RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bukan hanya bonus bagi atlet porprov yang belum cair hingga kemarin (18/9). Pelatih juga masih gigit jari, karena belum cair.
KONI beralasan menunggu Dinpora, sebaliknya Dinpora beralasan masih proses yang tidak jelas tahapan prosesnya. Kondisi ini tentu bikin gelisah atlet dan pelatih porprov yang telah mengharumkan nama Bojonegoro Juli silam.
Wakil ketua KONI Bojonegoro Tonny Ade Irawan mengatakan, pelatih yang berhasil mengantarkan atlet meraih medali porprov akan mendapat bonus. Bonus tersebut sudah disiapkan KONI
Besaran bonus untuk pelatih 25 persen dari bonus atlet. Jika atlet peraih medali emas mendapatkan bonus Rp 35,8 juta berarti pelatih mendapat Rp 8,95 juta.
Terdapat 23 pelatih dari 23 cabang olahraga (cabor) berbeda yang akan mendapat bonus. Namun, seorang pelatih bisa menerima lebih dari satu kali bonus. Tentu ketika pelatih tersebut mampu mengantarkan lebih dari satu atletnya meraih medali.
''Contoh angkat besi meraih medali banyak bisa terima lebih," katanya.
Terkait waktu penyaluran bonus, Tonny mengaku bonus bagi pelatih bakal disalurkan bersamaan dengan bonus atlet. Sehingga masih menanti informasi dari dinpora.
Pelatih Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Bojonegoro M. Fauzan mengaku bersyukur setiap edisi porprov selalu ada bonus pelatih. Tentu bonus tersebut sangat dinantikan. Terlebih pelatih sudah mendampingi atlet
Alhamdulillah sangat di nanti selama latihan hingga pertandingan.
''Karena jerih payah dan waktu dampingi atlet latihan, di perlombaan adalah waktu yang di nanti hasil prestasinya," ungkapnya.
Sesuai ketentuannya, besaran bonus bagi pelatih cabor 25 persen dari nominal bonus yang diterima aletnya.
Bonus bagi atlet peraih medali porprov berasal dari anggaran Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora). Sedangkan bonus untuk pelatih dari anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana