RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Lille harus menelan kekalahan mengejutkan 3-4 dari PAOK Thessaloniki pada laga ketiga Liga Europa di Stade Pierre-Mauroy, Jumat (24/10/2025) dini hari WIB.
Meski tampil dominan sepanjang pertandingan, tim asuhan Bruno Genesio justru gagal memanfaatkan peluang dan harus membayar mahal kelengahan di lini belakang.
PAOK tampil lebih efisien sejak awal. Tiga gol di babak pertama dicetak oleh Meïté (18’), Zivkovic (23’), dan Konstantelias (43’), membuat Lille tertinggal 0-3 di paruh waktu.
Tuan rumah baru menemukan momentum di babak kedua. Benjamin André memperkecil ketertinggalan pada menit ke-57 lewat tandukan hasil sepak pojok Calvin Verdonk. Semangat Lille terus meningkat setelah Ignamane mencetak gol kedua pada menit ke-68.
Namun asa untuk menyamakan skor kembali terguncang ketika Zivkovic mencetak gol keduanya pada menit ke-74, membuat PAOK unggul 4-2. Hanya empat menit berselang, Ignamane kembali membobol gawang lawan (78’) untuk menutup laga dengan skor akhir 3-4.
Secara statistik, Lille tampil dominan dengan 65% penguasaan bola dan 22 tembakan (11 di antaranya tepat sasaran). Mereka juga mencatat 13 tendangan sudut dan 486 umpan akurat.
Sebaliknya, PAOK hanya memiliki 8 tembakan dan 35% penguasaan bola, namun tampil lebih efisien dengan expected goals (xG) mencapai 2,40, dibandingkan Lille yang hanya 1,59.
Efisiensi serangan balik dan ketenangan penyelesaian akhir menjadi pembeda utama antara kedua tim. PAOK mampu mengonversi hampir setiap peluang berbahaya menjadi gol, sementara Lille kesulitan mengatasi tekanan di momen-momen krusial.
Lille menunjukkan determinasi tinggi untuk mengejar ketertinggalan, tetapi rapuhnya koordinasi di lini belakang kembali menjadi masalah. Gol penentu Kedziora di menit akhir memperlihatkan bagaimana PAOK mampu memanfaatkan ruang dan kurangnya konsentrasi pemain tuan rumah.
Bruno Genesio terlihat frustrasi di pinggir lapangan, karena timnya sudah berjuang keras namun tetap kehilangan poin di depan publik sendiri.
Dengan hasil ini, Lille harus segera melakukan evaluasi besar jika ingin menjaga peluang lolos dari fase grup. Sebaliknya, PAOK semakin memantapkan diri sebagai tim yang disiplin dan efisien di setiap lini. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari