RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Perjalanan karir Shin Tae-Yong (STY) usai melatih Timnas Indonesia kembali menemui batu sandungan. Semula bisa pulang kampung dan kembali ke tingkat klub, kini dirinya terpaksa mencari pekerjaan lagi.
Usai kehilangan jabatan pelatih di Timnas Indonesia pada 2024 akibat gagal lolos fase grup di turnamen Piala AFF 2024, STY membuka lembaran hidup baru dengan kembali ke Korea Selatan dan melatih klub K-League (Liga Korsel), Ulsan HD. Sayangnya di bawah kepemimpinan STY, Ulsan HD juga memulai musim kompetisi dengan catatan buruk.
Berstatus juara bertahan, STY dipercayakan oleh Ulsan untuk menggantikan Kim Pan-gon pada Agustus lalu, berhubung Ulsan terjerembab ke papan tengah K-League. Namun ternyata di tangan STY keadaan justru makin buruk.
Menurut catatan Yonhap, selama dua bulan kepemimpinan STY, Ulsan HD hanya berhasil menang sekali, yakni saat dirinya diperkenalkan ke publik Korsel melawan Jeju United (9/8). Sisanya, dirinya hanya memetik satu poin tiga kali setelah imbang melawan Pohang Steelers, Anyang FC dan Daegu FC.
Sisanya, STY dan Ulsan kalah sebanyak total empat kali. Terakhir, para penggawa Ulsan digilas oleh klub militer Korsel, Gimcheon Sangmu dengan skor 3-0 pada Minggu (5/10). Akibatnya, Ulsan terjun payung ke posisi 10 klasemen sementara dari 12 peserta.
Kiprah STY memimpin Ulsan HD di AFC Champions League Elite (ACLE) juga tergolong kurang baik. Pada pertemuan pertama melawan Chengdu Rongcheng, mereka baru diselamatkan dari hasil imbang pada detik-detik akhir pertandingan berkat gol dari Heo Yool. Sementara pada pertandingan kedua, mereka juga terpaksa berbagi poin dengan Shanghai Shenhua.
Yang membuat petinggi Ulsan HD mencak-mencak, hanya ada satu pertandingan tersisa sebelum klasemen K-League dibagi menjadi babak juara dan babak degradasi (kurang lebih mirip Liga 2 Indonesia musim lalu). Karena Ulsan sudah tertinggal 6 poin dari zona aman di posisi ke-6, otomatis Ulsan HD terpaksa berjibaku menghindari zona degradasi, meskipun juga terhindar dari degradasi otomatis yangs aat ini mengancam Daegu FC.
“Ulsan HD FC mengakhiri kerja sama mereka dengan coach Shin Tae-yong berkaca pada performanya. Terima kasih atas kerja kerasnya untuk tim sejauh ini, dan kami mendukung Anda di masa depan,” bunyi pernyataan resmi klub melalui media sosial mereka pada Kamis sore (9/10).
STY sendiri mengaku kepada Chosun bahwa dirinya merima keputusan tersebut, menimbang bagaimana dirinya juga ditarik oleh klub tersebut. “Susah memang, tapi saya hanya bisa menerima keputusan ini. Toh saya direkrut secara mendadak oleh Ulsan, dan saya sudah mencoba sebisa saya. Namun banyak kesulitan dalam pekerjaan saya,” jelas STY, yang mengaku gagal meracik susunan pemain baru untuk klub tersebut.
Saat ini Ulsan HD memutuskan untuk menambal kepergian STY dengan menunjuk Noh Sang-Rae sebagai pelatih karteker. Sebelumnya, Noh menjabat sebagai pelatih tim kelompok usia milik klub tersebut. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana