RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Inter Milan terpaksa menahan malu setelah dibantai 5-0 oleh Paris Saint-Germain (PSG) di final UEFA Champions League (UCL) di Allianz Arena, Minggu dinihari (1/6). Terlebih kekalahan ini juga berarti Inter mengakhiri musim 2024/2025 tanpa raihan trofi, termasuk kehilangan gelar Serie A (Liga Italia) dengan selisih satu poin dari Napoli.
Allenatore (pelatih) Inter Milan, Simone Inzaghi juga mengaku anak-anak asuhnya kempos saat bermain di partai final, serta memuji permainan apik PSG.
“Kami tidak bersiap dan bermain dengan baik, kami tidak bermain seperti biasa. Mereka (PSG) lebih rajin merebut bola, dan setelah kami kebobolan gol pertama, kami sudah kewalahan dan tambah kebobolan lagi,” ujar Simone dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Meskipun demikian, Simone tetap menghargai perjuangan anak-anak asuhnya yang dapat mengantar Nerazzuri (julukan Inter) ke babak final. Simone juga memutuskan untuk memberikan para pemain waktu istirahat sebelum menutup musim secara formal.
“Saya berterima kasih kepada para pemain, dan saya bangga dapat menjadi pelatih mereka. Tentu kami harus berbenah, terutama saya, namun para pemain telah berjuang luar biasa musim ini,” lanjut Simone.
Senada dengan Simone, Presiden Inter Milan Giuseppe Marotta juga tidak menahan kekecewaannya, namun tetap menghargai perjuangan klub miliknya sepanjang gelaran UCL. Marotta juga meminta maaf secara formal atas kekalahan Inter.
“Meskipun memang pantas Inter kalah kali ini, perjuangan untuk sampai ke babak final tidak boleh diremehkan. Perjalanan ke final sangat sulit, berhadapan dengan Bayern Munchen dan Barcelona, sehingga membuktikan kami pantas berada di puncak,” jelasnya dalam pernyataan resmi.
Selain itu, Marotta mengindikasikan keberhasilan Simone membawa mencapai babak final dapat menguatkan posisinya untuk tetap berada di kamar ganti Nerazzuri.
“Dia (Simone) masih punya setahun lagi dalam kontraknya, dan dalam empat tahun terakhir dia menunjukkan kinerja apik. Satu malam yang mengecewakan tidak dapat menghapuskan seluruh capaiannya,” ujar Marotta. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana