RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Barcelona akan menjamu Olympiacos pada laga fase grup Liga Champions di Estadi Olímpic Lluis Companys, Selasa (21/10) pukul 23.30 WIB.
Pertandingan ini bukan cuma perebutan tiga poin, tetapi juga menjadi ajang uji coba formasi baru Hansi Flick di lini depan Blaugrana.
Barcelona datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih kemenangan pada laga perdana. Catatan sejarah pun berpihak pada mereka, Blaugrana telah memenangkan tujuh pertandingan kandang terakhir melawan wakil Yunani di kompetisi UEFA.
Sebaliknya, Olympiacos masih kesulitan tampil di tanah Spanyol. Dari 16 laga tandang Eropa terakhir, mereka menelan 14 kekalahan.
Cedera Memaksa Flick Berimprovisasi
Hansi Flick menghadapi situasi yang tidak ideal menjelang pertandingan ini. Sejumlah pemain penting di lini tengah dan depan harus menepi karena cedera.
Nama-nama seperti Gavi, Ferran Torres, Robert Lewandowski, Raphinha, dan Dani Olmo dipastikan tidak bisa tampil.
Kondisi itu membuat Flick harus berimprovisasi. Menurut laporan El Nacional, pelatih asal Jerman tersebut kemungkinan akan menurunkan komposisi tengah yang sama seperti laga terakhir di La Liga dengan Casadó sebagai jangkar, Pedri di sisi dalam, dan Frenkie de Jong sedikit lebih maju.
Sementara di lini depan, Fermín López disebut berpeluang tampil sejak menit awal bersama Lamine Yamal dan Marcus Rashford.
Fermín dikenal sebagai gelandang serang muda yang penuh energi dan memiliki naluri menyerang tinggi. Gaya bermainnya yang agresif dan berani menekan diyakini dapat memberikan warna baru pada serangan Barcelona.
Roony Bardghji Masuk dalam Rencana
Namun laporan berbeda datang dari SPORT. Dalam sesi latihan terakhir, Flick dikabarkan tengah mencoba formasi penyerang baru dengan kombinasi Roony Bardghji - Marcus Rashford - Lamine Yamal.
Trio ini menarik perhatian karena seluruhnya mengandalkan kecepatan dan kreativitas, karakter yang sesuai dengan filosofi permainan cepat milik Flick.
Dalam skema tersebut, Rashford tetap menempati posisi penyerang tengah. Lamine Yamal bermain di kanan, sementara Bardghji, yang biasanya beroperasi di kanan, dicoba di sisi kiri.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk eksperimen untuk mencari keseimbangan baru sekaligus memaksimalkan potensi para pemain muda.
Bardghji tampil impresif ketika menjadi pemain pengganti pada laga sebelumnya. Pemain asal Swedia itu dikenal memiliki kemampuan menggiring bola cepat dan naluri mencetak gol tinggi, dua atribut yang bisa menjadi pembeda di lini depan Barcelona.
Ajang Uji Kreativitas Flick
Sejak kedatangannya ke Barcelona, Hansi Flick dikenal sebagai pelatih yang berani melakukan inovasi taktik. Ia berusaha menggabungkan permainan cepat dan vertikal khas Jerman dengan gaya penguasaan bola ala Blaugrana.
Kini, badai cedera justru membuka ruang bagi Flick untuk menguji kedalaman skuad sekaligus mencari wajah baru di sektor depan.
Pertandingan melawan Olympiacos menjadi momen penting bagi Flick untuk menilai efektivitas kombinasi muda seperti Yamal, Fermín, dan Bardghji. Jika trio ini tampil sesuai harapan, Barcelona bisa menemukan alternatif serangan baru yang lebih segar dan dinamis.
Lebih dari Sekadar Kemenangan
Bagi Barcelona, kemenangan tentu penting untuk menjaga posisi di klasemen grup. Namun bagi Hansi Flick, laga ini memiliki makna lebih besar.
Pertemuan kontra Olympiacos akan menjadi laboratorium taktik bagi sang pelatih untuk menguji kemampuan tim beradaptasi di tengah keterbatasan.
Sementara bagi para pemain muda, pertandingan ini menjadi panggung pembuktian, siapa yang layak menjadi andalan baru di lini depan Blaugrana. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari