RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pertandingan Piala Dunia Antarklub antara Manchester City melawan Al-Hilal menjadi sarana pembuktian diri bagi striker muda Al-Hilal, Marcos Leonardo. Penyerang berusia 22 tahun tersebut sukses menjadi juru selamat klub asal Arab Saudi tersebut dan membawa Al-Hilal ke tangga perempat final.
Marcos mencetak gol pertama Al-Hilal untuk memulai momentum serangan dan kebangkitan Al-Hilal, setelah sepanjang babak pertama ditahan imbang 1-0 oleh Manchester City dengan gol dari Bernardo Silva. Pertandingan pun berubah menjadi balap gol, dan Marcos menjadi penyelamat Al-Hilal dengan gol terakhir di menit ke-112.
Dengan delapan menit tersisa, City tidak punya waktu banyak untuk mengirim balasan hingga peluit panjang berbunyi. Pemain asal Brazil tersebut juga menjadi satu-satunya orang yang mencetak lebih dari satu gol dalam duel tersebut.
Usai pertandingan, Marcos mendedikasikan penampilan dan golnya kepada sang ibunda. Menurut Marcos, ibunya masih dalam masa pemulihan setelah jatuh sakit.
“Dua bulan belakangan terasa sukit bagi saya, ibu saya masuk ICU selama 70 hari. Puji tuhan beliau sudah sehat sekarang, ketika saya mencetak gol saya kepikiran ibu saya,” ujar Marcos dalam wawancara pasca pertandingan, sebagaimana dilansir dari laman resmi Piala Dunia Antarklub.
Marcos juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam karirnya. “Kita wajib ingat keluarga sebagai orang yang paling menginginkan kita berhasil. Tanpa mereka, saya tidak akan ada di sini,” jelasnya.
Sama seperti pendahulunya, Neymar, Marcos merupakan lulusan akademi pemain muda Santos. Marcos merupakan salah satu pemain andalan baru Al-Hilal, setelah hijrah dari Benfica pada September tahun lalu.
Sepanjang dtampil di Piala Dunia Antarklub, Marcos telah menyarangkan tiga gol dan satu assist dalam empat pertandingan, termasuk saat melawan City. Di Saudi Pro League musim lalu, dirinya tampil dalam 24 pertandingan dengan raihan 17 gol dan dua assist. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana