RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bojonegoro FC (BFC) terpaksa mengakhiri perjalanan di Liga 4 Jatim di babak 32 besar, meskipun meraih kemenangan 1-2 dari tuan rumah Grup EE, Persedikab Kediri pada pertandingan di Stadion Canda Bhirawa Pare, Kediri pada Jumat sore (24/1). Kekalahan 0-7 di awal 32 besar saat meladeni PS Mojokerto Putra berdampak signifikan pada kiprah Bojonegoro FC musim ini.
Persedikab sendiri sebenarnya cukup bersantai dalam laga kali ini setelah sebelumnya meraih kemenangan 4-0 dari Malang United (20/1) dan 2-1 dari PS Mojokerto Putra (PSMP) (22/1) sekaligus menggusur PSMP dari puncak klasemen Grup EE, sehingga telah aman untuk melangkah ke babak 16 besar Liga 4 Jatim. Sebaliknya, Bojonegoro FC punya beban besar di pundak, setelah kalah 0-7 dari PSMP (20/1) dan hanya bermain imbang 3-3 melawan Malang United (22/1).
Di bawah lapangan yang diguyur hujan deras, Persedikab mencuri start lebih dulu dan memaksa BFC mempertahankan diri sejak awal pertandingan. Namun, di luar dugaan, percobaan tendangan jarak jauh dari pemain BFC pada menit ke-6 berbuah gol setelah kiper Persedikab salah mengantisipasi bola, mendaratkan bola ke gawang sendiri.
Hujan yang semakin lebat membuat kedua tim kesulitan mengarahkan bola berhubung lapangan semakin becek. Persedikab yang tak mau kalah terus menekan lini pertahanan BFC, memaksa Laskar Rajekwesi (julukan BFC) parkir bis dan menumpuk seluruh pemain di depan gawang.
Jelang akhir babak pertama, Bledug Kelud (Julukan Persedikab) nyaris dapat membobol gawang BFC melalui kemelut di depan gawang, namun percobaan mereka mental di atas mistar. Hingga akhir babak pertama, tidak ada gol ekstra yang tercipta.
Lapangan semakin becek dan tergenang air hujan di babak kedua, memaksa penggawa kedua belah pihak beradu fisik di atas lapangan yang licin untuk mengarahkan bola kepada kawan masing-masing. Penggawa BFC mulai dapat menemukan celah untuk merangsek menyerang, namun Persedikab masih mendominasi jalannya pertandingan.
Di menit ke-70, Bledug kelud akhinya kembali menyambar dan menyeimbangkan kedudukan. Miskomunikasi lini belakang BFC saat berebut bola di depan gawang menyebabkan salah seorang pemain Persedikab lepas dari penjagaan dan dapat menendang bola ke gawang di tengah keramaian.
Namun, empat menit kemudian, Laskar Rajekwesi mendapat hadiah penalti setelah kiper Persedikab menekling keras penggawa BFC hingga tersungkur. Penalti tersebut dengan mudah dikonversi menjadi keunggulan 2-1 bagi BFC.
Empat menit berselang giliran Persedikab yang memperoleh penalti setelah lini belakang BFC tidak sengaja menjatuhkan pemain Persedikab di kotak penalti. Namun kali ini penalti dapat ditepis oleh kiper BFC, dan sepak pojok setelahnya berujung tendangan gawang untuk BFC.