Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dua Dekade Pimpin Red Bull Racing, Christian Horner Dikeluarkan dari Jabatan

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 10 Juli 2025 | 00:32 WIB
(Dok. Getty Images & Sky Sports)
(Dok. Getty Images & Sky Sports)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Belum selesai permasalahan tim Oracle Red Bull Racing di ajang Formula 1 (F1) musim ini, badai kembali menerpa tim balap yang bermarkas di Milton Keynes, Inggris tersebut. Rabu sore (9/7) perusahaan minuman energi yang memiliki tim tersebut, Red Bull, resmi memecat CEO tim balap mereka, Christian Horner.

Horner telah berkarir sebagai pemimpin tim sejak perusahaan minuman energi asal Austria tersebut membeli aset tim Jaguar Racing dan membuka garasi pada musim 2005. Di bawah kepemimpinannya Red Bull Racing sukses memborong gelar juara dunia F1 2010 hingga 2013 bersama Sebastian Vettel, dan 2021 hingga 2024 lalu bersama Max Verstappen.

“Kami mengucapkan terima kasih atas jasa Horner yang luar biasa selama 20 tahun. Dengan keahliannya dan komitmen tanpa batas, dia telah menjadikan Red Bull Racing sebagai salah satu tim terkuat di F1,” jelas direktur manajer Red Bull, Oliver Mintzlaff dalam rilis resmi mereka. Menurut De Telegraaf, keputusan tersebut diambil oleh Mintzlaff, Chalern Yoovidya (putra dari Chaleo, pendiri Kratingdaeng) dan Mark Mateschitz (putra dari Dietrich, pendiri Red Bull) selaku pemilik perusahaan minuman.

Sepeninggal Horner, posisi CEO Red Bull Racing bakal diisi Laurent Mekies yang saat ini menjabat posisi serupa di tim junior mereka, Racing Bulls. Sementara posisi Laurent diisi oleh Direktur Racing Bulls, Alan Permane yang punya pengalaman membawa Renault juara dunia F1 2005 dan 2006.

Tidak disebutkan dengan jelas mengapa Horner ditendang dari jabatannya. Namun diduga suami dari mantan anggota Spice Girls, Gerri Halliwell tersebut dikeluarkan akibat masalah di dalam dan di luar lintasan.

Sebelumnya pada musim 2024, Horner diduga menjadi pelaku pelecehan terhadap salah satu pekerja wanita di tim Red Bull Racing. Meskipun sempat mengguncang seisi paddock Formula 1, laporan hukum kasus tersebut kemudian ditolak pengadilan, dan Horner dinyatakan tidak bersalah pada Agustus 2024.

Namun di dalam lintasan, Red Bull kehilangan beberapa pilar tim di tengah kasus tersebut. Desainer mobil andalan mereka, Adrian Newey memutuskan pindah ke Aston Martin, sementara direktur bidang olahraga, Jonathan Wheatley minggat ke Sauber sebagai bagian dari akuisisi oleh Audi musim depan.

Kemudian musim ini, Horner secara mengejutkan memindahkan pembalap baru mereka, Liam Lawson ke Racing Bulls setelah baru dua seri balap. Pengganti Liam dari Racing Bulls, Yuki Tsunoda gagal tampil lebih baik dari Liam, dan justru Liam berhasil memanen poin di tim barunya.

Saat ini Red Bull Racing tengah kesusahan berjuang mempertahankan titel juara dunia setelah McLaren memanen poin di seri Inggris pada Minggu (6/7), sementara mereka tertimpa sial di tengah hujan. Max Verstappen terpaksa finish ke-lima setelah tergelincir di tengah hujan, sementara Yuki menjadi pembalap terakhir yang menyelesaikan balap di posisi ke-15. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Adrian Newey #formula 1 #kratingdaeng #ceo #max verstappen #f1 #pelecehan #laurent mekies #red bull #red bull racing #christian horner