Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Investigasi FIFA Buktikan Malaysia Palsukan Data Pemain Naturalisasi Timnas, Akta Kelahiran Kakek-Nenek Dimanipulasi

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 7 Oktober 2025 | 18:19 WIB
FAM kirim banding.
FAM kirim banding.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kasus naturalisasi pemain sepak bola oleh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menemui babak baru. Ternyata tuduhan FIFA yang mendasari sanksi mereka terhadap FAM punya dasar kuat.

Pada Senin malam (6/10), FIFA merilis hasil investigasi mereka terhadap dokumen persyaratan naturalisasi tujuh pemain yang terjerat kasus tersebut. Ternyata, FAM ketahuan memalsukan tempat lahir para kakek-nenek para pemain dalam dokumen registrasi mereka, yang berbeda dengan dokumen akta asli yang ditemukan FIFA.

“Kesimpulan yang ditarik dari laporan investigasi, isi akta kelahiran asli yang diterima nampak berbeda dengan isi dokumen pendaftaran pemain yang dikumpulkan,” bunyi isi hasil investigasi. Sebelumnya, FAM sendiri mengajukan banding pada FIFA dengan dalih ada kesalahan dalam proses registrasi pemain.

Detil pemalsuannya, tempat kelahiran kakek-nenek pemain diganti dengan berbagai daerah di Malaysia. Yakni sebagai berikut:

  1. Gabriel Felipe Arrocha (Nenek: Maria Belen Cocpecion Martin)

Tempat lahir asli di Santa Cruz de la Palma, Spanyol, disebut lahir di Melaka, Malaysia dalam dokumen pendaftaran.

  1. Facundo Tomas Garces (Kakek: Carlos Rogelio Fernandez)

Tempat lahir asli di Villa Maria Selva, Santa Fe de la Cruz, Argentina, disebut lahir di Penang, Malaysia dalam dokumen pendaftaran.

  1. Rodrigo Julian Holgado (Kakek: Omar Eli Holgado Gardon)

Tempat lahir asli di Caseros, Buenos Aires, Argentina, disebut lahir di George Town, Malaysia dalam dokumen pendaftaran.

  1. Imanol Javier Machuca (Kakek: Concepcion Agueda Alaniz)

Tempat lahir asli di Roldan, Argentina, disebut lahir di Penang, Malaysia dalam dokumen pendaftaran.

  1. Joao Vitor Brandao Figueiredo (Kakek: Nair de Oliveira)

Tempat lahir asli di Abre Campo, Brasil, disebut lahir di Johor, Malaysia dalam dokumen pendaftaran.

  1. Jon Irazabal Iraurgui (Kakek Gregorio Irazabal y Lamiquiz)

Tempat lahir asli di Villa de Guernica y Luno, Viscaya, Spanyol, disebut lahir di Kuching, Sarawak, Malaysia dalam dokumen pendaftaran.

  1. Hector Ajelandro Hevel Serrano (Kakek: Hendrik Jan Hevel)

Tempat lahir asli di Den Haag, Belanda, disebut lahir di Selat Malaka, Malaysia dalam dokumen pendaftaran.

"Berdasarkan bukti yang ada, Sekretariat FIFA sepakat untuk menetapkan bahwa dokumen tersebut (data kelahiran kakek-nenek) telah dipalsukan, dan para pemain telah menggunakan dokumen palsu tersebut untuk melangkahi peraturan FIFA untuk dapat secara sah mewakili tim FAM (Timnas Malaysia)," jelas hasil investigasi tersebut.

Meskipun ketahuan berbohong, FAM tetap ngotot dokumen pendaftaran yang dikumpulkan tidak dipalsukan, dan tetap bakal mengajukan banding terhadap hasil temuan tersebut. Selain itu mereka juga membela para pemain, yang mereka anggap jujur dalam proses pendaftaran naturalisasi.

"FAM memandang serius beberapa kesimpulan, khususnya tuduhan bahwa para pemain 'memperoleh dokumen yang dipalsukan' atau dengan sengaja berusaha untuk menghindari peraturan. FAM menegaskan bahwa tidak ada bukti yang memperkuat tuduhan pemalsuan tersebut, sebagaimana diterbitkan oleh FIFA," bunyi pernyataan resmi federasi pada Selasa pagi (7/10).

 

Sementara itu Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Hannah Yeoh mengaku kecewa terhadap temuan tersebut, dan meminta agar FAM dapat menjelaskan dugaan pemalsuan data tersebut di hadapan FIFA. Pun demikian dirinya juga mendukung usaha FAM untuk mengajukan banding.

"FAM harus menyelesaikan proses pengajuan banding, serta mengumumkan niatan banding tersebut secara lugas saat mengumpulkan ajuan. Mereka tidak boleh diam saja, dan harus menjawab tuduhan yang dilayangkan oleh FIFA. Terutama  karena para penggemar sepak bola nasional merasa tersakiti, marah dan kecewa," ungkap Hannah dalam media sosial probadinya, sebagaimana dikutip dari Scoop.  

Selain urusan luar lapangan, Timnas Malaysia juga harus berjibaku di dalam lapangan hijau minggu ini. Harimau Malaya dijadwalkan bertarung melawan Laos pada lusa (9/10), dan para pemain yang terkena sanksi dipastikan tidak dapat merumput untuk berkaus kuning kebanggaan Negeri Jiran tersebut. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#tempat lahir #timnas malaysia #dokumen pendaftaran #Sepak Bola #malaysia #pendaftaran #Kakek #fifa #naturalisasi #fam #Akta Kelahiran #pemalsuan #investigasi #nenek