Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kluivert Dipecat setelah Melatih 10 Bulan, Berikut Daftar Pelatih Timnas Indonesia sejak 1934-2025. Siapa Jagoanmu?

Bhagas Dani Purwoko • Kamis, 16 Oktober 2025 | 21:42 WIB
Patrick Kluivert Dipecat PSSI.
Patrick Kluivert Dipecat PSSI.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Usai gagal membawa Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026, PSSI resmi pecat Patrick Kluivert, Kamis (16/10/2025). 

Pelatih asal Belanda itu melatih Timnas Indonesia belum genap setahun alias hanya sepuluh bulan. Karena pergantian pelatih Timnas Indonesia sebelumnya yakni Shin Tae-yong (STY) menjadi Patrick Kluivert punya beban target yang sama yaitu lolos kualifikasi Piala Dunia 2026.

 

Ternyata, pergantian pelatih itu tak membuahkan hasil memuaskan. Bahkan, direkrutnya Patrick Kluivert pada Januari 2025 lalu membuat pro-kontra. Karena publik merasa skuad Timnas Indonesia sudah ke arah yang jelas di bawah arahan pelatih STY. 

Publik saat itu sangat menyesalkan pergantian pelatih ketika di pertengahan kualifikasi Piala Dunia 2026. Seharusnya, menurut publik, PSSI menyelesaikan seluruh perjalanan kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan pelatih STY. Sebab, chemistry antarpemain dan pelatih tidak bisa dibuang secara instan.

Dan, akhirnya terjawab. Asa Timnas Garuda untuk mencicipi Piala Dunia 2026 telah pupus. Akibat kalah pada dua laga terakhir. Yakni, pada 11 Oktober 2025 - Irak vs Indonesia (1-0) dan 8 Oktober 2025 - Indonesia vs Arab Saudi (2-3).

Durasi melatih pemain legenda asal Belanda itu sebenarnya seperti pelatih-pelatih Timnas Indonesia sebelumnya. Sebagian besar durasi melatihnya singkat. Dilansir dari laman Wikipedia, setidaknya sejak 1934-2025, lebih dari 40 pelatih pernah menukangi Timnas Garuda.

Pelatih Timnas Indonesia terlama ialah Antun Pogačnik. Pelatih asal Krosia itu melatih timnas selama sembilan tahun, 1954-1963. Lalu, Erents Alberth Mangindaan melatih selama empat tahun 1966–1970. Juga disusul STY yang membidani timnas kurang lebih empat tahun, 28 Desember 2019 - 6 Januari 2025.

Kemudian, ada lagi dua sosok pelatih timnas yang pernah melatih tiga kali dengan periode yang berbeda. Yaitu Benny Dollo dan Alfred Riedl. 

Benny Dollo pernah melatih timbas pada 2000–2001, 2008–2010, dan 2015. Kemudian, Alfred Riedl pernah melatih timnas pada 2010–2011, 2013–2014, dan 2016. Lalu, dari deretan pelatih tersebut, siapa kira-kira jagoanmu?

Daftar Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa:

  1. Jan Mastenbroek (1934-1938)
  2. Choo Seng Quee & Indonesia Tony Wen (1951-1953)
  3. Antun Pogačnik (1954-1963)
  4. Erents Alberth Mangindaan (1966-1970)
  5. Endang Witarsa (1970)
  6. Djamiat Dalhar (1970-1972)
  7. Suwardi Arland (1972-1974)
  8. Aang Witarsa (1974-1975)
  9. Wiel Coerver (1975-1976)
  10. Suwardi Arland (1976-1978)
  11. Frans van Balkom (1978-1979)
  12. Marek Janota (1979-1980)
  13. Barat Bernd Fischer (1980-1981)
  14. Harry Tjong (1981-1982)
  15. Sinyo Aliandoe (1982-1983)
  16. Muhammad Basri, Iswadi Idris, & Abdul Kadir (1983-1984)
  17. Bertje Matulapelwa (1985-1987)
  18. Anatoli Polosin (1987-1991)
  19. Ivan Toplak (1991-1993)
  20. Romano Mattè (1993-1996)
  21. Andi M. Teguh (1996)
  22. Danurwindo (1996)
  23. Henk Wullems (1996-1997)
  24. Rusdy Bahalwan (1998)
  25. Bernhard Schumm (1999)
  26. Nandar Iskandar (1999-2000)
  27. Benny Dollo (2000-2001)
  28. Ivan Venkov Kolev (2002-2004)
  29. Peter Withe (2004-2007)
  30. Bambang Nurdiansyah (2005)
  31. Ivan Venkov Kolev (2007)
  32. Benny Dollo (2008-2010)
  33. Alfred Riedl (2010-2011)
  34. Wim Rijsbergen (2011–2012)
  35. Aji Santoso (2012)
  36. Nil Maizar (2012–2013)
  37. Luis Manuel Blanco (2013)
  38. Rahmad Darmawan (2013)
  39. Jacksen F. Tiago (2013)
  40. Alfred Riedl (2013-2014)
  41. Benny Dollo (2015)
  42. Pieter Huistra (2015)
  43. Alfred Riedl (2016)
  44. Luis Milla (2017-2018)
  45. Danurwindo (2018)
  46. Bima Sakti (2018)
  47. Simon McMenemy (2019)
  48. Yeyen Tumena (2019)
  49. Shin Tae-yong (28 Desember 2019 - 6 Januari 2025)
  50. Patrick Kluivert (8 Januari - 16 Oktober 2025)

Sementara itu, mari kita tunggu bersama langkah selanjutnya PSSI untuk Timnas Indonesia. 

Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan pelatih kepala Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, sang ketua federasi menyampaikan ucapan terima kasih disertai pesan ambisius untuk masa depan sepak bola nasional.

“Terima kasih atas kontribusi yang sudah diberikan Coach Patrick Kluivert dan Tim Kepelatihan selama hampir 12 bulan untuk PSSI & Timnas Indonesia,” tulisnya dalam pernyataan resmi yang diunggah Kamis (16/10).

Dia menegaskan keputusan ini diambil dengan rasa saling menghormati antara kedua pihak. “Dengan penuh rasa hormat, PSSI dan Coach Patrick & Tim Kepelatihan sepakat untuk mengakhiri kerja sama ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu menyampaikan apresiasi atas dedikasi Kluivert selama memimpin skuad Garuda. Dia menyebut pelatih asal Belanda itu tetap meninggalkan kesan baik dalam perjalanan tim nasional.

“Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan Timnas Indonesia dan berjuang bersama untuk Merah Putih,” ujarnya.

Selain menyampaikan perpisahan, pimpinan federasi tersebut juga menegaskan arah baru dan target jangka panjang yang sudah disiapkan PSSI. Menurutnya, capaian tim Garuda yang mampu menembus Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 merupakan bukti perkembangan positif yang perlu dijaga momentumnya.

“Terima kasih juga untuk seluruh suporter, pemain beserta keluarga dan ofisial yang sudah berjuang dan memberikan dukungan untuk Timnas Indonesia yang bisa melaju hingga Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang merupakan sejarah dalam dunia sepak bola Indonesia,” lanjutnya.

Federasi kini akan melakukan evaluasi menyeluruh dan menyusun strategi baru untuk mencapai target berikutnya. “Kita akan melakukan evaluasi dan menentukan target bagi Timnas Indonesia berikutnya untuk bisa masuk ranking 100 besar FIFA, Piala Asia 2027, dan Piala Dunia 2030,” tegas sang ketua umum. (bgs)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#STY #menpora #Timnas Indonesia #patrick kluivert #erick thohir #PSSI #shin tae yong