Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kiper Dilarang Molor! IFAB Larang Kiper Memegang Bola Terlalu Lama, Risiko Tendangan Pojok Gratis

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 3 Maret 2025 | 00:47 WIB
(Dok. Transfermarkt)
(Dok. Transfermarkt)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dalam sepak bola masa kini, seringkali publik melihat kiper melakukan taktik membuang-buang waktu saat mengamankan bola dengan berbagai cara. Yang paling umum, kiper sengaja menahan bola dengan memegang bola dalam waktu cukup lama, meskipun akhir-akhir ini mereka juga dapat diganjar kartu kuning jika mereka ketahuan mengulur waktu.

Untuk menekan praktek tersebut serta memuluskan jalannya pertandingan sepak bola, Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) selaku lembaga perumus aturan sepak bola dunia mencanangkan beberapa amandemen peraturan, termasuk dalam perilaku kiper saat melaksanakan tendangan gawang atau tendangan bebas tidak langsung.

“Setelah ujicoba peraturan yang berlangsung sukses, IFAB menyetujui amandemen Laws of the Game (peraturan sepak bola) pasal 12 ayat 2 mengenai tendangan bebas tidak langsung,” bunyi pernyataan IFAB dalam situs resmi mereka. Peraturan tersebut sebelumnya diuji dalam liga sepak bola kelompok usia di Inggris, Italia dan Malta.

“Lamanya kiper memegang bola merugikan banyak orang sejak lama, sehingga perlu ada tindakan preventif. Sehubungan dengan hasil ujicoba yang positif, kemi memutuskan untuk menerapkan peraturan baru secepatnya,” jelas CEO asosiasi sepak bola Irlandia (FAI), Patrick Nelson yang memimpin rapat tahunan IFAB pada Sabtu (1/3) lalu selaku tuan rumah.

Sebelumnya, peraturan tersebut berbunyi bahwa jika kiper memegang bola lebih dari enam detik, lawan otomatis mendapat tendangan bebas tidak langsung dari posisi kiper terakhir berdiri. IFAB sendiri menilai peraturan ini jarang ditegakkan wasit karena sama saja dengan memberikan keuntungan besar bagi kubu lawan tanpa perlu berebut bola lebih dulu tepat di depan gawang, sehingga bersifat tidak adil dan jarang terlihat di hadapan publik.

Kini, peraturan tersebut berubah sehingga kiper punya waktu delapan detik untuk menendang bola untuk melanjutkan pertandingan, dengan wasit memberi isyarat hitung mundur menggunakan jari tangan saat waktu tersisa lima detik. Jika hingga delapan detik habis kiper belum menendang bola, maka tendangan pojok akan diberikan kepada kubu lawan.

Selain peraturan tersebut, IFAB juga menetapkan atau mendefinisikan ulang beberapa peraturan sepak bola mulai musim depan, dan berlaku mulai 1 Juli 2025 saat mayoritas liga sepak bola dunia memulai musim baru. Ini berarti ajang piala dunia antarklub (FIFA Club World Cup) mendatang menjadi kejuaraan pertama yang menerapkan peraturan-peraturan baru ini.

Salah satunya, kini operator liga boleh memerintahkan wasit mereka untuk memberikan pengumuman dan/atau penjelasan kepada penonton terhadap keputusan pemeriksaan video VAR yang mereka ambil. Sebelumnya, peraturan ini diujikan dalam liga sepak bola Amerika (MLS) dalam bentuk pengumuman lisan, serta liga Inggris (Premier League) dalam bentuk penjelasan tertulis di layar papan skor.

Selain itu, IFAB juga mendukung dan menyarankan penggunaan kamera di tubuh wasit dalam kompetisi di bawah naungan FIFA, sehubungan dengan suksesnya pengujian serupa di berbagai liga papan atas. Kemudian dalam amandemen pasal 9 ayat 2, pertandingan dilanjutkan dengan tendangan bebas tidak langsung tanpa hukuman jika ofisial tim, pemain cadangan (baik yang duduk maupun berdiri), serta pemain yang akan keluar lapangan (misal terkena kartu merah atau menerima perawatan medis) tidak sengaja menghalangi laju bola.

Di luar sepak bola, peraturan serupa telah diterapkan di liga bisbol Amerika (MLB), dengan tujuan mempercepat permainan dan mengurangi potensi pelempar bola (pitcher) molor. Sebelumnya tanpa ada batasan waktu, pitcher dapat memilih mengulur waktu untuk mengecoh pemukul bola serta rekan-rekannya yang berpotensi mencetak home run, sehingga permainan dapat molor hingga dini hari.

Mulai musim 2023 lalu, pitcher wajib melempar bola dalam waktu 15 detik jika tidak ada pemain lawan di base, atau 20 detik jika ada pemain di base manapun. Mulai musim 2024, batas waktu pelemparan bola jika ada pemain lawan di base berkurang menjadi 18 detik. Jika pitcher tidak segera melempar bola dalam empat kali kesempatan (satu menit tanpa pemain di base, 1 menit 12 detik dengan pemain di base), pemukul bola boleh lari ke base pertama tanpa diganggu pitcher atau pemain bertahan.

Selain itu, pemukul bola sudah harus siap berada di tempat memukul bola dalam waktu 8 detik, jika terlambat akan dikenakan satu strike, atau setara dengan jika pemain gagal memukul bola sekali. Jika pemukul bola tidak bersiap dalam tiga kali hitungan (24 detik), maka pemukul dianggap strike-out (gagal memukul bola sama sekali) dan harus keluar lapangan hingga giliran timnya bertahan. (edo/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#malta #penjelasan #bola #mls #tendangan bebas #FAI #italia #inggris #Sepak Bola #fifa #wasit #premier league #peraturan #irlandia #ifab #var #kiper #fifa club world cup #aturan #ujicoba #Pengumuman #waktu #piala dunia antarklub #kejuaraan