RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Akhir kualifikasi UEFA Champions League (UCL) musim 2025/2026 memberikan banyak kejutan, plus tiga klub debutan baru. Yakni Bodø/Glimt dari Norwegia, Pafos FC dari Siprus, dan FC Kairat Almaty dari Kazakhstan.
Dari ketiganya, Kairat jadi yang paling mengejutkan sebagai debutan. Tidak hanya mereka jadi klub Kazakhstan pertama yang lolos ke UCL, mereka lolos setelah menahan imbang Glasgow Celtic di leg pertama, kemudian menjungkalkan klub asal Skotlandia tersebut di leg kedua melalui adu penalti pada Rabu malam (27/8).
Sebagai perbandingan, Bodø/Glimt sudah kenyang pengalaman Eropa berkat rajin tampil di UEFA Europa League, dan hanya perlu berhadapan dengan Sturm Graz. Sementara meskipun sukses mengembalikan Siprus ke kontestasi teratas sepak bola Eropa, Pafos hanya berlu berhadapan dengan Red Star Belgrade.
Kairat Almaty juga menjadi klub paling jauh dan paling timur yang mengikuti UCL sepanjang sejarahnya. Sebagai gambaran, Persija Jakarta butuh jarak lebih dekat untuk bertandang ke Stadion Kota Almaty (6.256 km) ketimbang Real Madrid dan Atletico Madrid untuk ke tujuan yang sama (6.711 km), yang kemungkinan bakal dilakukan salah satu dari mereka nanti.
Sesuai namanya, Kairat Almaty berasal dari kota Almaty (dulu Alma Ata), nun jauh di perbatasan antara Eropa dan Asia (lebih tepatnya Kazakhstan-Kyrgiztan), dan bertanding di Liga Primer Kazakhstan. Kairat berhak mengikuti kualifikasi UCL setelah memenangkan kejuaraan liga musim lalu.
Kairat Almaty dibentuk pada 1954 sebagai pemekaran dari klub Dinamo Alma-Ata, dengan nama Lokomotiv Alma-Ata. Baik sebagai Lokomotiv maupun Kairat, klub ini merupakan klub sepak bola tertua di Kazakhstan yang masih beraktivitas tampa henti. Sebagai catatan samping, Dinamo Alma-Ata bubar pada 1994.
Setelah dua tahun mengawali perjalanan bermain bola, dengan terbentuknya cikal bakal kementerian olahraga Kazakhstan pada 1956, pemerintahan daerah setempat mengusulkan nama baru untuk Lokomotiv. Pemimpin Kazakhstan saat itu, Dinmukhamed Kumayev mengusulkan agar nama klub diubah menjadi ‘Kairat’, yang berarti kekuatan.
Karena saat itu Kazakhstan masih menjadi bagian dari Uni Soviet, maka Lokomotiv Alma-Ata otomatis bertarung dengan klub-klub dari berbagai wilayah Uni Soviet lain, termasuk Rusia. Pada musim 1960, berkat kebijakan baru Liga Uni Soviet yang mewajibkan satu wilayah mengirim minimal satu perwakilan, Kairat terpilih sebagai satu-satunya wakil Kazakhstan, sehingga diberi julukan “Halyq Komandasy” (Tim Bangsa).
Dengan bubarnya Uni Soviet pada 1991, Kazakhstan memerdekakan diri jelang musim 1992. Pada tahun tersebut, akhirnya Liga Kazakhstan dibentuk untuk pertama kali, dan Kairat turut serta sebagai salah satu klub papan atas pertama yang mendaftarkan diri.
Namun pada 1997 Kairat mengalami krisis keuangan di tengah merosotnya prestasi. Angkatan militer Kazakhstan mencoba menyelamatkan klub tersebut dari kebangkrutan, namun tidak semua pemegang saham tersisa setuju dengan langkah tersebut. Akhirnya diputuskan Kairat dipecah menjadi dua klub, yakni Kairat SHPFC yang bersifat swasta, dan Kairat-CSKA yang dimilki militer.
Akhirnya pada 2001, Wakil Walikota Almaty, Kairat Bukenov mengeluarkan mandat untuk menyatukan kembali kedua klub menjadi Kairat Almaty. Namun lima tahun kemudian ara melintang kembali menyandung Kairat ketika mereka kehilangan sponsor hingga bangkrut, menyebabkan mereka harus kembali ke divisi amatir.
Namun butuh waktu tidak lama untuk Kairat untuk kembali ke kasta teratas Kazakhstan, dengan promosi diamankan pada 2009. Sejak saat itu, Kairat tidak pernah jauh-jauh dari papan atas Liga Primer Kazakhstan.
Total Kairat memegang empat titel Liga Primer, yang dimenangkan pada musim 1992, 2004, 2020 dan 2024. Meskipun demikian, jumlah tersebut kalah sedikit dari FC Astana (7, dengan 6 diantaranya beruntun), FC Aktobe dan FC Iyrtish (masing-masing 5).
Perjalanan Kairat untuk menembus tingkat Eropa pertama kali sangat panjang. Karena Kazakhstan merupakan salah satu negara dengan koefisien UEFA terendah, Kairat harus ikut kualifikasi mulai putaran pertama.
Di putaran pertama mereka sukses mengalahkan Olimpija Ljubljana dari Slovenia dengan agregat 3-1. Di putaran kedua mereka menaklukkan klub Finlandia, Kuopion Palloseura (KuPS) dengan agregat lebih tipis lagi, yakni 3-2.
Di putaran ketiga mereka mulai menghadapi lawan yang lebih kuat, Slovan Bratislava dari Slovakia, dan sukses menyingkirkan mereka melalui babak adu penalti. Akhir yang sama sukses dicapai Kairat untuk melempar Glasgow Celtic ke UEFA Europa League, dan memberikan Kairat panggung Eropa perdana sepanjang berdirinya klub. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana