RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Skuad pemain dan staf pelatih klub Bali United untuk BRI Super League 2025/2026 banyak menjadi sorotan pemerhati sepak bola Indonesia. Pasalnya klub berjuluk Serdadu Tridatu tersebut punya staf kepelatihan bekas Eredivisie (Liga Belanda), serta diperkuat pemain asal Belanda, plus pemain naturalisasi Indonesia asal Belanda.
Rinciannya, sejak musim ini Bali United ditangani oleh Johnny Jansen, yang sebelumnya melatih PEC Zwolle di Eredivisie. Tentu Johnny tidak datang sendiri, dia memboyong serta Jeffrey Talan dan Ronnie Pander sebagai asistennya.
Selain itu kedatangan Jansen juga dibarengi oleh empat pemain Belanda, yakni Jordy Bruijn, Tijmen Goppel, Mike Hauptmeier, dan Tim Receveur. Selain itu Serdadu Tridatu juga sukses mengamankan jasa Jens Raven, yang mengaku tertarik dibimbing oleh Jansen.
“Dia pelatih berpengalaman di Eredivisie bersama PEC Zwolle. Bagi saya, ini menjadi peluang untuk bisa dilatih oleh dia di Bali United. Begitu juga dengan pemain lainnya yang ada dalam klub Bali United akan berkembang dilatih oleh Coach Johnny untuk memberikan yang terbaik di Bali United,” papar Raven saat dirinya pertama datang di Bali United Juli lalu.
Sebagai catatan samping, Mike Hauptmeier juga sebelumnya berada di bawah kepelatihan Jansen semasa di PEC Zwolle. Sementara Tijmen Goppel sempat berkelana ke Jerman, membela Wehen Wiesbaden sebelum berlabuh ke Pulau Dewata.
Dalam wawancara bersama ESPN.nl pada Sabtu (11/10), Johnny sendiri mengaku minatnya untuk melatih Bali United tidak sepenuhnya berawal dari keinginannya sendiri. Menurutnya, Jeffrey yang paling memiliki minat untuk pindah ke Indonesia. “Sudah lama Jeffrey berkeinginan untuk merumput di Indonesia,” jelas Johnny.
Namun, jalan mereka bertiga ke Indonesia dipaving oleh asisten pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor. Seingat Johnny, Alex bercerita soal Bali United kepadanya usai bertemu dengan pemilik Bali United, Pieter Tanuri.
“Kata Alex, pemilik klub ingin merekrut pelatih asal Belanda. Kemudian dia menghubungkan saya dan Jeffrey dengan Bali United,” papar pelatih yang juga pernah mengasuh Eliano Reijnders semasa di PEC Zwolle tersebut.
Jeffrey Talan sendiri juga dekat dengan Alex Pastoor semasa masih di Eredivisie. Sebelum bekerja bersama Johnny Jansen, Jeffrey merupakan asisten Alex semasa melatih Almere City hingga 2024 silam.
Sementara itu,keputusan untuk memboyong para pemain Belanda merupakan ide dari Johnny sendiri. Dengan ini, Johnny dapat menanamkan pakem bermain Eredivisie, terutama racikannya sendiri, dalam tubuh Serdadu Tridatu.
“Jadi kami mencoba menyusun serangan dari lini belakang, kemudian lanjut dengan pressing ketat, sama seperti yang kami mainkan di Belanda,” papar pelatih asal Heerenveen tersebut.
Sejauh ini, Jansen mengaku terkejut, namun dapat mencerna suasana dan skena sepak bola Indonesia. Pandangannya, sepak bola Indonesia berlangsung riuh, menguras fisik, dan sengit.
“Banyak pemain yang bermain dengan emosional, juga banyak kontak fisik, serta kerumunan yang mengerubungi wasit. Kemudian biasanya setelah setengah jam kelelahan langsung terasa, sehingga banyak lini pemain yang mulai bolong. Ditambah lagi stadion di sini besar-besar, dan selalui ramai dengan penonton yang berisik,” ungkap Johnny.
Sejauh ini, Johnny dan para asistennya sudah menjalani tujuh pertandingan Super League bersama Bali United, dengan hasil dua kali menang, tiga kali seri, dan dua kali kalah. Selanjutnya, Serdadu Tridatu bakal berangkat ke Jawa Tengah untuk berhadapan dengan Persijap Jepara pada Minggu (19/10). (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana