RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Persibo Bojonegoro untuk sementara berhasil lolos dari lubang jarum dan mempaving jalan pertama keluar dari zona degradasi Liga 2. Di depan hadapan publik sendiri di Stadion Letjend Soedirman (SLS), Laskar Angling Dharma (julukan Persibo) berhasil menyetop dominasi pemuncak klasemen playoff degradasi Grup J, Persekat Tegal, Senin sore (17/2).
Berbeda dengan saat pertemuan pertama di Tegal, di mana Persibo tidak menurunkan sebagian pilar utama mereka, kali ini seluruh penggawa Laskar Angling Dharma dapat diturunkan dalam keadaan segar setelah sebelumnya menerima jatah libur pekan lalu. Sementara itu, Persekat menyambangi Kota Ledre dalam keadaan on fire, setelah sukses menundukkan Persewar Waropen 2-1 di hadapan publik sendiri (13/2).
Laskar Ki Gede Sebayu (julukan Persekat) langsung mendemonstrasikan mengapa mereka ada di puncak klasemen pada menit pertama. Selain tancap gas menekan Persibo, mereka tidak memberikan banyak celah bagi penggawa Laskar Angling Dharma untuk menyerang.
Baru setengah jam laga berjalan, salah satu pilar lini tengah Persibo, Vitor Barata mendadak harus ditarik keluar karena mengalami cedera. Pelatih karteker Persibo Reswandi memercayakan Ardi Maulana untuk menggantikan pemain asal Portugal tersebut.
Meskipun Persibo perlahan mulai merangsek menembus lini belakang Persekat dan punya banyak kesempatan bola mati, kedua tim masih belum bisa merobek jala gawang satu sama lain. Reswandi mencoba memperbaiki performa anak-anak asuhnya dengan menggantikan Rahel Radiansyah dan Brayen Pondaag dengan Derry Rachman Noor dan Nugroho Santoso. Sementara, Pelatih Persekat I Putu Gede Suwi Santoso menukar Nurdian Chaniago dengan Rafli Ariyanto.
Di babak kedua, akhirnya Persibo lebih dulu memecahkan kebuntuan melalui gol Osas Saha di menit ke-57. Menerima crossing atas dari Otavio Dutra, Osas memenangkan duel udara dengan lini belakang Persekat di mulut gawang tanpa banyak gangguan.
Sayangnya, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Di menit ke-64, mengandalkan umpan lambung dari Surya Maulana yang gagal diintersepsi Taher Jahanbakhsh, Rafli Ariyanto langsung menyarangkan bola ke gawang Persibo dan menahbiskan diri sebagai supersub.
Di menit ke-73, Kapten Laskar Ki Gede Sebayu, Taufiq diganjar kartu kuning setelah tidak sengaja menendang Derry Rachman Noor di dada saat berduel udara. Tidak perlu waktu lama bagi Taufiq untuk memanen kartu kuning kedua melalui protesnya kepada wasit. Sehingga, dirinya terpaksa berkemas-kemas lebih awal dan rekan-rekannya terpaksa bermain 10 pemain.
Jelang akhir pertandingan, Kiper Persekat Dimas Fani mencoba mengulur waktu dengan menunda goal kick. Saking lamanya goal kick belum terlaksana, Dimas turut dihadiahi kartu kuning oleh wasit. Begitu pula dengan Felipa Ferreira yang juga mendapat giveaway kartu kuning, berhubung dirinya lambat keluar lapangan saat digantikan oleh Arif Budiyono.
Dengan tambahan waktu sebesar 7 menit, Persibo mendapat hadiah penalti tepat di akhir pertandingan setelah Nugroho Santoso berbenturan keras dengan Muhammad Mukhlis saat berebut bola di kotak penalti Persekat. Enzo Celestine yang menjadi eksekutor langsung menahbiskan diri jadi pahlawan Kota Ledre, sukses mengonversi penalti menjadi keunggulan 2-1 bagi Laskar Angling Dharma.
Dengan hasil ini, Persibo masih berada di urutan ke-empat klasemen sementara Grup J. Namun, juga sukses mengecilkan jarak setelah Persekat, Persiku Kudus, dan Gresik United sukses memanen tiga poin minggu lalu. Kini, Persibo kembali hanya berjarak dua poin dengan Gresik United sebelum bersua pada Jumat mendatang di SLS (21/2).
Sementara itu, meskipun kehilangan tiga poin, Persekat juga masih memuncaki klasemen sementara Grup J. Penderitaan mereka sedikit terbantu oleh Persiku yang mendapat jatah libur kali ini dan baru melaksanakan pertandingan selanjutnya pada Kamis (20/2) melawan Persewar.
Berhubung pertandingan Jumat mendatang juga menjadi pertandingan terakhir Gresik United musim ini, jika Persibo sukses meraih kemenangan dari Laskar Joko Samudro (julukan Gresik United), Persibo otomatis mengamankan setidaknya posisi ketiga di klasemen sementara, berhubung Gresik United telah menyelesaikan seluruh pertandingan mereka dan tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Sebagai bonus, kemenangan untuk Persibo juga berarti Laskar Angling Dharma menendang Gresik United kembali ke Liga Nusantara musim depan dan secara matematis lolos dari zona degradasi.
Sementara itu, jika partai Persibo melawan Gresik United berakhir imbang, Persibo wajib menang dari Persewar Waropen di laga terakhir (25/2) untuk finish di posisi ketiga klasemen akhir dan menjalani partai hidup-mati kontra penghuni posisi ketiga Grup K. Dan, jika ternyata kalah dari Gresik United, Persibo terpaksa otomatis berkemas-kemas kembali ke Liga Nusantara, meskipun nantinya dapat menang melawan Persewar. (edo/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana