RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tak terasa Piala Dunia U-17 2025 tinggal menunggu hitungan hari. Fadly Alberto Hengga dkk. akan segera beraksi membela panji Garuda mulai awal November mendatang.
Untuk membiasakan diri bermain di bawah terik matahari Qatar dan mulai mengenal karakteristik sesama peserta Piala Dunia, Timnas Indonesia U-17 bakal mengadakan tiga uji coba terakhir di Uni Emirat Arab pekan depan. Para penggawa Timnas sendiri sudah berangkat dari Tanah Air sejak Jumat (17/10).
Serupa dengan rancangan awal uji coba Piala Kemerdekaan Agustus lalu, skuad Garuda muda akan berhadapan dengan tiga lawan dari tiga benua berbeda. Yakni Paraguay (25/10), Afrika Selatan (27/10), dan Panama (29/10).
Terakhir kali Indonesia bertemu dengan Afrika Selatan, para Garuda Muda bertindak sebagai tuan rumah pada Agustus lalu sebelum helatan Piala Kemerdekaan 2025. Indonesia berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 dalam pertemuan tersebut.
Timnas U-17 Afrika Selatan sendiri baru sekali hadir di Piala Dunia U-17, yakni pada 2015 silam. Mereka gagal lolos kualifikasi pada edisi sebelumnya, yang digelar di Indonesia 2023 silam.
Sama seperti timnas senior milik mereka, Paraguay U-17 merupakan tim yang rajin hadir dalam gelaran Piala Dunia kategori usia tersebut, dengan prestasi terbaik mencapai babak perempat final di edisi 1999 dan 2019. Namun pada helatan terakhir di Indonesia 2023 lalu, mereka gagal lolos babak kualifikasi.
Sementara itu Panama U-17 baru tiga kali hadir di helatan Piala Dunia U-17, termasuk pada 2023 lalu di Indonesia. Prestasi terbaik mereka hanya sampai babak 16 besar pada debut mereka pada edisi 2011, sementara pada edisi 2023 lalu mereka gugur di fase grup.
Uniknya, pada 2023 lalu mereka satu grup dengan Indonesia U-17. Dalam pertandingan mereka di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, kemenangan Panama sukses dibubarkan oleh Arkhan Kaka, namun Indonesia gagal menambah satu gol ekstra sehingga pertandingan berakhir imbang 1-1.
Menurut pelatih Timnas U-17 Nova Arianto, keutamaan program latihan jelang Piala Dunia tidak befrokus pada fisik saja, namun juga mental. Nova mendorong anak-anak asuhnya untuk dapat jadi pembunuh raksasa.
“Saya selalu tekankan ke pemain, di sepak bola semuanya bisa terjadi sebelum peluit akhir berbunyi. Jepang bisa mengalahkan Brasil di level senior, jadi tidak ada yang mustahil. Yang penting mental, fisik, dan disiplin, tiga hal itu yang akan membedakan hasil di lapangan nanti,” jelas Nova pada Kamis (15/10), mengutip dari laman PSSI.
Menurut Nova, satu penggawa Garuda Muda diperkirakan akan datang telat, dan satu lain dipastikan tidak ikut uji coba akibat benturan jadwal kompetisi. Yakni Mike Rajasa yang masih diperlukan FC Utrecht di bawah mistar, dan Nico Mjosund yang masih perlu membela BK Rosenborg.
“Mike Rajasa dari FC Utrecht baru akan bergabung pada 2 November karena klubnya masih menjalani kompetisi. Untuk Nicholas Indra Mjosund, ia baru bergabung tanggal 28 dan akan kami lihat situasinya apakah bisa dibawa ke Piala Dunia atau tidak,” papar Coach Nova.
Sebagai pengingat, Indonesia U-17 tergabung di Grup H bersama Brazil, Zambia dan Honduras pada fase grup mendatang. Para Garuda Muda akan mulai bertarung pada 4 November mendatang, dengan Zambia sebagaui lawan pertama. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana