RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Persita Tangerang pulang dengan senyum lebar dari Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (21/9/2025). Bermain hanya dengan 10 pemain sejak babak pertama, Pendekar Cisadane justru menutup laga pekan ke-6 BRI Super League 2025/26 dengan kemenangan 1-2 atas tuan rumah Persijap Jepara.
Hasil ini bukan sekadar tiga poin biasa. Tambahan kemenangan langsung mendongkrak posisi Persita keluar dari zona degradasi, sekaligus membungkam dominasi Laskar Kalinyamat yang sebenarnya sempat menguasai jalannya pertandingan.
Padahal, awal laga sepenuhnya milik Persijap. Baru menit ke-9, Carlos Franca sukses menggetarkan jala Persita lewat sundulan memanfaatkan crossing Sudi Abdallah. Publik Jepara makin bergemuruh ketika wasit memberi hadiah penalti setelah Rendi Saepul dijatuhkan di kotak terlarang. Tapi peluang emas itu terbuang sia-sia, karena eksekusi Sudi dengan mudah dibaca kiper Igor Rodrigues.
Drama makin memanas ketika bek Persita, Muhammad Toha, mendapat kartu merah setelah melanggar Rosalvo dalam situasi counter attack. Bermain dengan 10 orang sejak babak pertama membuat tim tamu tampak di ujung tanduk.
Namun justru di babak kedua, cerita berubah drastis. Dua menit menjadi bencana bagi Persijap. Pada menit ke-50, Aleksa Andrejic melepas sepakan melengkung indah ke pojok gawang Rodrigo Moura untuk menyamakan skor. Belum selesai kaget, Persijap kembali tersentak ketika Hokky Caraka menghujamkan sepakan keras di menit ke-52. Skor pun berbalik 1-2.
Setelah itu, Persijap berusaha mati-matian mencari gol balasan. Mereka mencatat penguasaan bola hingga 67 persen dengan 24 tembakan. Tapi efektivitas jadi masalah besar: hanya 37,5 persen akurat ke gawang. Sebaliknya, Persita jauh lebih tajam. Dari 11 tembakan, empat tepat sasaran, dan dua jadi gol.
Data juga mengungkap disiplin tinggi Persita meski hanya bermain dengan 10 orang. Mereka menorehkan 17 tekel sukses—lebih banyak dari Persijap yang mencatat 15—dan bertahan rapat hingga peluit panjang.
Bagi Persijap, hasil ini pahit luar biasa. Dominasi dan dukungan penuh suporter tak cukup untuk mengamankan kemenangan. Sementara Persita bisa pulang dengan kepala tegak: kalah jumlah pemain, tapi justru pulang membawa tiga poin berharga. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari