RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Jalan Karir Mees Hilgers di dunia sepak bola sedang menemui hambatan besar. Saat ini penggawa Timnas Indonesia tersebut bisa dikatakan ditawan oleh klubnya sendiri, FC Twente.
Setelah batal pindah ke Stade Brestois Agustus lalu, Hilgers hanya memiliki perpanjangan kontrak dari FC Twente sebagai jalan keluar. Namun dengan menandatangani kontrak tersebut, Hilgers baru dapat keluar musim depan dan melepas status free transfer. Dengan demikian, Twente juga dapat memagar Hilgers meskipun kontraknya habis.
Saat ini Hilgers tak kunjung menandatangani kontrak tersebut. Sehingga meskipun dibolehkan berlatih bersama, dirinya secara gamblang tidak diperkenankan untuk bertanding bersama FC Twente, bahkan tak bisa jadi cadangan.
“Saya tidak boleh memainkannya untuk saat ini, nanti baru saya mainkan kalau Jan Streuer (Dritek Twente) sudah membolehkan,” jelas manajemen Twente, John van der Brom sebagaimana dikutip dari Voetbal International Selasa (23/9).
Pengacara hukum asal Belanda, André Brantjes menyimpulkan berdasarkan pernyataan tersebut bahwa Twente berpotensi melanggar hukum karena sengaja menelantarkan Hilgers hingga menandatangani kontraknya.
“Memang bermain secara umum bukan hak semata pemain, namun pemain berhak diberi kesempatan untuk berkompetisi. Dalam kasus ini nampaknya hak tersebut tidak diberikan hingga kontrak ditandatangani, sehingga dia (Hilgers) sedang sengaja dipinggirkan,” jelas Brantjes pada Selasa (23/9).
Branjtes melanjutkan, dengan keadaan yang sesuai dengan yang dikatakan John, Hilgers dapat memutus kontraknya secara bebas transfer dengan cara membawa perkara ke Komite Aribitrase Olahraga (CAS). Dengan ini, Hilgers juga tetap berhak atas sisa gajinya.
Tidak hanya itu, dengan keadaan saat ini, klub juga merugikan Hilgers karena dengan ditahannya Hilgers, dia tidak dapat unjuk gigi untuk menampilkan kemampuannya. Sehingga dikhawatirkan nilai jual pemain keturunan Manado tersebut bakal turun, sehingga tawaran yang berpeluang diterima Hilgers makin tipis.
“Kalau saya jadi Hilgers, saya akan ke CAS untuk mengajukan pemutusan kontrak, dengan FC Twente wajib membayarkan sisa gaji. Karena pada akhirnya Hilgers tidak diberi kesempatan untuk bekerja sesuai pekerjaannya, dalam hal ini bermain bola. Memaksa pemain untuk memperpanjang kontrak dengan ancaman tidak diturunkan itu tidak adil,” papar Branjtes.
Sedianya Hilgers nyaris berpindah ke Perancis, namun kontrak dengan Stade Brestois urung terlaksana karena ternyata jadwal tes medis Hilgers mepet dengan batas akhir transfer Liga Perancis. Sementara itu pasar sepak bola yang tersisa tinggal berbagai liga di Asia, terutama klub Timur Tengah yang baru tutup pada Oktober. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana