Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Akuatik Bojonegoro: Kolam Renang di Bojonegoro Belum Standar Nasional Untuk Penggunaan Kompetisi

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 22 Juli 2025 | 18:07 WIB
ANTUSIAS: Para peserta lomba akuatik terjun ke kolam renang saat wasit meniup peluit. Tampak pendukung peserta lomba sangat antusias. (AKUATIK BOJONEGORO FOR RADAR BOJONEGORO)
ANTUSIAS: Para peserta lomba akuatik terjun ke kolam renang saat wasit meniup peluit. Tampak pendukung peserta lomba sangat antusias. (AKUATIK BOJONEGORO FOR RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Rencana Bojonegoro menjadi tuan rumah event atau perlombaan renang skala nasional bakal kandas. Sebab, sarana dan prasarana (sarpras) pendukung belum memadai. Kota Ledre ini belum memiliki kolam renang berstandar termasuk kolam pemanasan.

Ketua Akuatik Bojonegoro Hendri Rahman Susetyo mengatakan, potensi Bojonegoro sangat besar. Terutama didukung kondisi geografis salah satunya dikelilingi aliran Sungai Bengawan Solo dan sumber daya manusia (SDM). Ini bisa menjadi pacu lebih memaksimalkan potensi olahraga renang.

Namun, Bojonegoro belum memiliki kolam renang berstandar untuk mengadakan event besar. Sejauh ini kompetisi renang diadakan masih regional. Dia berharap, pemerintah kabupaten (pemkab) memfasilitasi dibangunnya kolam renang tersebut.

“Sebenarnya terima kasih pemkab sudah mendukung akuatik salah satunya pembinaan pelatih renang dan program lainnya. Tapi, kami berharap ada kolam renang standar sekitaran kota sehingga bisa mengadakan kompetisi lebih besar. Misal Jatim dan di atasnya,” ungkap Hendri, Minggu (20/7).

Dia menyampaikan alasannya menginginkan kolam standar di area kota untuk memudahkan akses peserta dan pengunjung jika diselenggarakan event besar. Sebab, rerata penginapan masih didominasi area kota.

“Kalau PP (pulang-pergi) jauh kan mungkin jadi beban tersendiri,” ujarnya.

Baca Juga: Akuatik Bojonegoro Target 400-500 Peserta di Turnamen Renang Se-Eks Karesidenan

Ia menambahkan, masyarakat Bojogoro terutama kaum muda bisa belajar renang mulai sekarang. Setidaknya untuk proteksi diri sendiri. “Kita berada dekat dengan aliran Sungai Bengawan Solo, kalau tidak untuk prestasi setidaknya minimal untuk proteksi diri,” imbaunya.

Sekretaris Akuatik Bojonegoro Teguh Wicaksono menambahkan, untuk standar kolam dimaksud yakni panjang 50,03 meter dan lebar 20 meter untuk delapan lintasan atau 25 meter untuk sepuluh lintasan. Serta, ada kolam pemanasan dan juga sudah diuji tera.

“Uji tera ini jika di kolam renang terjadi pemecahan rekor bisa diakui secara nasional. Jadi, ada beberapa tahapan kolam renang ini jadi standar. Menambahkan ketua benar kalau pemkab sudah mendukung beragam cabor termasuk akuatik,” bebernya.

Namun, ia berharap, dengan dukungan diberikan para cabor bisa menggunakan dan memanfaatkan alokasi sebaik mungkin. Lebih akif lagi. Salah satunya event untuk mengembangkan cabor dan mencari bibit-bibit unggul. “Karena yang sudah dialokasikan ini merupakan tanggung jawab dan kepercayaan,” tandasnya. (yna/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#sdm #bengawan solo #Event #Kolam Renang #akuatik #renang #Kompetisi #Belajar Renang #Berenang #kolam #bojonegoro #Pembinaan #perlombaan