RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Para petinggi penyelenggara kejuaraan Formula E mengapresiasi belanjutnya gelaran seri Jakarta ePrix di Sirkuit Ancol. Namun mereka juga memiliki ide agar balap tersebut dapat diselenggarakan di tempat lain.
Chief Championship Officer Formula E, Alberto Longo memiliki usulan alternatif lokasi penyelenggaraan seri Jakarta. Menurut pria yang juga salah satu pendiri kejuaraan tersebut, Monas dan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) bisa menjadi kandidat baik lokasi penyelenggaraan.
“Monas akan menjadi kehormatan besar bagi kami untuk menjadi lokasi balapan di musim-musim mendatang,” jelas Alberto pada pembukaan gelaran Jakarta ePrix Kamis sore (19/6) kepada awak media nasional.
Menurut Alberto, secara tradisi Formula E diselenggarakan di jalanan pusat kota tempat penyelenggaraan. “Kami lebih suka berada di pusat kota, menggunakan jalan-jalan di kota-kota terbesar dunia,” jelasnya.
Sebaliknya, Alberto juga mengapresiasi penyelenggaraan di Sirkuit Ancol yang dibangun khusus untuk gelaran Formula E. “Ancol merupakan lokasi istimewa, kami tidak perlu menutup jalan untuk transportasi umum,” paparnya.
Kemudian idealnya Formula E tetap diselenggarakan di Jakarta, alih-alih menuju lokasi lebih eksotis seperti Bali yang terkenal sebagai surga para turis luar negeri, atau Lombok yang memiliki Sirkuit Mandalika.
“Jika kami harus pindah, mungkin akan ke tempat seperti Stadion GBK atau Monas. Tapi saya rasa kami tidak akan pindah ke sirkuit permanen. Mandalika memang trek permanen yang luar biasa, namun kami lebih memilih balap di perkotaan,” ujar pendiri Formula E bersama Alejandro Agag tersebut.
Sedianya gelaran Formula E di Jakarta telah direncanakan digelar di Monas sejak 2021 silam. Namun karena terhalang perizinan dari pemerintah setempat, JakPro selaku panitia penyelenggara memindahkan lokasi balap dengan membangun sirkuit semi-permanen di wilayah Taman Impian Jaya Ancol.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2014, mayoritas sirkuit Formula E digelar di jalanan perkotaan, terutama yang dekat dengan ikon kota atau negara. Misal dulu ada Rome ePrix yang dulu digelar di dekat Coliseum, Seoul ePrix yang digelar di Stadion Olimpiade setempat, atau Sao Paulo ePrix yang hingga kini digelar di jalan perkotaan kota tersebut.
Selain itu ruang terbuka publik juga dapat menjadi alternatif lokasi penyelenggaraan Formula E. Misal Belrin ePrix yang digelar di Bandara Tempelhof yang kini menjadi ruang terbuka hijau (RTH) kota tersebut, atau London ePrix yang berlokasi di gedung serbaguna ExCeL London, sehingga setengah sirkuit berada di dalam ruangan.
Tentu, Formula E juga tidak asing dengan penggunaan sirkuit permanen, seperti Mexico ePrix yang digelar di Autodromo hermanos Rodrigues yang kebetulan terletak di pusat kota Mexico City. Selain itu, musim ini juga terdapat dua sirkuit permanen lain di kalender Formula E, yakni Homestead-Miami Speedway di Amerika Serikat dan Shanghai International Circuit di Tiongkok. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana