Hubner dan Emil Terbaik, 7 Daftar Penggawa Timnas Indonesia dengan Rating Tertinggi di eFootball 2025, Bukti Kualitas yang Mulai Diakui Dunia?

Hakam Alghivari • Dipublikasikan Senin, 6 Oktober 2025 | 22:44 WIB
Emil Audero ketika berseragam Cremonese di Serie A. Emil dipastikan absen lawan Arab Saudi dan Irak di ronde 4.
Emil Audero ketika berseragam Cremonese di Serie A. Emil dipastikan absen lawan Arab Saudi dan Irak di ronde 4.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Kebangkitan sepak bola Indonesia kini bukan hanya terasa di lapangan, tetapi juga di dunia digital. Konami baru saja merilis edisi spesial eFootball 2025 bertajuk AFC Asian Qualifiers, menampilkan empat pemain Timnas Indonesia dalam versi Show Time dengan rating yang luar biasa tinggi — dua di antaranya bahkan menembus angka 98.

Empat pemain itu adalah Justin Hubner, Emil Audero, Ricky Kambuaya, dan Joey Pelupessy.

Mereka menjadi representasi kebangkitan Garuda di kancah Asia, di mana setiap pemain memperoleh “Player Skill” unik yang mencerminkan gaya bermain mereka di dunia nyata. Selain itu, ada 3 pemain timnas Garuda yang tetap masuk kartu unggulan. 

Kartu spesial AFC Asian Qualifiers.
Kartu spesial AFC Asian Qualifiers.

1. Justin Hubner – 98 CB | Skill: Fortress

Bek tengah Wolverhampton Wanderers ini mendapatkan rating tertinggi di lini pertahanan dengan Player Skill “Fortress”.

Skill ini menggambarkan kemampuan Hubner dalam mengunci area pertahanan, memenangkan duel udara, dan menjaga kedisiplinan posisi. Dengan rating 98, Hubner kini termasuk dalam jajaran bek tengah elite Asia di eFootball 2025.

Selain defensive awareness-nya yang tinggi, atribut physical contact dan aerial strength menjadikannya sosok yang hampir tak tertembus dalam simulasi pertandingan digital.

2. Emil Audero – 98 GK | Skill: GK Directing Defence

Di bawah mistar, Emil Audero tampil sebagai kiper dengan kemampuan paling komplet di edisi Asian Qualifiers.

Skill “GK Directing Defence” membuatnya bukan hanya piawai menahan tembakan, tapi juga memimpin lini belakang lewat komunikasi dan penempatan posisi yang presisi.

Refleks cepat dan kemampuan membaca arah bola menjadi alasan utama mengapa Konami menempatkannya di rating 98, sejajar dengan penjaga gawang top dunia versi Asia.

3. Ricky Kambuaya – 96 AMF | Skill: Phenomenal Pass

Nama Ricky Kambuaya menjadi kejutan dalam daftar ini.

Gelandang serang asal Papua itu mendapatkan rating 96, ditambah Player Skill “Phenomenal Pass” — peningkatan luar biasa untuk pemain lokal.

Skill ini merepresentasikan kemampuan Ricky dalam mengatur tempo, menembus garis pertahanan dengan umpan-umpan vertikal tajam, serta kontribusi ofensif yang eksplosif di area sepertiga akhir.

Bagi banyak pemain eFootball di Asia Tenggara, kartu Kambuaya ini menjadi ikon baru yang mencerminkan evolusi pemain lokal dalam dunia virtual.

4. Joey Pelupessy – 96 DMF | Skill: Long-Reach Tackle

Gelandang bertahan asal Sheffield Wednesday ini tampil dengan Player Skill “Long-Reach Tackle”, menjadikannya pengendali lini tengah yang tangguh dan cerdas.

Rating 96 miliknya mempertegas reputasi sebagai gelandang dengan jangkauan luas dan tackling bersih.

Skill ini memperluas area intervensi Pelupessy di lapangan, membuatnya efektif dalam menghentikan serangan lawan tanpa kehilangan keseimbangan transisi permainan.

5. Kevin Diks – Rating 81 (RB)

Pemain berdarah Lombok ini dikenal punya kemampuan serba bisa di sisi kanan pertahanan. Rating 81 miliknya di eFootball mencerminkan kemampuan bertahan dan menyerang yang seimbang. Namun, Diks memulai musim baru bersama Monchengladbach dengan sulit, terlebih timnya sekarang kesulitan mendapatkan kemenangan. 

Selain itu, kecepatan dan umpan silang akurat menjadi senjata utama, membuatnya menjadi salah satu fullback Asia terbaik di gim tersebut. Bahkan, dirinya juga bermain baik di posisi bek tengah

6. Mees Hilgers – Rating 81 (CB)

Tandem alami Hubner di lini belakang ini juga tak kalah impresif. Bermain di Eredivisie bersama FC Twente, Hilgers mendapat peningkatan atribut ball control dan defensive consistency.

Dalam gim, duet Hilgers–Hubner bisa saja dianggap sebagai kombinasi bek tengah paling ideal bagi pengguna Timnas Indonesia. Namun, masalahnya dengan petinggi klub membuat dirinya belum dapat menit bermain hingga saat ini. 

7. Ole Romeny – Rating 80 (CF)

Nama yang relatif baru dalam database eFootball, Ole Romeny langsung mencuri perhatian dengan kemampuan finishing dan positioning yang matang.

Rating 80 membuatnya bersaing dengan beberapa penyerang top Asia. Konami tampaknya menilai tinggi potensi striker muda ini setelah kontribusinya di level klub.

Baca Juga: Timnas Indonesia Jelang Lawan Arab Saudi: Protes PSSI Soal Penunjukan Wasit Kuwait Belum Direspon AFC

Kehadiran pemain-pemain Timnas Indonesia dengan rating di atas 80 menandai perubahan besar dalam citra sepak bola nasional. Bukan hanya dari sisi prestasi di lapangan, tetapi juga persepsi global terhadap kualitas individu. Dunia virtual kini menjadi cermin baru bagi reputasi sepak bola Indonesia.

Bagi para penggemar, fakta ini menjadi bukti bahwa kerja panjang federasi dan pelatih Shin Tae-yong mulai membuahkan hasil — bahkan hingga diakui oleh algoritma gim raksasa seperti Konami. (kam/bgs) 

Editor : Hakam Alghivari
hubner emil audero show time Timnas Indonesia Ricky Kambuaya efootball Penggawa