RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Timnas Indonesia terpaksa menunggu hingga 2029 mendatang untuk kembali mewujudkan mimpi menembus Piala Dunia. Perjuangan skuad Garuda untuk tampil di edisi 2026 akhirnya terhenti di tangan Irak melalui kekalahan 0-1 pada Minggu dinihari (12/10).
Sejatinya, Indonesia dapat tancap gas terlebih dahulu dan dapat mengimbangi permainan Irak. Namun bolongnya lini pertahanan jelang akhir pertandingan membuka ruang bagi Zidane Iqbal untuk menaklukkan Maarten Paes.
Bahkan perpanjangan waktu yang sangat molor akibat kerusuhan antara staf kepelatihan Irak, para penggawa Garuda dan wasit tidak memberikan ruang untuk mencetak gol tambahan bagi kedua tim.
Sebagai catatan, di akhir pertandingan Indonesia terpaksa memborong tiga kartu merah sekaligus. Shayne Pattynama diusir karena berdebat dengan pelatih Irak, Graham Arnold, Thom Haye ikut diusir di tengah kerusuhan yang terjadi, dan Manajer Timnas, Sumardji ikut diusir karena mendorong wasit setelah Shayne diganjar kartu merah.
Tentu, pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert kecewa atas hasil tersebut. Namun dirinya masih menganggap anak-anak asuhnya bermain dengan apik.
“Kalau kita perhatikan pertandingannya, menurut saya kami lebih unggul. Tidak hanya saya yang kecewa, namun para pemain, staf pelatih dan seluruh masyarakat,” jelas Patrick dalam konferensi pers pasca pertandingan, sebagaimana dikutip dari laman AFC.
Pun demikian, Patrick juga menyorot kesalahan yang dilakukan oleh Rizky Ridho, yang tidak sengaja membuang bola sehingga membuka kesempatan bagi lini depan Irak menata serangan cepat yang berbuah gol dari Iqbal.
“Saya bangga kepada para pemain yang telah berjuang sepenuh hati dan penuh kebneranian, namun sayang hasil pertandingan tidak mencerminkan usaha kami membuka peluang. Satu kesalahan kecil saja sudah menyebabkan kami kalah,” papar mantan pemain Barcelona tersebut.
Ketika disinggung mengenai nasibnya sendiri sebagai pelatih, Patrick mengaku belum yakin apakah dirinya bakal aman atau bakal undur diri. Pun demikian, dorongan publik untuk PSSI agar melengserkan pelatih asal Belanda tersebut menguat usai kekalahan tersebut.
“Yang jelas kita renungkan dulu apa yang telah kita capai sejauh ini. Saat ini saya belum ada jawaban jelas untuk masa depan saya, dan saya benar-benar tidak tahu apa yang terjadi,” ujarnya.
Dengan tersingkirnya Indonesia dari kualifikasi Piala Dunia 2026, tersisa penentuan siapa yang akan langsung berangkat ke Amerika Serikat, dan siapa yang akan berebut tiket terakhir di kualifikasi antar benua antara Arab Saudi dan Irak.
Selain Indonesia, Oman hampir dapat dipastikan ikut angkat koper dari babak kualifikasi. Satu-satunya harapan yang tersisa untuk mereka adalah lolos ke putaran kelima kualifikasi menghadapi pemenang antara Arab Saudi melawan Irak, dan hanya jika Uni Emirat Arab dapat menang lebih dari satu gol melawan Qatar. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana