RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Timnas Indonesia punya pekerjaan rumah besar sebelum berangkat ke Timur Tengah untuk menjalani Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Oktober mendatang. Pada uji coba terakhir mereka, skuad Garuda ditahan tanpa gol oleh Lebanon pada Senin malam (9/9).
Meskipun rajin bersilaturahmi ke kotak penalti, banyak sekali peluang emas yang berakhir ditepis atau melayang di atas gawang Lebanon. Di luar hal tersebut mental pemain juga menjadi catatan penting, karena penggawa Garuda juga sempat terlibat kisruh dengan penggawa Lebanon.
Dalam konferensi pers pasca pertandingan, Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert mengaku anak-anak asuhnya sulit menembus pertahanan Lebanon. "Saya mengakui bahwa taktik bertahan Lebanon menjadi kendala bagi Timnas Indonesia, bahkan membuat pemainnya kesulitan mencetak gol," ujar Patrick sebagaimana dikutip dari Jawa Pos.
Patrick berpandangan para penggawa Lebanon sukses mengubah Gelora Bung Tomo menjadi lapangan parkir bus yang susah ditembus, sehingga membatasi pergerakan anak-anak asuhnya. “Kami punya tembakan ke gawang, hanya saja tidak mencetak gol. Jika Anda melihat bagaimana Lebanon bermain, mereka bertahan habis-habisan di area mereka sendiri, di kotak 16 meter mereka,” papar pelatih asal Belanda tersebut.
Yang jelas, Patrick menegaskan para pengagwa Garuda sudah mencoba berusaha menusuk gawang Lebanon hingga menit-menit akhir. “Kami tetap bermain ofensif dan berusaha mencetak gol, sayangnya belum berhasil. Tapi tentu saja ini akan jadi bahan evaluasi dan kami akan terus bekerja untuk memperbaikinya,” tambah pelatih yang pensiun sebagai pesepakbola aktif 2008 silam tersebut.
Menanggapi keributan antar pemain yang terjadi di menit akhir pertandingan, Patrick mewanti-wanti agar lain kali, Jay Idzes dkk. tetap tenang. Terlebih lawan-lawan yang bakal dihadapi Indonesia berpotensi lebih agresif dalam bermain.
"Kita harus tetap dengan kepala dingin, tetapi hal-hal seperti ini memang terjadi. Seperti yang saya katakan, kita akan belajar, tapi kita harus berhati-hati karena pertandingan berikutnya akan lebih sengit, jadi kita harus tetap tenang," kata Patrick.
Sebagai pengingat, hanya ada waktu sebulan bagi Timnas Indonesia untuk bersiap terakhir kali. Indonesia akan menghadapi Arab Saudi terlebih dulu (9/10) sebelum meladeni Irak tiga hari kemudian (12/10). (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana