BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Persibo berhasil mengalahkan Persewar dengan skor besar 2-6 pada laga di Stadion Mandala Jayapura kemarin (25/2).
Meski berhasil menang, tim berjuluk The Giant Killer belum bisa memastikan diri bertahan di Liga 2.
Sebaliknya klub kebanggaan masyarakat Bojonegoro yang finis di peringkat ketiga klasemen akhir grup J, harus menjalani satu laga playoff degradasi melawan Persipura sebagai peringkat ketika grup K.
Hasil laga kontra Mutiara Bakau -Julukan Persewar- hanya mampu membuat Persibo berada di peringkat ketiga klasemen akhir grup J dengan poin 13.
Walau memiliki poin sama dengan Persekat, namun kalah head to head (H2H). Sehingga Laskar Ki Gede Sebayu -Julukan Persekat- berhak menempati peringkat kedua.
Perwakilan elemen suporter Drago Tifoso Curva Nord (DTCN) Nofian Faridhotan mengatakan, Persibo bermain bagus dan bisa memenangkan pertandingan dengan skor telak.
Namun hasil pertandingan tim lain di luar harapan. Sehingga harus kembali bertanding di satu laga playoff degradasi melawan Persipura
‘’Bermain tandang di Papua,” jelasnya.
Nofian mengaku Persibo harus menag di laga playoff tersebut jika ingin bertahan di Liga 2. Tentu laga menentukan hidup mati klub bermarkas di Stadion Letjend Soedirman (SLS). Sehingga wajib berjuang sekuat tenaga.
‘’Hasil kemenangan harus dibawa pulang dari Papua,” ujarnya.
Aam suporter Persibo lainnya menambahkan, para pemain sudah berjuang di Papua. Walau berhasil menang, namun tetap harus menjalani satu pertandingan playoff degradasi melawan Persipura.
Menurut Aam laga melawan Mutiara Hitam -Julukan Persipura- akan berat. Terlebih laga berlangsung di Papua sehingga Persibo berstatus tim tandang. Persipura berhak menjadi tuan rumah laga playoff karena memiliki poin lebih banyak di klasemen akhir. Tepatnya 14 poin.
‘’Masih ada peluang untuk bertahan di Liga 2,” jelasnya.
Presiden Persibo Deddy Adrianto membernarkan Persibo harus melakoni laga playoff melawan Persipura. Meski menang melawan Persewar, namun hanya finis di peringkat ketika klasemen akhir karena kalah H2H dari Persekat di peringkat kedua.
‘’Tim sudah bekerja keras,” jelasnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana