BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Selain berjuang di lapangan, Persibo saat ini juga sedang berjuang di meja persidangan komite banding (Komding) PSSI. Tepatnya, upaya banding terkait sanksi pengurangan sembilan poin dan denda Rp 500 juta.
Terlebih, sanksi tersebut bakal memberatkan The Giant Killer untuk keluar dari jurang degradasi. Tentu ketika dibebankan pada babak playoff degradasi ini. Manajemen optimistis sanksi tersebut akan dibatalkan.
Walau hingga saat ini, belum ada respons dari komding dan PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) terkait upaya banding dilakukan oleh manajemen Persibo. Laskar Angling Dharma mendapatkan sanksi pengurangan sembilan poin dan denda Rp 500 juta dari komite disiplin (komdis) PSSI.
Imbas dari tak mau melanjutkan pertandingan selama dua menit dalam laga lanjutan perebutan delapan besar Liga 2 melawan Deltras FC pada 18 Januari lalu. Selain itu, terdapat sanksi larangan bermain enam laga untuk bek kanan klub bermarkas di Stadion Letjend Soedirman (SLS) karena kerusuhan pertandingan melawan The Lobster di Sidoarjo pada 11 Januari lalu.
Presiden Persibo Deddy Adrianto Wibowo mengatakan, bahwa terkait sanksi pengurangan sembilan poin dan denda Rp 500 juta manajemen saat ini sedang proses banding. Manajemen optimistis sanksi dari komdis PSSI tersebut tidak akan ada.
Mengingat klub kebanggaan masyarakat Bojonegoro sudah melakoni laga selama 94 menit. Deddy menjelaskan, untuk hasil banding pengurangan poin dan denda belum ada respons hingga sekarang. Namun, manajemen terus berupaya meyakinkan komding dan PT LIB seharusnya Persibo tidak mendapatkan sanksi tersebut.
Terkait isi dari surat banding yang diajukan, menurut Deddy Persibo sudah melakoni pertandingan selama 94 menit melawan Deltras FC. Juga datang saat laga lanjutan di Yogyakarta. Namun, merasa pertandingan lanjutan selama dua menit tersebut tidak kondusif untuk dilanjutkan.
’’Dengan dasar kami sudah melakoni laga 94 menit. Sehingga, tidak adil bila kami menerima sanksi pengurangan sembilan poin,” ungkapnya. Deddy menambahkan, bahwa untuk sanksi larangan bertanding Alfin Tuasalamony selama enam pertandingan sudah melakukan banding.
Hasilnya, sanksi bek kanan tersebut hanya empat pertandingan. Sehingga, kemungkinan besar bisa dimainkan ketika bertandang ke kandang Persiku Kudus pada 9 Februari mendatang. (irv/bgs)
Editor : Hakam Alghivari