Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Persatuan Pesepakbola Dunia dan Indonesia Beri Tanggapan atas Hukuman Yuran Fernandes: Bentuk Pembatasan Berpendapat!

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 17 Mei 2025 | 00:34 WIB
(Dok. PSM Makassar)
(Dok. PSM Makassar)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Hukuman berat yang dijatuhkan kepada Yuran Fernandes memantik reaksi dari Asosiasi Pesepak Bola Profesional Dunia (FIFPro) dan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI). Melalui kanal media sosial (medsos) mereka, FIFPro dan APPI menyuarakan dukungan untuk Yuran serta menanggapi hukumannya.

Sebelumnya, pemain PSM Makassar tersebut menerima hukuman berat dari Komisi Displin (Komdis) PSSI akibat mengkritik skena dan wasit sepak bola Indonesia di akun medsos pribadinya. Tidak tanggung-tanggung, tidak hanya PSM Makassar harus membayar denda Rp 25 Juta, Yuran dilarang menginjak lapangan hijau selama setahun penuh, terhitung dari turunnya keputusan Komdis minggu lalu (8/5).

Pemain asal Tanjung Verde tersebut juga telah meminta maaf atas perbuatannya di medsosnya. “Ungkapan tersebut tidak dimaksudkan untuk menyinggung Indonesia sebagai sebuah negara, hanya luapan emosional setelah pertandingan,” ujar Yuran membela diri.

Baik FIFPro maupun APPI menyayangkan keputusan Komdis PSSI. Kedua organisasi tersebut sama-sama menganggap hukuman yang dijatuhkan menghalangi kebebasan berekspresi untuk pemain sepak bola di Indonesia.

“FIFPro percaya semua pemain berhak dan bebas mengungkapkan diri. Sehingga kami khawatir mengenai hukuman berlebih yang diterima Yuran, dan kami menjalin komunikasi dengan APPI mengenai kasus tersebut,” bunyi pernyataan FIFPro.

Sementara itu, sambil berhubungan dengan FIFPro, APPI juga memantau banding yang dilayangkan oleh PSM Makassar kepada Komisi Banding (Komding) PSSI. “Saat ini kami menghormati proses banding yang sedang berjalan, dan kami masih berkomunikasi dengan PSM dan FIFPro untuk menyiapkan langkah selanjutnya,” papar Ketua APPI Andritany Ardhiyasa.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by FIFPRO (@fifpro)

 Baca Juga: Manajemen Persibo Tetapkan Iwan Setiawan Sebagai Pelatih Musim Depan, Bawa Memori Indah Juara Liga 3 Jatim

“Sebagai sesama pemain bola, kami menyayangkan keputusan Komdis karena dikhawatirkan mengancam kebebasan pendapat pemain. Yang Yuran unggah di media sosialnya hanya bentuk kekecewaan pribadi, yang mestinya juga dapat menjadi pelajaran bagi seluruh pegiat sepak bola Indonesia,” jelas Andritany yang juga aktif sebagai kiper Persija Jakarta.

PSM sendiri telah mengajukan banding ke Komding PSSI dengan tiga tuntutan utama. Yakni agar permohonan banding diterima, membatalkan surat keputusan Komdis, dan agar hukuman Yuran dikurangi.

“Komite Banding bisa memutus dengan lebih adil, proporsional, dan berdasar fakta yang ada serta mengacu kepada Laws of The Game IFAB, Kode Disiplin PSSI dan Regulasi Liga 1,” jelas Media Officer PSM Makassar, Sulaiman Abdul Karim dalam pernyataan resmi.

Sementara itu, PT LIB mengaku tidak dapat ikut campur dalam kasus sebagai operator liga, berhubung hukuman diturunkan langsung oleh Komdis PSSI. “Kami tidak punya wewenang apa-apa untuk berkomentar karena ini ranah dari Komdis,” jelas Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#banding #pt lib #appi #ferry paulus #komdis pssi #makassar #andritany ardhiyasa #PSSI #pesepakbola #psm makassar #Yuran Fernandes #liga 1 #komding pssi #FIFPro #psm