RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pertemuan antara PSS Sleman dan Persipura Jayapura pada pekan ke-8 Pegadaian Championship 2025/26 di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (1/11/2025) malam, bakal menjadi ujian konsistensi bagi kedua tim.
Sama-sama tengah melakukan pembenahan performa, duel ini bukan sekadar soal perebutan tiga poin, melainkan juga pertarungan mental antara dua pelatih yang sama-sama menekankan aspek evaluatif dalam proses membangun tim.
Final Pass Masih Jadi Pekerjaan Rumah Persipura
Persipura datang ke Sleman dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih dua kemenangan beruntun. Sejak ditangani Rahmad Darmawan (RD), tim berjuluk Mutiara Hitam mulai memperlihatkan karakter permainan yang lebih disiplin dan terorganisasi. Namun, RD menilai kemenangan tipis atas PS Barito Putera dengan skor 1-0 di Jayapura masih menyisakan banyak pekerjaan rumah.
Menurutnya, penyelesaian akhir dan umpan terakhir masih menjadi titik lemah yang menghambat efektivitas serangan tim. “Kalau kami bisa lebih tenang waktu lawan Barito, mungkin bisa tambah gol di babak pertama. Ada beberapa serangan balik bagus, tapi final pass kami belum mulus,” kata RD.
Pelatih berpengalaman itu juga menyoroti pengambilan keputusan pemain saat menghadapi situasi unggul jumlah pemain di lini depan. Ia menilai, para pemain Persipura masih sering terburu-buru dalam menuntaskan peluang.
“Pelajaran lagi buat kami, ketika menghadapi jumlah lawan lebih sedikit atau sama harus ada ketenangan di sana, tidak terburu-buru,” tambahnya.
Meski begitu, catatan dua kemenangan beruntun dengan dua kali clean sheet menunjukkan bahwa Persipura mulai menemukan keseimbangan permainan. Struktur bertahan yang solid menjadi modal penting bagi RD dalam mempersiapkan lawatan ke Sleman—tandang pertama mereka sejak dirinya mengambil alih kursi pelatih.
PSS Cari Momentum Usai Kekalahan Perdana
Di sisi lain, PSS Sleman tengah berupaya bangkit setelah mengalami kekalahan perdana musim ini. Dalam laga pekan sebelumnya, Super Elang Jawa tumbang 1-2 dari Persela Lamongan. Kekalahan itu menjadi sinyal bahwa konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim asuhan Ansyari Lubis.
Pelatih yang akrab disapa Uwak itu menegaskan, PSS harus memperkuat semua aspek permainan, baik fisik, taktik, maupun mental. “Melihat level persaingan kompetisi yang semakin ketat, kami harus lebih kuat secara menyeluruh. Peta kekuatan kami sudah diketahui kompetitor, jadi tidak bisa santai,” ujarnya.
Menurut mantan gelandang timnas Indonesia itu, PSS tidak bisa hanya fokus pada satu-dua tim saja karena seluruh peserta memiliki kualitas yang bisa mengancam. “Semua tim di grup ini punya kemauan tinggi untuk menang. Tidak ada yang bisa diremehkan. Kami harus keluar dari zona nyaman,” tegasnya.
Uwak juga menyoroti pentingnya menjaga ritme permainan agar PSS tetap stabil di tengah jadwal padat. Ia menilai konsistensi menjadi faktor penentu, bukan hanya dalam satu pertandingan, tetapi sepanjang musim. “Memiliki komposisi tim pemenang itu penting, tapi menjaga level permainan juga bagian penting dari perjalanan kami,” tuturnya.
Tekanan Sama, Misi Berbeda di Maguwoharjo
Secara momentum, kedua tim datang ke laga ini dengan arah berlawanan. Persipura sedang dalam tren positif dan ingin memperpanjang catatan kemenangan, sementara PSS justru mencoba memutus hasil buruk agar tidak kehilangan kepercayaan diri di depan pendukungnya sendiri.
Namun, di atas kertas, tekanan keduanya relatif seimbang. RD ingin melihat lini depan Persipura lebih efisien dalam memanfaatkan peluang, sementara Uwak menuntut anak asuhnya tampil lebih solid setelah kehilangan konsentrasi di laga sebelumnya. Dengan dua pelatih yang sama-sama dikenal sebagai pekerja detail, laga ini berpotensi berlangsung dengan tempo tinggi namun minim ruang bagi kesalahan.
Organisasi permainan dan efektivitas penyelesaian akhir kemungkinan akan menjadi penentu hasil akhir. Persipura punya modal pertahanan kuat, sedangkan PSS akan mengandalkan intensitas tinggi dan dukungan publik Maguwoharjo untuk menekan sejak awal.
Jika Persipura mampu memperbaiki final pass-nya sesuai evaluasi RD, peluang mencuri poin di Sleman sangat terbuka. Namun, PSS tentu tak ingin kehilangan muka di hadapan pendukungnya sendiri setelah kekalahan di Lamongan. Dengan kedua tim sama-sama berburu kestabilan, laga ini diprediksi berlangsung ketat dan penuh taktik. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari