Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Selain DPMM FC, Ini Dia Klub Sepak Bola yang Bermain di Liga Berbeda Negara, Plus Alasannya

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 20 Mei 2025 | 23:48 WIB
(Dok. BruSports News)
(Dok. BruSports News)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Transfer pemain sepak bola Indonesia, Ramadan Sananta dari Persis Solo ke klub Brunei Darussalam, Duli Pengiran Muda Mahkota (DPMM) FC menarik perhatian publik penggemar bola tanah air. Pasalnya, meskipun berasal dari Brunei Darussalam, DPMM FC bermain di Singapore Premier League (Liga Singapura), dan musim depan akan berpindah ke Malaysian Super League (Liga Malaysia).

Asal muasal DPMM FC berasal dari era 1970an, ketika Brunei Darussalam masih belum memiliki liga sepak bola profesional. Sehingga mereka mengirimkan tim sepak bola profesional ke Liga Malaysia, juga dengan nama Brunei.

DPMM FC berdiri pada 1994 dan menjadi klub profesional pada 2000. Pada 2005, mereka menggantikan kedudukan klub Brunei di Liga Malaysia, namun sejak 2008 berpindah ke Liga Singapura, meskipun Brunei Darussalam akhirnya kembali memiliki liga sepak bola profesional pada 2012.

Fenomena klub sepak bola bermain di luar negara asal sebenarnya bukan fenomena baru, bahkan sedikit umum di Eropa. Berbagai alasan mengiringi keputusan mereka untuk bermain bola di seberang perbatasan.

Bermain di Pekarangan Tetangga Sendiri

Fenomena ini  paling sering terjadi di Britania Raya, tempat lahirnya sepak bola. Dewasa ini publik sepak bola Indonesia mungkin akrab dengan klub Liga Inggris yang berasal dari negara tetangga mereka, berhubung tempat asal mereka mayoritas berada dekat dengan perbatasan antar negara.

Kebanyakan klub Liga Inggris dari luar Inggris berasal dari Wales, dan dua diantaranya pernah merasakan kasta teratas, yakni Cardiff City dan Swansea City. Selain itu Wrexham AFC juga sedikit lagi menyentuh kursi kasta teratas.

Tentu ada pula sebaliknya, yakni klub asal Inggris yang bermain di negara tetangga mereka. Seperti The New Saints yang berada tepat di perbatasan Llantsffraid (Wales) dan Oswestry (Inggris).

Menumpang Bermain di Negara Lain

Sama seperti awal sepak bola di Brunei Darussalam, beberapa negara terlalu kecil dan/atau hanya punya satu kota untuk menyelenggarakan sepak bola profesional. Umumnya, asosiasi sepak bola negara tersebut hanya mampu menggelar sepak bola amatir atau bahkan tidak menggelar kegiatan sepak bola.

Salah satu contoh paling terkenal adalah AS Monaco, yang bermain di Ligue 1 (Liga Perancis). Monako yang terletak di dekat Perancis tidak memiliki liga sepak bola karena ukurannya yang sangat kecil, bahkan AS Monaco terbentuk 76 tahun lebih dulu dari asosiasi sepak bola Monako, FMF.

Kemudian ada pula negara Liechtenstein, yang memiliki asosiasi sendiri (LFV) namun tidak punya liga sepakbola, sehingga seluruh klub dari negara tersebut bertanding di struktur Liga Swiss, seperti FC Vaduz yang berada di kasta teratas. Sebagai gantinya, klub-klub tersebut tidak diperkenankan mengikuti Piala Swiss, karena LFV masih menggelar Piala Liechtenstein.

Selain itu, serupa pula dengan DPMM FC, faktor budaya dan sejarah juga dapat turut memengaruhi sebuah klub untuk bermain di negara lain. Sebagai contoh, di Segunda Division (Divisi 2 Liga Spanyol) terdapat FC Andorra, yang sesuai namanya berasal dari Andorra, negara tetangga Spanyol.

Meskipun Andorra memiliki liga profesional sendiri, FC Andorra telah lebih dulu bermain sepak bola di Spanyol sebelum Liga Andorra menjadi liga profesional. Sehingga hingga kini klub tersebut terdaftar sebagai klub peserta struktur Liga Spanyol.

Alasan serupa juga melatarbelakangi  keikutsertaan San Marino Calcio di struktur Liga Italia. Klub tersebut terbentuk lebih dulu daripada Liga San Marino, sehingga San Marino Calcio bermain lebih dulu di Liga Italia.

Di Luar Eropa

Tidak hanya Eropa, fenomena ini juga terjadi di Amerika dan Australia. Sama seperti kebanyakan klub Eropa, sejarah, lokasi dan kualitas liga lokal turut memengaruhi keputusan untuk bermain di negara tetangga.

Di Major League Soccer (Liga Amerika Serikat) terdapat tiga klub asal Kanada, yakni Vancouver Whitecaps, Toronto FC dan CF Montreal. Selain karena investasi terhadap MLS oleh masing-masing pemilik klub, Kanada baru memiliki liga sepak bola profesional pada 2019.

Sementara di A-League (Liga Australia) terdapat dua tim asal Selandia Baru, yakni Auckland FC dan Wellington Phoenix. Secara historis, berbagai klub sepak bola profesional asal Selandia Baru ikut berkompetisi di Australia, dan Liga Selandia Baru baru berstatus profesional pada 2021. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#wrexham afc #transfer pemain #indonesia #CF Montreal #fc andorra #brunei darussalam #swansea city #dpmm fc #Sepak Bola #toronto fc #liga spanyol #liga inggris #Wellington Phoenix #Vancouver Whitecaps #fc vaduz #as monaco #liga italia #Auckland FC #Ramadhan Sananta #liga malaysia #liga perancis #cardiff city #liga singapura