RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tahun 2023 lalu, publik tanah air dapat merasakan atmosfer Piala Dunia untuk pertama kali setelah tertimpa durian runtuh, berkat pemberian jatah tuan rumah Piala Dunia U-17 tahun tersebut kepada Indonesia.
Sedianya waktu itu, Indonesia bakal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 dan Piala Dunia U-17 2023 harusnya digelar di Peru, namun beberapa kepala daerah tanah air menolak kehadiran Timnas Israel yang menjadi peserta Piala Dunia U-20 saat itu, sementara fasilitas gelaran Piala Dunia U-17 di Peru belum komplit hingga jelang gelaran bergulir. Alhasil FIFA memutuskan Piala U-20 dipindah ke Argentina, dan kunci tuan rumah Piala U-17 diberikan kepada Indonesia.
Kali ini, publik Indonesia dapat kembali merasakan atmosfer Piala Dunia U-17 pada gelaran tahun ini di Qatar pada November mendatang. Dan maysarakat tanah air patut berbangga, karena alih-alih mendapat tiket gratis tuan rumah, kali ini Garuda Muda (julukan Timnas Indonesia kelompok usia) berhasil berangkat ke Piala Dunia dengan keringat sendiri, melalui hasil apik di Piala Asia U-17 yang juga berfungsi sebagai kualifikasi Piala Dunia U-17 zona Asia.
Momentum skuad Timnas Indonesia U-17 sedang dalam tempo tinggi setelah Evandra Florasta mengantar Garuda Muda menaklukkan Korea Selatan U-17 1-0 pada matchday pertama (5/4) dan membuka satu langkah menuju Piala Dunia. Namun, Yaman juga datang dengan percaya diri dalam partai Senin malam lalu (7/4) di Stadion Pangeran Abdullah Al-Faisal, Jeddah setelah sebelumnya menang 2-0 dari Afghanistan, sehingga kedua tim harus saling pukul untuk mengamankan puncak klasemen.
Sedianya Mierza Firjatullah membuka pesta gol Indonesia lebih dulu di menit ke-9, namun sayangnya golnya dianulir karena dirinya berada dalam posisi offside. Baru enam menit kemudian Indonesia sah memimpin jalannya pertandingan, setelah Zahaby Gholy memanfaatkan posisinya untuk merebut bola dan mencetak gol dari lini pertahanan Yaman.
Keunggulan Garuda Muda bertambah di menit ke-25, setelah Zahaby memberikan umpan yang langsung disambut oleh kepala Fadly Alberto Hengga yang gagal dijebak oleh lini bertahan Yaman. Hingga jeda turun minum, gol pemuda asal Kecamatan Trucuk, Bojonegoro tersebut mempertegas keunggulan Indonesia U-17.
Bencana sempat mengawali babak kedua bagi Indonesia U-17 setelah Putu Panji melanggar Karem Abdulatif di kotak penalti. Tendangan yang dieksekusi kapten Yaman U-17, Mohammed Al-Garash gagal ditepis oleh Dafa Al Gasemi.
Meskipun Yaman mencoba menyerang balik dari momen tersebut, lini bertahan Indonesia masih terbukti ampuh mematahkan serangan yang datang. Kemudian lima menit jelang bubaran, giliran Garuda Muda yang mendapat durian runtuh setelah Rafi Rasyiqa dijatuhkan oleh kiper Yaman, Wessam Al-Asbahi. Evandra Floresta kembali menunjukkan kualitasnya di kotak 11 meter dan menambah pundi-pundi gol Indonesia.
Namun seolah belum puas, Evandra menambah sebiji gol tepat di akhir pertandingan, kali ini melalui umpan dari Josh Holong. Meskipun sempat bisa ditepis Wessam, Evandra kembali mendapat berkah dalam percobaan keduanya.
Dengan kemenangan 4-1 dari Yaman U-17, tidak hanya Indonesia merebut tiket pertama menuju perempat final Piala Asia U-17 sebagai juara Grup C, Garuda Muda juga sukses merebut tiket ketiga menuju Piala Dunia U-17 2025 mendatang. Sebelumnya, Uzbekistan dan Arab Saudi lebih dulu mencetak tiket lolos Piala Dunia pada Minggu (6/4), namun mereka harus berhadapan satu sama lain untuk menentukan penempatan masing-masing di perempat final Piala Asia U-17.
Pelatih Indonesia Nova Arianto bersyukur atas kemenangan yang diraih anak-anak asuhnya. “Alhamdulillah pemain-pemain kami bekerja baik di semua bidang, memang sempat goyah setelah gol Yaman namun akhirnya cepat bangkit kembali. Kemudian dibanding pada match pertama yang fokus bertahan, kali ini kami bisa bermain bebas dari lini tengah,” jelas lulusan angkatan PSSI Primavera tersebut dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Sementara itu, pelatih Yaman, Samer Saleh merasa anak-anak asuhnya masih bermain ciamik, mengesampingkan hasil akhir. “Pemain kami agak telat menyesuaikan tempo permainan dan sering membuang peluang, namun masih bisa menyerang balik,” jelasnya.
Dengan kemenangan dari Korea Selatan dan tabungan gol dari Yaman, Indonesia bisa bermain lebih santai di matchday terakhir saat berhadapan dengan Afghanistan (10/4), yang dipastikan angkat koper setelah dibuat babak belur Korea Selatan 0-6 di matchday kedua. Praktis, giliran Yaman dan Korea Selatan yang harus berjibaku berebut tiket lolos ke Piala Dunia U-17 pada hari terakhir.
Di perempat final Piala Asia U-17, Indonesia dijadwalkan berhadapan dengan runner-up Grup D, yang kemungkinan dapat ditentukan dalam matchday hari ini (8/4). Berhubung semua tim baru bermain sekali, kemungkinan calon lawan Indonesia masih terbuka lebar antara Tajikistan, Korea Utara, Iran atau Oman. (edo/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana