir, termasuk hasil imbang tanpa gol kontra PSBS Biak pekan lalu.
Evaluasi Serius Eduardo Perez
Pelatih kepala Eduardo Perez menyadari tumpulnya lini depan menjadi penyebab utama tersendatnya laju tim. Mantan asisten pelatih tim nasional Indonesia itu meningkatkan intensitas latihan dan memperbanyak sesi khusus untuk penyelesaian akhir serta koordinasi pertahanan.
Menurutnya, hasil evaluasi dari laga-laga sebelumnya menjadi dasar utama dalam perbaikan latihan minggu ini. “Melalui hasil evaluasi pertandingan sebelumnya, setiap harinya kami melakukan latihan yang spesifik,” ujar Eduardo.
Ia menegaskan seluruh pemain kini diminta berlatih lebih disiplin dan fokus dalam menyempurnakan serangan. “Kami berusaha menjalani latihan sepanjang minggu ini dengan maksimal,” lanjutnya.
Tak hanya itu, pelatih asal Spanyol itu juga mengarahkan tim untuk memperkuat kestabilan lini belakang. “Kami berlatih finishing dan bertahan berkali-kali,” ucapnya.
Latihan menjelang laga kontra Persis, kata dia, difokuskan pada penerapan skema permainan yang diinginkan. “Latihan lebih ke skema permainan yang kami inginkan untuk pertandingan terdekat,” tambahnya.
Dua sesi latihan kini menjadi rutinitas: sesi pertama untuk drill umum, sedangkan sesi kedua difokuskan pada pola serangan dan pertahanan transisi. Tujuannya jelas, mengembalikan ketajaman lini depan yang selama dua laga terakhir mandek total.
Refleksi dari Laga vs PSBS Biak
Hasil imbang 0-0 di Maguwoharjo, Jumat (24/10), menjadi contoh nyata bagaimana Persebaya kehilangan sentuhan akhir.
Meski harus bermain dengan sembilan pemain sejak babak pertama, setelah Leonardo Silva Lelis dan Mikael Tata diganjar kartu merah, Persebaya tetap gagal memaksimalkan beberapa peluang serangan balik yang muncul.
Sementara itu, PSBS Biak yang unggul jumlah pemain justru tak mampu menjebol gawang Ernando Ari. Penampilan solid kiper muda tersebut menutupi kelemahan koordinasi lini depan yang minim kreasi. Pertandingan berakhir imbang tanpa gol, memperpanjang catatan mandul Persebaya dalam dua laga terakhir.
Momentum Kebangkitan
Meski situasi belum ideal, laga melawan Persis Solo bisa menjadi titik balik. Tim lawan tengah berada dalam kondisi kurang baik, hanya menang sekali dari sepuluh laga musim ini, yaitu di pertandingan pembuka melawan Madura United pada Agustus lalu.
Momentum ini seharusnya bisa dimanfaatkan Persebaya untuk menuntaskan puasa kemenangan dan kembali ke jalur kompetitif. Jika efektivitas serangan tak segera membaik, posisi di klasemen bisa semakin merosot.
Eduardo menegaskan bahwa seluruh pemain bertekad tampil lebih tajam di depan gawang. “Kami tahu tidak ada pertandingan mudah. Tapi kami bertekad tampil lebih efektif dan membawa pulang tiga poin,” katanya.
Persebaya memang masih menyimpan potensi besar. Dengan komposisi pemain seperti Bruno Moreira, Toni Firmansyah, dan Paulo Victor, Green Force hanya butuh satu laga pemicu untuk mengembalikan rasa percaya diri di depan gawang lawan.
Kini, semua mata tertuju ke Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu sore nanti. Publik menanti apakah latihan intensif selama sepekan terakhir benar-benar bisa mengakhiri mandul gol dan tren tanpa kemenangan Persebaya Surabaya. (kam/bgs)