Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Gagal Bawa Indonesia ke Piala Dunia, Media Belanda Sindir Kluivert Dkk: ‘Tak Layak, Enklave Belanda di Indonesia Gagal Total’

Hakam Alghivari • Senin, 13 Oktober 2025 | 22:37 WIB

 

Jajaran pelatih timnas Indoneisa dikritik habis oleh pundit Belanda.
Jajaran pelatih timnas Indoneisa dikritik habis oleh pundit Belanda.

RADARBOJONEGORGO.JAWAPOS.COM - Kekalahan Indonesia dari Irak dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 menuai sorotan tajam dari media Belanda. Kolumnis senior De Telegraaf, Valentijn Driessen, menyebut proyek besar “nuansa Belanda” di tubuh timnas Indonesia telah gagal total.

Dalam tulisannya yang dimuat di situs Voetbal Primeur, Driessen menilai bahwa meskipun Indonesia diisi sejumlah sosok asal Belanda di jajaran pelatih dan staf, hasilnya justru berakhir mengecewakan.

“Meskipun ada sekelompok orang Belanda di semua lapisan staf dan skuad, mereka disingkirkan oleh Irak,” tulis Driessen seperti dikutip dari Voetbal Primeur.

“Sebuah penampilan buruk melawan tim yang secara kualitas jauh lebih lemah. Tak diragukan lagi, hal ini akan berujung pada hari pemecatan besar-besaran, dan sebagian besar ‘enklave Belanda’ itu akan segera meninggalkan lapangan di Jakarta dengan cap: tidak layak.”

Nama-nama seperti Patrick Kluivert, Alex Pastoor, Denny Landzaat, Jordy Cruijff, dan Regi Blinker menjadi sorotan utama.

Kelimanya merupakan bagian dari proyek modernisasi sepak bola Indonesia yang diharapkan bisa membawa Garuda menembus panggung dunia. Namun dua kekalahan beruntun dari Arab Saudi dan Irak membuat peluang itu pupus.

Apa yang Dimaksud dengan “Enklave Belanda”?

Istilah “enklave Belanda” (Nederlandse enclave) yang digunakan Driessen bukan merujuk pada wilayah, melainkan kelompok orang Belanda yang memiliki peran besar di dalam struktur tim nasional Indonesia.

Istilah ini bersifat metaforis — menggambarkan dominasi figur-figur asal Belanda di jajaran staf pelatih dan pemain.

Selain nama-nama di bangku pelatih, sejumlah pemain seperti Jordi Amat, Sandy Walsh, Marc Klok, dan Rafael Struick juga memiliki latar belakang sepak bola Belanda.

Dengan istilah itu, Driessen secara sarkastik menggambarkan bahwa proyek Bernuansa Belanda di timnas Indonesia telah gagal menunjukkan hasil. Indonesia dianggap mengimpor sistem dan tenaga dari Eropa, tetapi tetap tidak mampu menembus level kompetitif Asia.

Konteks Kritik: Proyek Besar yang Gagal Menjadi Harapan

Patrick Kluivert datang ke Indonesia dengan ekspektasi besar dan janji membawa disiplin serta pendekatan taktik khas Eropa. Ia juga membawa sejumlah staf dengan pengalaman Eredivisie untuk mendampingi para pemain muda yang sebagian bermain Liga top Eropa.

Namun, performa di lapangan belum sejalan dengan ekspektasi. Dalam dua laga terakhir, Indonesia kebobolan lima gol tanpa mencetak satu pun.

Kritik Driessen kemudian menyoroti bahwa hasil itu menjadi ironi dari proyek yang semula digadang-gadang sebagai titik balik sepak bola Indonesia.

Meski begitu, sejumlah pengamat menilai bahwa nada kritik Driessen yang dikenal tajam dan provokatif perlu dilihat secara proporsional. Ia merupakan kolumnis sepak bola senior dan kepala desk olahraga di De Telegraaf, salah satu surat kabar terbesar di Belanda, dan kerap menggunakan gaya opini yang keras untuk menggugah perdebatan publik. (kam/bgs)

 

Editor : Hakam Alghivari
#kritik #media belanda #Timnas Indonesia #piala dunia 2026 #gagal total