RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Jurgen Klopp mengungkapkan kekhawatirannya terhadap efek jangka panjang dari padatnya kalender sepak bola dunia. Terlebih, adanya format baru dari Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 dan beberapa jadwal lain yang menguras energi para pemain.
Dalam wawancaranya dengan Die Welt, pelatih asal Jerman itu memperingatkan, eksploitasi pemain dapat berdampak buruk bagi kelangsungan karir mereka.
Mantan pelatih Liverpool itu menilai sistem kompetisi saat ini semakin menekan pemain untuk tampil sepanjang tahun tanpa cukup waktu pemulihan. Menurut Klopp, jika hal ini dibiarkan terus berlanjut, performa pemain akan menurun dan potensi cedera serius menjadi tak terhindarkan.
“Saya khawatir para pemain akan mengalami cedera yang belum pernah terjadi sebelumnya di musim depan. Jika bukan musim depan, maka di Piala Dunia atau setelahnya,” ujar Klopp kepada Die Welt.
Pernyataan tersebut disampaikan Klopp saat membahas penyelenggaraan Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, yang menurutnya menjadi beban tambahan di tengah padatnya jadwal turnamen internasional. Ia menilai kompetisi seperti ini menutup ruang istirahat yang seharusnya tersedia bagi pemain.
“Kita seolah membuat para pemain memainkan pertandingan terakhir mereka,” lanjutnya.
Klopp juga menyoroti frekuensi pertandingan yang dijalani pemain elite, yang bisa mencapai 70 hingga 75 laga dalam setahun. Angka ini, menurutnya, sudah melewati ambang batas yang dapat ditoleransi oleh tubuh manusia.
“Kita bilang mereka main 70 hingga 75 kali dalam setahun. Tapi ini tidak bisa terus seperti ini,” kata Klopp.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa jadwal yang terlalu padat tak hanya berdampak pada kesehatan fisik pemain, tetapi juga pada kualitas pertandingan yang disajikan. Jika pemain tampil dalam kondisi lelah secara kronis, maka permainan mereka pun akan kehilangan intensitas dan daya saing.
“Kita harus memberi mereka waktu istirahat. Jika tidak, mereka tidak akan tampil baik dalam jangka panjang. Dan tanpa itu, produk akan kehilangan nilainya bagi para penjual,” tegasnya.
Di tengah berlangsungnya Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 yang kini memasuki babak 16 besar, pernyataan Klopp menjadi pengingat penting akan risiko yang kerap luput dari sorotan. Di balik setiap pertandingan yang ditayangkan secara global, ada tubuh-tubuh atlet yang semakin kelelahan, dan karier yang bisa terancam sebelum waktunya. (kam/)
Editor : Hakam Alghivari