RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tekanan besar tengah menghantam pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. Setelah kekalahan menyakitkan dari Arab Saudi, posisinya kini berada di ujung tanduk.
Laga kontra Irak, Sabtu (11/10) malam waktu setempat atau Minggu (12/10) dini hari WIB, akan menjadi pertandingan hidup-mati bagi skuad Garuda.
Situasinya jelas, menang dengan selisih dua gol atau lebih berarti hidup, kalah atau imbang berarti gugur. Nasib Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 kini benar-benar berada di tepi jurang.
Kluivert: Kami Datang untuk Menang
Dalam sesi konferensi pers resmi jelang laga, Kluivert menegaskan tekad timnya untuk bangkit setelah kekalahan menyakitkan dari Arab Saudi.
“Kami harus meraih kemenangan, dan kami datang untuk menang. Kami tahu Irak adalah tim yang sangat bagus,” ujar Kluivert.
“Dalam pertandingan sebelumnya, kami mendapat hasil yang kurang baik, tapi kami sempat mendapatkan hasil yang positif. Tentu saja besok kami sudah bersiap dan akan tampil habis-habisan seperti saat melawan Arab Saudi.”
Kluivert menyadari tekanan besar yang menanti timnya. Namun, pelatih asal Belanda itu tetap berupaya menjaga fokus dan keyakinan skuad Garuda untuk memberikan perlawanan maksimal di Jeddah.
Laga Hidup-Mati di Jeddah
Irak bukan lawan yang mudah. Tim berjuluk Lions of Mesopotamia itu berisi pemain-pemain berpengalaman dari kompetisi domestik dan tampil konsisten sepanjang fase kualifikasi.
Indonesia harus tampil sempurna untuk menjaga asa lolos ke putaran berikutnya.
Skenarionya sederhana tapi berat:
- Menang dengan margin dua gol atau lebih, Indonesia menjaga peluang menuju ronde berikutnya.
- Seri atau kalah, langkah Indonesia berakhir di Ronde 4.
Bagi Kluivert, laga ini bukan sekadar soal taktik, tetapi soal keberanian dan mentalitas. Ia membawa misi untuk mengembalikan kepercayaan diri tim setelah hasil pahit di laga sebelumnya.
Irak Siap 100 Persen
Sementara itu, dari kubu lawan, pelatih Irak Graham Arnold menyebut timnya dalam kondisi siap tempur. Ia memastikan seluruh pemainnya termotivasi penuh menghadapi Indonesia, tim yang selalu kalah ketika dua tim bertemu.
“Kami sangat antusias tentang pertandingan besok malam. Kualifikasi Piala Dunia selalu penting, dan rasanya kami sudah menunggu lama. Tapi sekarang kami siap,” ujar mantan pelatih Australia itu.
“Disiplin para pemain luar biasa, mereka fantastis. Semua dalam kondisi bugar dan siap bermain,” ia menambahkan.
Arnold menilai salah satu keunggulan Irak terletak pada konsistensi fisik dan kebugaran para pemainnya, yang kini rutin tampil bersama klub masing-masing.
Semua mata kini tertuju ke King Abdullah Sport City Stadium. Laga kontra Irak akan menjadi penentu nasib Patrick Kluivert dan masa depan Timnas Indonesia di jalur menuju Piala Dunia 2026.
Menang berarti harapan tetap hidup. Kalah atau imbang, mimpi besar itu harus berhenti di Jeddah. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari