RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Jelang akhir pertandigan UEFA Super Cup atau Piala Super Eropa pada Kamis dinihari (14/8), Tottenham Hotspur berada di atas langit. Gol dari Micky van de Ven dan Cristian Romero membawa mereka unggul atas Paris Saint-Germain (PSG) hingga jelang akhir pertandingan.
Namun kima menit jelang bubaran keadaan langsung berbalik 180 derajat. Gol dari Lee Kang-In dan Goncalo Ramos menyeret mereka ke adu penalti. Mathys Tel langsung berubah jadi pesakitan setelah gagal mengeksekusi penaltinya, dan melemparkan trofi ke arah PSG.
Meskipun demikian, pelatih Hotspur, Thomas Frank masih legawa menyambut hasil tersebut. Terlebih mengingat laga kali ini menjadi laga akbar perdananya sebagai pelatih anyar klub asal London tersebut.
“Selama 80 menit kami menjalankan laga dengan sempurna. Kemudian kami tiba-tiba diajak ke babak penalti, makanya saya rasa pertandingan hari ini brutal,” ujar Frank pada konferensi pers pasca pertandingan, mengutip laman resmi klub.
Menurut Frank, jika anak-anak asuhnya dapat bermain seperti dalam pertandingan ini pada musim yang akan datang, Tottenham bakal menjadi salah satu klun unggulan. “Kami telah menunjukkan bahwa kami tim yang dapat beradaptasi sepanjang waktu, siapapun lawannya,” ungkap Frank.
“Mungkin orang-orang bakal bilang mereka tidak peduli cara bermain asalkan bisa menang, tapi di sepak bola tidak seperti itu. Cara bermain yang baik itu penting, dan hari ini kami berhasil menunjukannya,” tambah Frank.
Para penggawa Hotspurs tidak dapat beristirahat lama-lama dan harus segera kembali ke Inggris. Sebab mereka akan menjalani pekan perdanan English Premier League dengan melawan Burnley pada Sabtu (16/8). (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana