RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tiga legiun impor yang dulu menjadi tumpuan Laskar Angling Dharma di era Liga 2—Enzo Celestine, Vitor Barata, dan Jahanbakhsh Zahibi Taher, kini masih aktif berkompetisi dan menunjukkan performa positif di awal musim 2025/2026.
Meski sudah berpisah dari Persibo, namun kontribusi mereka di lapangan masih membuktikan kualitas yang dulu sempat memikat publik Bojonegoro.
Perjalanan ketiganya pun menarik untuk diikuti. Enzo Celestine kini menjadi mesin gol Persikad Depok di Liga 2 Indonesia, Vitor Barata menjadi motor lini tengah PSMS Medan, sementara Jahanbakhsh Zahibi Taher memulai babak baru di Iran bersama Sanat Naft di kompetisi Azadegan League.
Kiprah mereka menunjukkan bahwa semangat dan karakter juang yang terbentuk saat berseragam Persibo masih terus menyala, di manapun mereka berkarier.
Enzo Celestine, Mesin Gol Baru Persikad Depok
Nama Enzo Celestine kembali mencuri perhatian di kompetisi Liga 2 atau Championship musim ini. Penyerang asal Prancis itu kini memperkuat Persikad Depok dan tampil impresif sejak awal musim.
Dari empat pertandingan yang dijalaninya, Enzo telah mencetak tiga gol—rata-rata satu gol setiap 91 menit bermain.
Dengan total 275 menit di lapangan, pemain berpostur 1,91 meter itu juga mengantongi dua kartu kuning. Enzo menjadi tumpuan utama Persikad di lini depan, berkat kemampuan duel udaranya dan insting gol yang tajam.
Performa ini menunjukkan bahwa mantan bomber Persibo itu masih konsisten menjaga produktivitasnya.
Jahanbakhsh Zahibi Taher, Petualangan Baru di Iran
Berbeda dengan Enzo, Jahanbakhsh Zahibi Taher memilih pulang kampung ke Iran. Pemain yang sempat memperkuat Persibo pada musim terakhirnya di Liga 2 itu kini membela Sanat Naft di kompetisi Azadegan League—divisi dua Liga Iran.
Bergabung sejak 16 Juli 2025, Zahibi baru tampil sekali sejauh ini, tepatnya saat Sanat Naft menghadapi Shenavar Sazi. Dalam laga itu, ia bermain penuh selama 90 menit.
Meski belum mencatatkan gol, kehadirannya di lini tengah Sanat Naft menambah pengalaman dan stabilitas. Eks Persibo ini dikenal dengan visi bermainnya yang tanpa ampun serta kemampuan mengatur tempo pertandingan dari belakang.
Vitor Barata, Pilar Tengah PSMS Medan
Nama lain yang juga tak asing bagi publik Bojonegoro adalah Vitor Barata. Gelandang asal Portugal ini kini memperkuat PSMS Medan di Liga 2. Dari tiga penampilan, Barata sukses menyumbang satu gol dan satu kartu kuning dengan total menit bermain 270 menit.
Sayangnya, pemain yang pernah diisukan merapat ke Persebaya itu absen saat PSMS menjamu Sriwijaya FC pada laga yang berakhir dengan kemenangan 3-1 untuk Ayam Kinantan.
Meski begitu, Barata dalam membangun serangan dari lini tengah tetap krusial. Dengan teknik dan determinasi tinggi, Barata menjadi sosok penting di ruang mesin PSMS dalam upaya kembali ke kasta tertinggi Liga Indonesia.
Ketiga pemain tersebut pernah menjadi simbol semangat Persibo Bojonegoro kala berjuang di Liga 2. Kini, meski sudah berpisah jalan, mereka tetap menjaga performa dan profesionalisme di klub masing-masing.
Perjalanan Enzo, Zahibi, dan Barata menjadi bukti bahwa pengalaman di Bojonegoro telah menjadi bagian penting dari karier mereka. Bagi para Boromania, kabar ini tentu menjadi pengingat bahwa jejak mantan pemain Persibo masih bergaung di berbagai penjuru kompetisi—baik di dalam maupun luar negeri. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari