Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Deretan 5 Manajer Top yang Bisa Duduki Kursi Pelatih Bayer Leverkusen

Hakam Alghivari • Jumat, 5 September 2025 | 02:15 WIB

 

5 manajer top yang bisa gantikan Erik Ten Hag dari kursi pelatih Bayer Leverkusen.
5 manajer top yang bisa gantikan Erik Ten Hag dari kursi pelatih Bayer Leverkusen.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Bayer Leverkusen kembali membuat kejutan di kancah sepak bola Eropa. Klub asal Bundesliga itu resmi memecat Erik ten Hag, meski sang pelatih baru bekerja tiga bulan. Keputusan ini menimbulkan tanda tanya besar sekaligus membuka spekulasi soal siapa sosok yang layak menduduki kursi panas di BayArena.

Pemecatan ten Hag memang mengejutkan, tapi bukan tanpa alasan. Hasil yang kurang konsisten di awal musim, dan mungkin ada ketidakcocokan filosofi dengan manajemen. Leverkusen yang musim lalu tampil impresif tentu tidak ingin momentum positif mereka terhenti begitu saja.

Kini, perhatian tertuju pada siapa calon pelatih baru Die Werkself. Klub dengan tradisi talenta muda ini butuh figur yang tidak hanya punya reputasi besar, tetapi juga sejalan dengan identitas permainan atraktif khas Bundesliga. Beberapa nama besar yang sedang nganggur pun langsung mencuat sebagai kandidat potensial.

1. Thomas Tuchel – Pengalaman Bundesliga yang Tidak Diragukan

Thomas Tuchel menjadi nama paling realistis untuk menggantikan ten Hag. Usai berpisah dengan Bayern Munich, Tuchel masih berstatus tanpa klub. Dengan rekam jejak mentereng—termasuk menjuarai Liga Champions bersama Chelsea—Tuchel punya modal besar untuk mengangkat performa Leverkusen.

Keunggulan utamanya adalah pengalaman di Bundesliga. Ia memahami kultur, tekanan, dan ritme sepak bola Jerman. Filosofi taktikalnya yang fleksibel memungkinkan Tuchel beradaptasi dengan komposisi skuad Leverkusen yang dihuni banyak pemain muda potensial.

Satu-satunya tantangan adalah gaya kepemimpinannya yang kerap dianggap keras dan tegas. Namun, jika manajemen mampu memberi ruang penuh, Tuchel bisa menjadi opsi paling aman dan masuk akal.

2. Mauricio Pochettino – Juru Ramu Talenta Muda

Nama Mauricio Pochettino juga layak masuk radar. Setelah meninggalkan Chelsea pada Mei 2024, pelatih asal Argentina itu belum kembali ke pinggir lapangan.

Pochettino dikenal sebagai juru ramu talenta muda. Di Southampton, Tottenham Hotspur, hingga PSG, ia membuktikan diri sebagai pelatih yang piawai mengembangkan pemain menjadi bintang. Filosofi sepak bolanya yang progresif dan berbasis pressing tinggi akan sangat pas dengan gaya atraktif Leverkusen.

Kehadirannya berpotensi membawa napas segar, terutama dalam memaksimalkan pemain muda seperti Florian Wirtz dan kawan-kawan. Meski demikian, rekam jejaknya di klub-klub besar masih minim trofi—sebuah catatan yang bisa jadi pertimbangan manajemen.

3. Massimiliano Allegri – Stabilitas dan Mental Juara

Jika Leverkusen mencari figur dengan pengalaman panjang di level tertinggi, Massimiliano Allegri bisa jadi jawabannya. Mantan pelatih Juventus ini kini berstatus bebas setelah berpisah dengan Si Nyonya Tua pada 2024.

Allegri adalah sosok yang identik dengan stabilitas. Ia mempersembahkan enam gelar Serie A dan lima Coppa Italia, membuktikan dirinya sebagai pelatih dengan mental juara. Leverkusen bisa memanfaatkan karakter tersebut untuk menjaga konsistensi di level domestik dan Eropa.

Namun, gaya sepak bolanya yang cenderung konservatif bisa menjadi dilema. Leverkusen dikenal dengan permainan menyerang cepat. Jika Allegri masuk, adaptasi gaya bisa memakan waktu dan berisiko mengurangi identitas atraktif Die Werkself.

4. Jose Mourinho – Mental Juara dengan Aura Besar

Jose Mourinho selalu jadi nama yang menarik perhatian. Setelah berpisah dengan Fenerbahçe, pelatih asal Portugal itu kembali menganggur. Meski beberapa kali disebut sudah melewati masa keemasannya, Mourinho tetap memiliki daya tarik luar biasa bagi klub manapun.

Mourinho dikenal sebagai pelatih dengan mental juara, pengalaman di berbagai liga top Eropa, serta karisma yang mampu membangkitkan mental tim. Leverkusen bisa mendapatkan keuntungan besar dari auranya, terutama untuk menjaga mental kompetitif di Bundesliga dan Eropa.

Tantangan terbesar adalah gaya sepak bolanya yang pragmatis. Filosofi itu kerap dianggap kurang sesuai dengan kultur menyerang Bundesliga. Namun, jika manajemen mengutamakan hasil instan, Mourinho bisa menjadi pilihan penuh warna dan berani.

5. Xavi Hernandez – Sentuhan Filosofi Barcelona

Nama terakhir dalam daftar adalah Xavi Hernandez. Setelah berpisah dengan Barcelona pada musim 2024/25, ia kini masih mencari petualangan baru.

Xavi membawa filosofi tiki-taka ke level kepelatihan, mengandalkan penguasaan bola dan kontrol penuh di lini tengah. Filosofi itu bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi Leverkusen yang ingin menambah variasi permainan atraktifnya.

Meski masih relatif muda di dunia kepelatihan, Xavi sudah berpengalaman menangani tim besar dengan tekanan tinggi. Tantangan baginya adalah adaptasi terhadap kultur sepak bola Jerman yang lebih fisikal dibanding LaLiga. Jika berhasil, ia bisa menjadi pilihan jangka panjang yang membawa identitas baru.

Nama Besar atau Proyek Jangka Panjang?

Dari lima kandidat di atas, masing-masing punya daya tarik tersendiri. Tuchel menawarkan pengalaman dan kepastian di Bundesliga, Pochettino menghadirkan progresivitas untuk membangun masa depan, Allegri membawa stabilitas dan mental juara, Mourinho menawarkan aura besar penuh trofi, sementara Xavi memberi opsi segar dengan filosofi berbasis penguasaan bola.

Bayer Leverkusen kini berada di persimpangan jalan. Apakah mereka ingin bermain aman dengan nama besar berpengalaman, atau berani mengambil risiko dengan pelatih muda visioner? Apa pun pilihannya, keputusan ini akan sangat menentukan arah klub dalam beberapa musim ke depan.

Pemecatan Erik ten Hag menandai babak baru bagi Bayer Leverkusen. Klub yang sedang naik pamor di Bundesliga itu harus cepat bergerak mencari pengganti agar tidak kehilangan momentum. Dari Tuchel hingga Xavi, pilihan ada di tangan manajemen.

Yang pasti, siapapun yang dipilih, ekspektasi publik jelas: Leverkusen harus tetap kompetitif, menjaga identitas menyerang, dan mampu menembus persaingan papan atas Bundesliga maupun Eropa. (kam)

Editor : Hakam Alghivari
#Pelatih #manajer top eropa #bayer leverkusen #bundesliga #xavi hernandez #jose mourinho