Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Preview Matchday Terakhir Fase Liga UEFA Champions League 2024/2025: Liverpool-Barca Santai, City-PSG Hadapi Beban Besar

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 30 Januari 2025 | 04:24 WIB
Photo
Photo

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Fase liga UEFA Champions League (UCL) akan berakhir pada Kamis dinihari (30/1), memberikan kesempatan terakhir bagi 24 dari 36 tim terbaik Eropa musim ini untuk melangkah ke babak eliminasi turnamen akbar tersebut. Sesuai dengan Peraturan Gijon yang mewajibkan laga terakhir fase grup atau liga dimainkan bersamaan, bakal ada 18 pertandingan yang akan dimulai pada pukul 03:00 WIB mendatang demi menghindari main mata.

Di klasemen akhir fase liga, delapan klub teratas akan langsung mendapat kursi babak 16 besar. Kemudian, klub peringkat 9 hingga 24 akan berebut delapan kursi tersisa di babak playoff, sementara klub peringkat 25 hingga 36 akan berkemas dari kompetisi Eropa musim ini.

Berbeda dengan ketika UCL masih mengadopsi format grup, kali ini klub yang kalah di babak playoff tidak akan turun kasta ke UEFA Europa League (UEL), namun ikut angkat koper bersama 12 klub lain yang tersisih di fase liga. Begitu pula dengan turnamen UEL yang juga mengadopsi sistem liga, kini klub yang tersisih di fase playoff tidak akan turun kasta ke UEFA Conference League (UECL), namun langsung berkemas pulang.

Secara matematis, baru ada dua klub yang dapat mengamankan tiket 16 besar lebih dulu di fase liga, yakni Liverpool dan Barcelona. Sementara sembilan klub resmi tersingkir dari UCL, yakni Bologna, Sparta Praha, RB Leipzing, Girona, Red Star Belgrade, Sturm Graz, RB Salzburg, serta dua juru kunci, yakni Slovan Bratislava dan BSC Young Boys.

Saat ini, Liverpool berada dalam posisi paling aman di puncak klasemen, menyapu bersih tujuh dari delapan pertandingan yang dijadwalkan di fase liga setelah menang tipis 2-1 dari OSC Lille (22/1). Kalaupun Liverpool dapat dihajar oleh PSV Eindhoven di kandang mereka, Stadion Philips pada dini hari nanti, paling buruk The Reds (julukan Liverpool) hanya akan melorot ke posisi runner-up klasemen akhir jika Barcelona dapat memenangkan partai mereka.

Barcelona sendiri juga dapat bernafas lega setelah sebelumnya menang dramatis 5-4 dari SL Benfica (22/1) setelah sebelumnya secara mengejutkan tertinggal jauh dan sempat menghadiahkan gol bunuh diri pada tim asal Portugal tersebut. Kalaupun El Barca (julukan Barcelona) tumbang di tangan Atalanta di markas mereka saat ini, Stadion Lluis Companys, paling buruk mereka hanya akan merosot hingga posisi ke-enam.

Selain klub yang berada di papan atas, perhatian juga tertuju kepada urutan ke-25 hingga 27. Di luar dugaan, Manchester City yang digadang-gadang lolos otomatis ke babak 16 besar justru terjerembap ke zona eliminasi, dan berpotensi disalip Shakhtar Donetsk dan Dinamo Zagreb yang sama-sama berpotensi menuju ke babak playoff.

Shakhtar Donetsk sendiri akan berhadapan dengan Borussia Dortmund yang berusaha keluar dari zona playoff, sementara Dinamo Zagreb akan berhadapan dengan AC Milan yang hampir pasti lolos otomatis. Sementara Manchester City bakal berhadapan dengan Club Brugge, lima posisi di atas mereka.

Selain City, Paris Saint-Germain (PSG) yang mengalahkan Manchester City 4-2 pada pertandingan UCL sebelumnya (22/1) juga berpeluang menjadi tim papan atas yang tertendang dari UCL jika tidak dapat meraih tiga poin dini hari nanti. Dengan hanya dua poin di atas City, PSG juga akan melakoni pertandingan yang tidak kalah berat melawan VfB Stuttgart yang berada tepat satu posisi di atas Manchester Biru.

Dalam konferensi pers jelang partai lawan Club Brugge, pelatih Manchester City, Pep Guardiola berharap dukungan publik sendiri berapapun jumlah penonton yang hadir. “Jika kami dapat bermain apik, mereka pasti akan mendukung sepenuh hati. Kami sadar akan kesetiaan suporter kami,” jelas Pep.

Selain itu, Pep juga menolak meremehkan Club Brugge meskipun telah lama tidak bersua. “Sejak terakhir kami bertanding melawan mereka, mereka makin agresif dalam perebutan dan penguasaan bola,” ujar Pep.

Sementara itu, pelatih PSG, Luis Enrique mengaku tegang, namun tidak gentar untuk tancap gas melawan Stuttgart. “Saya sama santainya dalam setiap pertandinagn UCL, dengan kata lain tidak santai sama sekali. Namun saya siap meladeni siapapun yang bermain bola dengan apik,” paparnya dalam konferensi pers jelang melawan Die Schwaben (julukan Stuttgart).

Tentu, Luis juga menyadari beban yang ada di mata anak-anak asuhnya. “Tidak heran Stuttgart jadi runner-up Bundesliga (Liga Jerman) musim lalu, pemain mereka bagus-bagus dan mereka dapat menekan lawan dengan ciamik, apalagi di kandang sendiri,” paparnya.

Baik City maupun PSG sama-sama butuh tiga poin untuk menyelamatkan diri menuju zona playoff. Jika tidak, tiket playoff akan melayang ke tangan Club Brugge dan VfB Stuttgart.

Usai fase liga UCL selesai, UEFA akan menggelar drawing untuk babak playoff pada 31 Januari, dengan sistem ganjil-genap dan  urutan klasemen untuk menentukan susunan pertandingan playoff. Dengan kata lain, klub di urutan 9 atau 10 akan berhadapan dengan klub urutan 23 atau 24, klub urutan 11 atau 12 akan berhadapan dengan klub urutan 21 atau 22, dan seterusnya. Playoff akan dimainkan dengan sistem home-away pada 11-12 dan 18-19 Februari mendatang. (edo/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#conference league #liverpool #europa league #pep guardiola #luis enrique #barcelona #manchester city #liga champions #uefa champions league #paris saint-germain #liga #fase grup #UCL #Champions #uel #psg