RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sedianya, La Liga (Liga Spanyol) punya rencana besar pada akhir tahun ini. Yakni, mereka memindah laga antara FC Barcelona melawan Villarreal ke luar Negeri Matador jelang libur natal mendatang (22/12).
Sedianya, Hard Rock Stadium di Miami, Amerika Serikat dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan laga tersebut. Untuk itu, pihak La Liga bekerjasama dengan perusahaan pemegang hak siar liga di AS, Relevent sebagai panitia penyelenggara.
Dalih mereka sendiri, mereka ingin mempromosikan La Liga di luar negeri dengan laga di luar Spanyol. Namun pengumuman tersebut memantik banyak reaksi negatif, terutama dari para pesepak bola di berbagai klub La Liga, serta berbagai klub lawan.
Misal pada laga Real Oviedo melawan Espanyol akhir pekan lalu (18/10), pemain dari kedua kubu menggelar aksi protes terhadap rencana tersebut. Yakni dengan cara menunda kickoff, dan berdiam diri selama 15 detik setelah peluit dibunyikan.
Protes tersebut didikung oleh Asosiasi Pesepakbola Spanyol (AFE) dan mengajak para pesepakbola lain di La Liga beraksi serupa. Namun mereka mengecualikan pemain dari Barcelona dan Villarreal, demi keselamatan karir mereka, meskipun pada akhirnya para pemain El Barca juga ikut melaksanakan protes bersama pemain Altetico Madrid saat bertemu pada keesokan harinya.
“Menimbang penolakan hak pemain yang selalu dilakukan La Liga, serta berbagai rencana mereka yang tidak realistis, AFE menolak semua rencana yang tidak melibatkan para pemain, serta menunut keterbukaan informasi dan pemenuhan hak-hak para pesepak bola sebagai pekerja,” bunyi rilis AFE di hari yang sama.
Akhirnya pada Rabu (22/10), La Liga memutuskan untuk menunda sementara pertandingan tersebut akibat tindakan protes para pemain dan klub, yang mengganggu proses persiapan dan penjualan tiket bagi Relevent. La Liga dan Relevent sendiri belum memutuskan apakah pertandingan dipindah ke tempat lain, namun diperkirakan bakal dikembalikan ke kandang Villarreal, Estadio de la Ceramica.
“Panitia penyelenggara memutuskan untuk membatalkan penyelenggaraan laga karena ketidakpastian yang terjadi di Spanyol akhir-akhir ini. La Liga menyesali keputusan tersebut dan hilangnya kesempatan untuk memperkenalkan liga ke kancah internasional. Terlebih rencana ini sudah memenuhi regulasi federasi sepak bola (RFEF) dan tidak mengganggu integritas kompetisi,” bunyi pernyataan resmi La Liga sebagaimana dikutip dari ESPN.
Pihak manajemen Barcelona menyatakan menerima keputusan tersebut, namun juga kecewa tidak dapat bertanding di Negeri Paman Sam. “Klub menerima keputusan tersebut selayaknya saat menerima pengumuman awal, namun juga kecewa karena kehilangan kesempatan untuk membantu memasarkan kompetisi di pasar strategis,” bunyi pernyataan resmi klub dari wilayah Catalonia tersebut.
Sementara itu, pelatih Villarreal, Marcelino Garcia marah akan keputusan tersebut. Namun bukan karena dia dan pemain asuhannya batal berlibur ke AS, namun karena pengumuman dibuat bersamaan dengan laga UEFA Champions League (UCL) melawan Manchester City pada Rabu dinihari.
“Tindakan mereka mengumumkan pembatalan pertandingan saat kami sedang bertanding mencerminkan tidak adanya rasa hormat penyelenggara liga kepada klub, manajemen, pemain dan suporter kami. Namun klub bakal mengeluarkan pernyataan terpisah, kalau ini murni pendapat saya pribadi,” jelas Marcelino usai laga yang berakhir dengan kemenangan 2-0 untuk City tersebut.
Beberapa pemain Blaugrana sendiri sebenarnya juga menentang keputusan tersebut, sehingga mereka memutuskan ikut dalam aksi protes. Salah satu yang paling lantang diantaranya adalah Frenkie de Jong.
“Saya paham kalau klub ingin cari uang juga, tapi hal seperti ini tidak baik untuk para pemain, yang kini semakin sering berpergian jauh. Selain itu saya juga memahami pendapat berbagai pihak lain, yang menyatakan hal seperti ini juga tidak adil,” jelas gelandang asal Belanda tersebut.
Tidak ketinggalan, rival abadi mereka, Real Madrid juga mendorong agar laga tersebut dibatalkan. Di kubu putih, kiper mereka, Thibaut Courtouis manjadi yang paling lantang menyuarakan penolakan di samping pelatih mereka, Xabi Alonso.
“Hal seperti ini bakal merusak kompetisi. Okelah kalau NBA (Liga Basket AS) atau NFL (Liga American Football) bisa, karena memang seluruh pemilik klub di sana sepakat. Nah kalau di sini malah sebaliknya, yang mau hanya pemilik liga dan hal tersebut juga melanggar kesepakatan dengan asosiasi pemain,” jelas kiper asal Belgia tersebut.
Sebagai catatan samping, setiap klub di NFL hanya perlu bermain sebanyak 17 kali, dengan jatah satu kali seminggu plus satu minggu libur. Sementara di NBA, setiap klub menjalani 82 pertandingan. Jumlah tersebut tidak termasuk babak playoff untuk menentukan juara liga, yang dapat bervariasi tergantung posisi klub di klasemen akhir.
Selain La Liga, Serie A punya niatan serupa dengan merencanakan agar pertandingan AC Milan melawan Como FC diboyong ke Australia Februari mendatang. Berbeda dengan La Liga yang memindahkan pertandingan munri untuk keperluan komersil, pertandingan Milan melawan Como dipindah karena lokasi pertandingan, Stadion San Siro, dipinjam untuk pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026 pada hari H pertandingan. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana