RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Duel akbar bakal menutup matchday ketiga UEFA Champions League (UCL, Liga Champions) antara dua raksasa eropa bermotif monokrom, yakni Real Madrid vs Juventus. Menghadapi hitam-putihnya laga pada Kamis dinihari (23/10), kedua pelatih dari kedua kubu menolak meremehkan satu sama lain.
Juventus datang bertamu ke Stadion Santiago Bernabeu dengan sakit kepala, baik di tingkat dometsik maupun Eropa. Di Serie A (Liga Italia), total sudah empat laga beruntun Si Nyonya Tua tidak meraih poin maksimal. Bahkan terbaru, mereka memetik kekalahan perdana setelah diceburkan oleh Como dengan skor 2-0 akhir pekan lalu (19/10).
Sementara di awal perjalanan mereka di UCL, Juve juga belum merasakan kemenangan maupun kekalahan. Di pekan pertama mereka berhasil menghindari kekalahan dari Borussia Dortmund dengan skor 4-4, namun di pekan kedua justru Villarreal sukses membubarkan kemenangan di depan mata dengan skor 2-2.
Sehingga allenatore (pelatih) Juve, Igor Tudor berharap para pemain asuhannya tetap bisa tampil lepas menghadapi El Real. Namun mereka juga harus bermain dengan konsentrasi tinggi karena El Real terkenal sering sukses mencuri bola dan membuka kesempatan mencetak gol.
“Kita tidak boleh datang ke sini dengan banyak pikiran, karena mereka dapat dengan mudah mencetak gol. Jadi saya ingin kita datang ke sini dengan benar, yakni dengan disiplin tinggi dan minim kehilangan bola,” jelas pelatih asal Kroasia tersebut pada konferensi pers pra-pertandingan Selasa (21/10).
Banyak yang meyakini, dengan hasil-hasil yang membuat Juventini (suporter Juventus) muram sejak September lalu, pertandingan ini bakal menentukan nasib jabatan Tudor di Juventus. Pelatih yang menggantikan Thiago Motta tersebut santer dikabarkan lenger lebih awal jika Juventus berkehendak dan dapat menebus pesangonnya pasca laga melawan Madrid.
Sementara itu di kubu Real Madrid, Kylian Mbappe dkk. sedang dalam suasana tenteram dan terbang tinggi di angkasa. Dalam lima pertandingan terakhir, hanya tetangga mereka sendiri, yakni Atletico Madrid yang dapat menyandung Los Merengues dalam perburuan tiga poin di tingkat domestik.
Di UCL Real Madrid bahkan tidak perlu keluar keringat banyak, karena hanya menghadapi lawan-lawan yang ringan sejauh ini. Di pekan pertama mereka ketiban rejeki penalti yang dapat dieksekusi Mbappe dengan hasil akhir 2-1, sementara di pekan kedua mereka dengan mudah menghaluskan Kairat Almaty hingga jadi bubuk dengan skor 5-0.
Pun demikian, entrenador (pelaith) Real Madrid, Xabi Alonso menolak meremehkan Juventus. “Apapun hasil yang bereka belakangan ini kita harus waspada. Biasanya klub-klub Italia yang sedang tampil jelek bahanyanya justru dua kali lipat,” papar pelatih yang dulu juga berseragam Real Madrid semasa aktif bermain.
Xabi sendiri juga menaruh perhatian khusus pada Kenan Yildiz. “Dulu dia didikan akademi Bayern Munchen semasa saya melatih mereka. Saya bangga melihat dirinya tumbuh besar bersama jUve dan Timnas Turki,” tambahnya.
Yang jelas, usai meladeni Juve, para penggawa Madrid tidak dapat langsung berleha-leha. Pasalnya pada Minggu (26/10) mereka akan menjalani putaran pertama El Clasico melawan Barcelona, dengan implikasi El Barca bisa menyalip El Real di puncak klasemen La Liga (Liga Spanyol) jika mereka berhasil mecuri tiga poin. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana