Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Hasil Akhir Laga 8 Besar Liga 2 Persela Lamongan vs Persijap Jepara: Tidak Ada Perubahan, Persijap Bakal Bersua PSPS

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 20 Februari 2025 | 00:48 WIB
(Dok. PT LIB)
(Dok. PT LIB)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Setelah laga terhenti pada Selasa sore (18/2) akibat kerusuhan suporter, laga Persela Lamongan melawan Persijap Jepara dilanjutkan pada Rabu pagi (19/2). Sebelas menit pertandingan yang belum dimainkan dilanjutkan di tempat netral, yakni Gelora Delta Sidoarjo.

Sebelumnya, Persela mengalami mimpi buruk saat berlaga di Tuban Sport Center pada Selasa. Baru 20 menit pertandingan berjalan, Laskar Joko Tingkir (Julukan Persela) terpaksa kehilangan kiper mereka, Bima Koto yang dihadiahi kartu merah oleh wasit karena bertabrakan dengan Rendi Saepul, plus rekannya sendiri, Yoga Adiatma hingga seluruh pemain tersungkur.

Kemudian, di menit ke-36, Rosalvo Candido melengkapi penderitaan Laskar Joko Tingkir setelah memenangkan duel bersama lini belakang Persela. Dalam pertandingan lain di waktu bersamaan, PSKC Cimahi di luar dugaan dapat menjungkalkan Bhayangkara FC berkat gol dari Agus Nova. Sehingga, kesempatan Persela untuk lolos ke perebutan tempat ketiga mulai menguap dengan cepat.

Hingga jelang akhir pertandingan, tidak ada gol lain yang tercipta di kedua pertandingan. Berbagai oknum suporter Persela yang muak dengan performa Persela sepanjang babak delapan besar akhirnya memutuskan untuk menyampaikan kekesalan mereka dengan menyalakan flare dan turun ke lapangan hijau.

Baik pemain dan staf Persela maupun Persijap langsung dilarikan ke kamar ganti dan dipulangkan demi keselamatan mereka. Nahas, tindak kekerasan di lapangan justru meningkat dengan dirusaknya berbagai properti di Tuban Sport Center hingga malam tiba.

Malam itu pula, diputuskan bahwa pertandingan dilanjutkan di Gelora Delta Sidoarjo mulai dari menit ke-79 saat kerusuhan dimulai. Sesuai dengan keadaan di lapangan, kedua tim dilarang mengganti pemain dan staf sebelum pertandingan berlanjut, yang juga berarti Persela masih bermain dengan sepuluh pemain.

Sayangnya, 11 menit waktu normal plus lima menit waktu tambahan masih belum cukup bagi kedua tim untuk menciptakan gol baru untuk kedua tim di Sidoarjo. Matahari terbit mengiringi langkah Laskar Kalinyamat (julukan Persijap) naik ke perebutan tempat ketiga Liga 2 2024/2025 dengan skor 1-0. Sementara, kans Persela untuk naik kasta tenggelam uintuk kali kedua, memaksa mereka mengulang langkah dari awal musim depan.

Dengan hasil ini, satu langkah dari Persijap Jepara berada di pintu masuk Liga 1. Masalahnya, satu kaki PSPS Pekanbaru juga berada di pintu yang sama. Sehingga, keduanya harus berebut tiket promosi terakhir dalam perebutan tempat ketiga Selasa minggu depan (25/2). Setidaknya, Persijap punya keunggulan berupa kesempatan bermain di hadapan publik sendiri di Stadion Bumi Kartini.

Sementara itu, duel legendaris bakal tercipta di final Liga 2 2024/2025 antara PSIM Yogyakarta melawan Bhayangkara FC keesokan harinya (26/2) di Stadion Moch. Soebroto Magelang. Kedua tim telah dipastikan promosi ke Liga 1 musim depan. Sehingga, hanya perlu memastikan ke mana trofi Liga 2 akan mendarat, antara di laci PSIM yang telah menunggu 17 tahun untuk kembali ke kasta utama atau ke meja Bhayangkara FC yang ternyata hanya perlu satu tahun berada di kasta kedua. (edo/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bhayangkara fc #Stadion Bumi Kartini #tuban sport center #Liga 2 #jepara #persela lamongan #persijap #persela #persijap jepara #laskar kalinyamat #agus nova #tuban #magelang #Rosalvo Candido #laskar joko tingkir #psim yogyakarta #pskc cimahi #psps pekanbaru #lamongan #liga 1 #psim #Bima koto #gelora delta sidoarjo