Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Evan Dimas Blak-blakan Kenangan Pahit di Barcelona: Sepak Bola Jangan Lupakan Pendidikan

Hakam Alghivari • Sabtu, 27 September 2025 | 02:07 WIB
Evan Dimas.
Evan Dimas.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Eks kapten Timnas Indonesia, Evan Dimas, tampil sebagai pembicara dalam coaching clinic dan talkshow yang digelar bersama klub J-League, Nagoya Grampus, di Jakarta, Jumat (26/9).

Dalam kesempatan tersebut, Evan tak hanya berbagi pengalaman di lapangan, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam kepada generasi muda yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional.

“Pesan saya buat adek-adek, meskipun ikut SSB atau akademi dan ingin menjadi pemain sepak bola, jangan tinggalkan juga pendidikan,” kata Evan saat membuka sesi diskusi.

Menurutnya, selama ini banyak yang beranggapan seorang pemain harus memilih antara sepak bola atau sekolah, padahal keduanya bisa berjalan beriringan.

Evan kemudian mengenang pengalamannya pada 2011 silam, ketika dirinya terpilih mewakili Indonesia dalam program pelatihan ke Barcelona. Kala itu, ia mengaku sering mengabaikan pendidikan demi latihan sepak bola.

“Saya dulu ikut SSB setiap hari, akhirnya sekolah sering tidak masuk. Ketika di sana, saya bingung mau ngomong bahasa Inggris, saya tidak tahu,” ujarnya.

Pengalaman itu menjadi titik balik bagi Evan untuk memahami bahwa sepak bola saja tidak cukup membekali seorang pemain muda. Ia menekankan pentingnya disiplin dalam membagi waktu antara latihan dan belajar.

“Tidak bisa kita memilih salah satu, jadi harus sama-sama jalan antara sepak bola dengan pendidikan,” tegasnya.

Dalam sesi tanya jawab, Evan juga memberikan tips kepada peserta tentang cara mengatur jadwal. Ia menyarankan agar para pemain muda mampu membuat prioritas tanpa mengorbankan sekolah.

Dukungan dari akademi atau klub, menurutnya, juga diperlukan agar pendidikan tetap mendapat tempat di tengah padatnya agenda latihan.

Pesan Evan mendapat perhatian serius dari para peserta yang sebagian besar merupakan siswa sekolah sepak bola. Panitia acara menilai kehadiran sosok Evan sangat tepat, karena ia bukan hanya dikenal sebagai pemain berpengalaman, tetapi juga punya cerita inspiratif tentang jatuh bangun perjalanan kariernya.

Menutup sesi talkshow, Evan kembali menegaskan harapannya agar pemain muda Indonesia lebih siap menghadapi tantangan di dalam maupun luar lapangan.

“Jangan pernah tinggalkan pendidikan demi sepak bola. Harus sama-sama jalan antara sepak bola dengan pendidikan,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Evan Dimas pernah mendapat kesempatan langka pada 2011 ketika dikirim ke Barcelona untuk mengikuti program pelatihan. 

Saat itu, ia merasakan langsung standar sepak bola Eropa sekaligus tantangan besar di luar lapangan, terutama soal bahasa dan adaptasi. Pengalaman tersebut kini menjadi bekal baginya untuk mengingatkan generasi penerus agar tidak hanya fokus pada sepak bola, melainkan juga menyiapkan diri melalui pendidikan. (kam/bgs) 

Editor : Hakam Alghivari
#Mengenang #berlatih #Pendidikan #spanyol #barcelona #evan dimas