RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Timnas Indonesia Putra dan Putri memiliki nasib yang cukup terbalik dalam fase grup SEA Games 2025 yang berlangsung Desember mendatang. Berdasarkan hasil drawing pada Minggu malam (19/10), Timnas Putra bakal mengawali perjalanan dengan mudah di atas kertas, sementara Timnas Putri langsung berhadapan dengan lawan berat.
Di cabor sepak bola putra yang menurunkan skuad U-23, fase grup terbagi menjadi tiga grup dengan total peserta 10 negara. Indonesia tergabung di Grup C, bersama Myanmar, Filipina dan Singapura.
Di atas kertas, para Garuda Muda bisa bersantai dengan catatan apik melawan ketiga negara tersebut. Terakhir kali bertemu di SEA Games 2022, Indonesia memukul Myanmar dengan skor 3-1 dan menggilas Filipina dengan skor 4-0.
Pun demikian kedua duel tersebut terjadi tiga tahun lalu, dan sebagian penggawa skuad saat itu telah naik kelas ke timnas senior. Sehingga tentu, kekuatan semua skuad juga bakal berubah lagi.
Juara grup dari ketiga grup putra tersebut otomatis lolos ke babak semifinal di Bangkok. Sementara satu kursi tersisa bakal ditentukan dari catatan peringkat kedua terbaik.
Sementara di cabor sepak bola putri, fase grup hanya terdiri dari dua grup, dengan total peserta 8 negara. Para penggawa Timnas Putri bergabung di Grup A, dan bakal meladeni Singapura, Thailand dan Kamboja.
Karena hanya ada dua grup dengan jumlah seimbang, juara dan runner-up masing-masing grup putri langsung lolos ke semifinal. Berbeda dengan pertandingan putra, semifinal dan final putri akan digelar di Chonburi.
Berbeda dengan Timnas Putra yang tergolong santai, Timnas Putri perlu kerja keras untuk dapat melangkah ke babak semifinal. Harapan tiga poin mudah hanya terletak pada Singapura, dengan rekor 4 kali menang dan 1 kali kalah dari Negeri Merlion pada lima pertandingan terakhir.
Para putri tanah air punya rekor berimbang berhadapan dengan Kamboja, yakni dua kali menang dan dua kali seri. Pertemuan terakhir mereka terjadi pada Piala AFF Wanita 2025 Agustus lalu, ketika Nurrohmah Rosdilah membawakan satu-satunya poin yang bisa dibawa pulang Timnas Putri.
Tentu, jangan tanyakan kualitas Timnas Putri Thailand, yang terkenal sebagai salah satu kekuatan besar dalam sepak bola putri Asia. Indonesia tidak pernah memenangkan lima pertandingan terkahir mereka, termasuk pada Piala FF Wanita lalu ketika Garuda Putri disulap jadi debu dengan skor 0-7.
SEA Games kali ini juga bakal jadi turnamen pengantar transisi kepelatihan Timnas, baik putra maupun putri. Sebagai pengingat, saat ini Timnas Putra U-23 dinahkodai oleh Indra Sjafri usai didepaknya Gerald Vanenburg, sementara Timnas Putri untuk saat ini ditangani pelatih skuad U-19 Putri, Akira Higashiyama, dengan Satoru Mochizuki digeser menjadi Penasihat Teknis. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana