Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Gagal Pimpin Timnas Indonesia ke Piala Dunia, Erick Thohir dan Arya Sinulingga Akhirnya Minta Maaf

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 12 Oktober 2025 | 23:00 WIB
Erick Thohir.
Erick Thohir.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Perjalanan roller coaster Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 akhirnya berhenti secara prematur pada Minggu dinihari (12/10). Perjuangan Indonesia terhenti di tangan Irak, melalui kekalahan 0-1 di hari kedua kualifikasi.

Tentu, kekalahan tersebut membuat banyak publik Indonesia mencak-mencak. Pasalnya tidak hanya para penggawa Timnas gagal mewujudkan mimpi ke Piala Dunia dan harus menunggu hingga 2029 untuk kesempatan berikutnya, kegagalan tersebut terjadi setelah PSSI memutuskan mengganti Shin Tae-Yong dengan Patrick Kluivert untuk mengisi kursi kepelatihan.

Usai kekalahan tersebut, Ketua Umum PSSI Erick Thohir langsung meminta maaf melalui unggahan media sosial pribadinya. Selain itu dia juga tetap mengacungi jempol perjuangan para penggawa Garuda.

“Terima kasih kepada suporter, pemain, dan ofisial atas perjuangan untuk bisa sampai Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertama kali dalam sejarah, Indonesia bisa sampai di titik sejauh ini. Kami memohon maaf mimpi masuk ke Piala Dunia belum bisa kami wujudkan,” ujar Erick yang kini juga menduduki kursi Menteri Pemuda dan Olahraga.

Serupa dengan Erick, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga juga turut meminta maaf melalui unggahan media sosial. Terlebih, Arya sebelumnya juga menjadi salah satu sosok yang menjagokan staf kepelatihan pimpinan Patrick.

“Semua yang terlibat dalam perjalanan Timnas telah berjuang sampai sejauh ini, Timnas juga sudah bersaha maksimal. Manusia yang berencana, tetapi Tuhan yang mementukan. Kami mohon maaf,” ujar Arya.

Beberapa penggawa Timnas juga ikut buka suara di media sosial, baik untuk meminta maaf maupun sekedar merenung tentang perjalanan mereka. Tak lupa mereka juga berterima kasih kepada para suporter yang telah menemani perjalanan mereka.

“Saya patah hati karena kita telah tersingkir dari persaingan menuju Piala Dunia di AS. Terima kasih kepada para suporter yang telah menemani dan ikut berpergian bersama kami kemanampun kami bermain. Sekarang waktunya mencerna dan berkaca pada perjalanan ini,  dan bekerja keras agar dapat berkembang demi masa depan yang kita bangun,” ungkap Maarten Paes.

“Susah menggambarkan rasa sakit yang saya alami, terutama berkaca pada harapan kami semua untuk menggapai mimpi. Para suporter yang menonton langsung maupun di rumah, dan anak-anak yang bermain di jalanan serta semua masyarakat yang telah mendukung kami, terima kasih,” ujar Ole Romeny, yang sempat dilanggar keras dalam pertandingan tersebut.

Meskipun para warganet bersimpati kepada para pemain, banyak yang mendorong agar antara pelatih Timnas, Patrick Kluivert atau Erick Thohir undur diri dari jabatan masing-masing. Patrick paling banyak menerima hujatan, dengan tagar #KluivertOut membanjiri media sosial. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Exco #irak #indonesia #kualifikasi piala dunia #Timnas Indonesia #Maarten Paes #arya sinulingga #patrick kluivert #erick thohir #piala dunia #ole romeny #PSSI