RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Berakhirnya Liga 1 musim 2024/2025 Sabtu lalu (24/5) juga memberikan kepastian pada formasi Liga 2 musim 2025/2026. PSIS Semarang, Barito Putera dan PSS Sleman menjadi tiga klub terakhir yang dipastikan berkompetisi di kasta kedua sepak bola Indonesia.
Sebelumnya dari Liga Nusantara, Sumut United, Tornado FC Pekanbaru dan Persiba Balikpapan berhasil meraih tiket promosi ke Liga 2. Tornado FC juga berpindah markas di sela pergantian musim, dan musim depan bakal bernama Tornado FC Kendal.
Dengan ini, terdapat total 20 klub peserta Liga 2 2025/2026, terdiri dari tiga klub promosi dari Liga Nusantara, tiga klub degradasi dari Liga 1, dan 14 klub yang menghindari degradasi atau gagal promosi pada helatan Liga 2 musim lalu.
Sebagai pengingat, PSPS Pekanbaru, Persiraja Banda Aceh, Deltras FC Sidoarjo, Persela Lamongan dan PSKC Cimahi gagal meraih tiket promosi pada setengah akhir musim. Sedangkan PSMS Medan, Sriwijaya FC, Adhyaksa FC, Bekasi City, Persiku Kudus, Persekat Tegal, Persikas Subang, Persipal Palu dan Persipura Jayapura berhasil melarikan diri dari jerat degradasi.
Jumlah tersebut jauh lebih sedikit ketimbang jumlah peserta pada musim 2024/2025, yakni 26 klub. Sehingga dengan format liga musim depan, kalender liga dapat dirancang dengan lebih sederhana.
Sebelumnya pada Februari lalu usai final Liga 2 2024/2025, Direktur PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) Ferry Paulus menyebutkan gagasan format Liga 2 baru tersebut kepada awak media. “Jumlah peserta Liga 2 sekarang (musim depan) sisa 20 tim saja, nanti format kompetisinya penuh dengan sistem triple round robin dari masing-masing grup baik di wilayah barat dan timur,” ujar Ferry kala itu.
Sesuai ujaran Ferry, wilayah tengah dihapus untuk liga musim depan, menyisakan wilayah barat dan timur saja dengan masing-masing wilayah berisi 10 klub. Persiraja menjadi klub paling barat dalam gelaran liga, sementara Persipura kembali menjadi klub paling timur sebagai satu-satunya wakil dari tanah Papua.
Selain itu, format liga musim depan lebih sederhana ketimbang Liga 2 musim 2023/2024 dan 2024/2025. Tidak seperti dua musim sebelumnya, Liga 2 musim 2025/2026 tidak memerlukan babak penyisihan grup lanjutan.
Juara masing-masing wilayah otomatis lolos ke Liga 1, dan langsung memperebutkan trofi liga di babak final. Kemudian tiket promosi ketiga akan diperebutkan oleh play-off promosi, diikuti oleh peringkat kedua masing-masing wilayah.
Sementara untuk penentuan degradasi, klub di peringkat ke-10 masing-masing wilayah otomatis terdegradasi ke Liga Nusantara. Sementara untuk tiket terakhir bertahan di Liga 2 bakal diperebutkan dalam play-off degradasi oleh peringkat ke-9 masing-masing wilayah.
Yang paling menarik dari format baru ini adalah seluruh tim bakal bertanding dengan format triple round robin. Dengan ini, setiap klub bakal berhadapan satu sama lain sebanyak tiga kali, yakni satu kali kandang (home), satu kali tandang (away), plus satu pertandingan ekstra antara kandang atau tandang, dengan total 27 pertandingan.
Meskipun demikian, belum diumumkan secara resmi metode penentuan hak bermain kandang untuk pertandingan ketiga. Sebagai gambaran, Liga Skotlandia dan Liga Swiss juga menggunakan format triple round-robin, namun Liga 2 nantinya tidak memerlukan pembelahan grup promosi dan degradasi di akhir musim seperti kedua liga tersebut.
Akhirnya, sama seperti Liga 1, Liga 2 bakal menerapkan sistem video assistant referee (VAR). “Kedepan, kami pasti pasti menggunakan VAR secara keseluruhan untuk Liga 2,” ujar Ferry. (edo)
Daftar Peserta Liga 2 2025/2026
(NB: Dalam kurung menunjukkan kota/kabupaten asal, jika tidak ada dalam nama klub)
- Sumut United (Kabanjahe/Deli Serdang)
- Tornado FC Kendal
- Persiba Balikpapan
- PSIS Semarang
- Barito Putera (Banjarmasin)
- PSS Sleman
- Persiraja Banda Aceh
- PSMS Medan
- PSPS Pekanbaru
- Sriwijaya FC
- Bekasi City
- PSKC Cimahi
- Adhyaksa FC (Solo)
- Persiku Kudus
- Persekat Tegal
- Persela Lamongan
- Deltras FC (Sidoarjo)
- Persikas Subang
- Persipal Palu
- Persipura Jayapura