RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Setelah UEFA Champions League (UCL) menyelesaikan pertandingan terakhir fase liga, kini giliran UEFA Europa League (UEL) yang menutup gelaran fase liga pada Jumat dinihari (31/1). Sama seperti UCL, seluruh 18 peetandingan terakhir UEL akan digelar serentak sesuai dengan Peraturan Gijon untuk mencegah main mata.
Berbeda dengan UCL yang hanya menyisakan sedikit perebutan tiket lolos otomatis dan tiket playoff 16 besar, UEL masih menyisakan banyak ruang gerak untuk hampir seluruh peserta menuju ke zona lolos otmatis dan zona playoff.
Total 14 tim akan memperebutkan tiket lolos otomatis ke babak 16 besar, mulai dari Eintracht Frankfurt di posisi runner-up hingga Union Saint-Gilloise di posisi ke-15. Sementara itu di zona playoff, ada 14 tim lain yang berusaha merebut kesempatan tampil di babak 16 besar melalui jalur tersebut, mulai dari Ajax Amsterdam di posisi ke-16 hingga Maccabi Tel Aviv di posisi ke-29.
Satu-satunya klub yang telah mengamankan tiket lolos otomatis adalah Lazio, resmi dapat bersantai setelah menang 3-1 dari Real Sociedad pada pekan ketujuh (24/1) dan punya tabungan tujuh gol dari Frankfurt dan Athletic Bilbao. Pada pertandingan terakhir, mereka cukup bersantai, bahkan tidak perlu khawatir kalah saat berkunjung ke Stadion Kota Braga untuk melawan SC Braga.
Kontras dengan Lazio, tetangga mereka, AS Roma sedang tertatih-tatih di posisi ke-21 dengan raihan sembilan poin, sama dengan Besiktas yang berada di urutan ke-24. Lebih buruknya lagi, malam nanti mereka akan menjamu Eintracht Frankfurt di kandang mereka, Stadion Olimpico Roma.
Dengan sembilan tim hanya terpisah tiga poin di ujung zona playoff, AS Roma wajib meraih tiga poin di hadapan publik sendiri. Jika tidak, besar kemungkinan bagi I Lupi (julukan AS Roma) digusur oleh banyak klub di bawah mereka.
Pelatih AS Roma, Claudio Ranier mengaku tidak ambil pusing mengenai pertandingan hidup-mati tersebut. “Semua pertandingan penting bagi kami, agar semua pemain dapat berkembang. Ketika melawan tim-tim besar, kami wajib menguasai sepertiga akhir pertandingan dan memberi tantangan bagi lawan,” paparnya pada konferensi pers pra-pertandingan.
Namun, Ranieri juga berharap lebih pada anak-anak asuhnya, terlebih pada pekan ketujuh mereka dihajar 0-1 oleh AZ Alkmaar meskipun menguasai pertandingan. “Perasaan saya campur aduk, termasuk kecewa dan marah karena kami menguasai pertandingan, namun gagal menyelesaikan dengan baik,” ujarnya.
Bahkan di puncak klasemen masih ada aksi saling bunuh yang akan disajikan oleh Manchester United dan FCSB Bucharest, yang sama-sama berada di zona lolos otomatis namun hanya terpisah satu poin. Pemenang partai tersebut akan langsung melaju ke babak 16 besar, sementara yang kalah harus bekerja keras melalui babak playoff terlebih dahulu.
Meskipun dapat menang tipis 2-1 di pekan ketujuh melawan Glasgow Rangers, pelatih United, Ruben Amorim sadar akan performa anak-anak asuhnya dan menolak meremehkan FCSB. “Berkaca pada penampilan kami di Liga Inggris (berada di papan tengah), apapun bisa terjadi. FCSB merupakan tim cerdas, mereka bisa menang tanpa bergantung pada penguasaan bola dan dapat memanfaatkan bola mati dengan baik,” jelas pelatih anyar Manchester United tersebut.
Sementara itu, tujuh tim resmi tersingkir dari gelaran Europa League di fase liga, yakni Rigas FS, Slavia Praha, Malmo FF, Ludogoretz Razgrad, FK Qarabag, Dynamo Kiev, dan yang agak mengejutkan, OGC Nice. Klub Perancis yang kini memiliki pemilik yang sama dengan Manchester United tersebut hanya meraih hasil dua kali seri dan lima kali kalah, dan akan menjalani pertandingan terakhir melawan Bodo/Glimt di kandang mereka, Stadion Allianz Riviera.